Teknologi Pembelajaran Abad 21 (bagian Kedua)

Robot ASIMO menggunakan sensor dan algoritma kecerdasan buatan untuk menuruni tangga dan menghindari rintangan


• 6 min read
Teknologi Pembelajaran Abad 21 (bagian Kedua)

Salam, jumpa lagi pada bagian pertama kita telahmembahas tentang pengertian teknologi pembelajaran pada abad ke-21 yang kian populer seperti Augmented Reality, dan Virtua relaity, berikut akan dibahas Teknology AI.

Artificial intelligence (AI)

Robot ASIMO menggunakan sensor dan algoritma kecerdasan buatan untuk menuruni tangga dan menghindari rintangan

g8

Gambar 8. Sumber : https://blog.lamresearch.com / wp-content/uploads/2017/10/ Lam_Blog_Technology_in_Education.jpg

Kecerdasan buatan adalah kecerdasan yang ditambahkan kepada suatu sistem yang bisa diatur dalam konteks ilmiah atau bisa disebut juga intelegensi artifisial (bahasa Inggris: Artificial Intelligence) atau hanya disingkat AI, didefinisikan sebagai kecerdasan entitas ilmiah. Andreas Kaplan dan Michael Haenlein mendefinisikan kecerdasan buatan sebagai “kemampuan sistem untuk menafsirkan data eksternal dengan benar, untuk belajar dari data tersebut, dan menggunakan pembelajaran tersebut guna mencapai tujuan dan tugas tertentu melalui adaptasi yang fleksibel”.[1] Sistem seperti ini umumnya dianggap komputer. Kecerdasan diciptakan dan dimasukkan ke dalam suatu mesin (komputer) agar dapat melakukan pekerjaan seperti yang dapat dilakukan manusia. Beberapa macam bidang yang menggunakan kecerdasan buatan antara lain sistem pakar, permainan komputer (games), logika fuzzy, jaringan saraf tiruan dan robotika.

Banyak hal yang kelihatannya sulit untuk kecerdasan manusia, tetapi untuk Informatika relatif tidak bermasalah. Seperti contoh: mentransformasikan persamaan, menyelesaikan persamaan integral, membuat permainan catur atau Backgammon. Di sisi lain, hal yang bagi manusia kelihatannya menuntut sedikit kecerdasan, sampai sekarang masih sulit untuk direalisasikan dalam Informatika. Seperti contoh: Pengenalan Objek/Muka, bermain sepak bola.

Walaupun AI memiliki konotasi fiksi ilmiah yang kuat, AI membentuk cabang yang sangat penting pada ilmu komputer, berhubungan dengan perilaku, pembelajaran dan adaptasi yang cerdas dalam sebuah mesin. Penelitian dalam AI menyangkut pembuatan mesin dan program komputer untuk mengotomatisasikan tugas-tugas yang membutuhkan perilaku cerdas. Termasuk contohnya adalah pengendalian, perencanaan dan penjadwalan, kemampuan untuk menjawab diagnosa dan pertanyaan pelanggan, serta pengenalan tulisan tangan, suara dan wajah. Hal-hal seperti itu telah menjadi disiplin ilmu tersendiri, yang memusatkan perhatian pada penyediaan solusi masalah kehidupan yang nyata. Sistem AI sekarang ini sering digunakan dalam bidang ekonomi, sains, obat-obatan, teknik dan militer, seperti yang telah dibangun dalam beberapa aplikasi perangkat lunak komputer rumah dan video game.

Kecerdasan buatan ini bukan hanya ingin mengerti apa itu sistem kecerdasan, tetapi juga mengkonstruksinya.

Alexa diluncurkan oleh Amazon, yang semakin pintar dan menambahkan fitur baru. Ini adalah produk revolusioner yang dapat membantu Anda mencari informasi di web, mengatur janji, berbelanja, mengontrol lampu, switch, termostat, menjawab pertanyaan, membaca audiobook, melaporkan lalu lintas dan cuaca, memberikan info tentang bisnis lokal, memberikan skor dan jadwal olahraga , dan lainnya menggunakan Layanan Suara Alexa.

Nest Learning Thermostat (Google)

Nest adalah salah satu startup contoh penerapan Artificial Intelligence paling terkenal dan sukses dan diakuisisi oleh Google pada tahun 2014 seharga $ 3,2 miliar. Nest Learning Thermostat menggunakan algoritme perilaku untuk menghemat energi berdasarkan perilaku dan jadwal Anda.

Ini menggunakan proses pembelajaran mesin yang sangat cerdas yang mempelajari suhu yang Anda suka dan program itu sendiri dalam waktu sekitar satu minggu. Selain itu, secara otomatis akan mati untuk menghemat energi, jika tidak ada orang di rumah.

Bahkan, ini adalah kombinasi keduanya — kecerdasan buatan serta Bluetooth rendah energi karena beberapa komponen solusi ini akan menggunakan layanan dan solusi BLE.

Netflix

Netflix tidak memerlukan pengenalan — ini adalah layanan konten-on-demand yang sangat populer yang menggunakan teknologi prediktif untuk menawarkan rekomendasi berdasarkan reaksi, minat, pilihan, dan perilaku konsumen. Teknologi ini memeriksa dari sejumlah catatan untuk merekomendasikan film berdasarkan kecintaan dan reaksi Anda sebelumnya.

Siri adalah salah satu asisten pribadi virtual paling populer yang ditawarkan oleh Apple di iPhone dan iPad. Asisten yang diaktifkan sebagai suara perempuan ramah berinteraksi dengan pengguna dalam rutinitas sehari-hari. Dia membantu Anda menemukan informasi, mendapatkan petunjuk arah, mengirim pesan, melakukan panggilan suara, membuka aplikasi, dan menambahkan acara ke kalender.

Siri menggunakan teknologi pembelajaran mesin untuk mendapatkan pertanyaan dan permintaan bahasa alami yang lebih cerdas dan mampu memahami. Ini pasti salah satu contoh paling ikon dari kemampuan belajar pada mesin smartphone.

Cloud/Mahadata

Cloud computing atau komputasi awan merupakan komputasi yang memanfaatkan layanan jaringan komputer, dimana skala komputasinya dapat diubah secara dinamis dan sumber dayanya disediakan dalam bentuk jasa melalui internet. Di dalam cloud computing semua resource (software, platform, infrastuktur) disediakan oleh penyedia jasa sehingga pengguna tidak akan lagi dibebankan akan penyediaan semua resource

g9

Gambar 9. Sumber : https://assets-a2.kompasiana. com/ items/album/2018/09/03

Mahadata, lebih dikenal dengan istilah bahasa Inggris big data, adalah istilah umum untuk segala himpunan data (data set) dalam jumlah yang sangat besar, rumit dan tak terstruktur sehingga menjadikannya sukar ditangani apabila hanya menggunakan perkakas manajemen basis data biasa atau aplikasi pemroses data tradisional belaka. Mahadata juga dapat diartikan sebagai pertumbuhan data dan informasi yang eksponensial dengan kecepatan dalam pertambahannya dan memiliki data yang bervariasi sehingga menyebabkan tantangan baru dalam pengolahan sejumlah data besar yang heterogen dan mengetahui bagaimana cara memahami semua data tersebut.[1]

Pada dasarnya big data memiliki tiga karakteristik diantaranya[2]:

Volume, big data memiliki jumlah data yang sangat besar sehingga dalam proses pengolahan data dibutuhkan suatu penyimpanan yang besar dan dibutuhkan analisis yang lebih spesifik.

Velocity, big data memiliki aliran data yang yang cepat dan real time.

Variety, big data memiliki bentuk format data yang beragam baik terstruktur ataupun tidak terstruktur dan bergantung pada banyaknya sumber data.

Big data dapat diterapkan di semua aspek yang ada misalnya pada bidang bisnis, kesehatan, pariwisata, pemerintahan, kejahatan, dan lainnya. Dengan menggunakan tools untuk pengambilan ataupun pengolahan datanya misalnya dengan menggunakan software Gephi, Python, Netlytics, NiFi, dan Tableau. Dengan memahami bahwa big data itu penting, maka suatu organisasi akan dengan mudah mengolah dan menganalisis sekumpulan data atau suatu permasalahan yang sedang dihadapi baik dari internal maupun eskternal organisasinya. Organisasi tersebut dapat menghemat biaya, mengehamat waktu, dan menciptakan sebuah keputusan yang tepat[3].

Ingatlah kalian, ketika pemerintah Indonesia merencanakan mengganti buku pelajaran dengan tablet. Rencana ini bisa menjadi sebuah langkah awal untuk masuknya teknologi big data di sektor pendidikan. Dengan asumsi satu siswa menggunakan satu buah tablet kemungkinan untuk memantau siswa bisa lebih secara personal. Selain berfungsi sebagai buku, tablet tersebut juga bisa menjadi media untuk mengerjakan tugas atau soal-soal ujian. Di sinilah nantinya big data mengambil peran.

Data-data hasil pengerjaan tugas dapat diambil dan dianalisis secara lebih personal. Dengan data tersebut selain hasil atau nilai akhir, pendidik atau orang tua bisa mengetahui apa saja yang telah dipelajari serta kendala-kendala dalam proses belajar siswa secara lebih rinci. Di New York dan Washington, inisiatif seperti ini sudah diberitakan sejak tahun 2012, meski banyak menuai pro dan kontra tentang adanya isu pelanggaran privasi.

Selain menghasilkan data yang lebih mendetil, penerapan teknologi big data juga dapat dibarengi dengan analisis prediktif untuk menentukan pembelajaran seperti apa yang cocok untuk setiap masing-masing siswa. Rekam jejak seperti soal apa yang dikerjakan, soal mana yang menjadi permasalahan serta pola jawaban dari siswa dapat dikumpulkan dan dirumuskan menjadi sebuah standar untuk memberikan sebuah metode pembelajaran yang lebih baik.

Dalam hal ini, kemajuan teknologi dan peran big data untuk sistem pendidikan di indonesia , Paques dapat menjadi solusi big data, Paques adalah sebuah aplikasi big data analytic. Paques singkatan dari Parallel Query system yang merupakan big data system, yaitu  Big Data Analytic Tool yang dapat memproses dan mengolah data dalam jumlah yang besar dari berbagai sumber dengan variasi data berbeda baik yang terstruktur ataupun tidak terstruktur.

Apple, Cisco, Microsoft, IBM, dan Vmware menyediakan berbagai jenis platform cloud dengan cara yang berbeda-beda dalam hal pengiriman layanan ke penggunana akhir.

Teknologi cloud computing dapat didefinisikan secara sederhana sebagai sebuah perusahaan dengan pusat data yang menyediakan rental space storage. [4][6] Maksudnya adalah teknologi cloud computing merupakan teknologiyang berbasiskan pada permintaan pengguna. Teknologi ini merupakan salah satu titik perubahan yang tidak hanya pada aplikasi perangkat Proceedings Seminar Nasional Ilmu Komputer (SNIKOM) 2015226 lunak yang berbasis cloud computing tetapi juga padaplatform, infrastrutur basis data maupun layanan semuanya berbasiskan cloud computing.

Sumber bacaan:

[1]. http://budhiwibowo.staff.ugm.ac.id/2019/01/08/i4-0-perjalanan-revolusi-industri/#_ftn1 (diakses 1 Oktober 2019)

[2]. https://www.kompasiana.com

[3]. http://blog.unnes.ac.id/

[4]. A History of The Aect’s Definitions of Educational Technology, Alan Januszewski, (diakses 1 Oktober 2019)

[5]. https://id.wikipedia.org/wiki/AR

[5]. https://id.wikipedia.org/wiki/Kecerdasan_buatan

https://augmentedrealityindonesia.com/sejarah-teknologi-augmented-reality/

http://pena.belajar.kemdikbud.go.id

https://id.wikipedia.org/wiki/Revolusi_Digital

https://id.wikipedia.org/wiki/Mahadata

https://www.researchgate.net/

http://www.ilmupendidikan.net

Learning in the 21st Century: Taking it Mobile!, http://www.blackboard.com/resources/ k12/k12_ptmobile_web.pdf

Video Cara Mudah memasang animasi Lottie di web

GO TOP

🎉 You've successfully subscribed to Jejak Media!
OK