Sensor
Sensor adalah perangkat yang ditujukan untuk mendeteksi keberadaan suatu kejadian atau perubahan nilai di sekitar lingkungan fisik atau kimia, perangkat tersebut akan memberikan tanggapan berupa suatu variabel keluaran yang pada umumnya berupa besaran listrik. Pada perkembangan saat ini, berbagi macam sensor telah dibuat dengan ukuran yang sangat kecil dengan orde nanometer. Berdasarkan ukuran yang sangat kecil ini, maka sangat memudahkan untuk pemakaian dan sangat menghemat energi. Berikut ini berbagai macam sensor yang mudah diperoleh di toko komponen elektronik baik dibeli secara langsung atau melalui on-line, antara lain:

  1. Sensor Proximity
    Sensor proximity merupakan sensor atau saklar yang dapat mendeteksi adanya jenis logam dengan tanpa adanya kontak fisik. Biasanya sensor ini terdiri dari elektronis solid-state yang terbungkus rapat untuk melindungi dari pengaruh getaran, cairan, kimiawi, dan korosif yang berlebihan. Sensor proximity dapat diaplikasikan pada kondisi penginderaan pada objek yang dianggap terlalu kecil atau lunak untuk menggerakkan suatu mekanis saklar.

Gambar 1.5 Sensor proximity.
(Sumber: https://www.amazon.in)

2. Sensor Magnet
Sensor magnet atau disebut juga relai buluh, adalah alat yang akan terpengaruh medan magnet dan akan memberikan perubahan kondisi pada keluaran. Sepertinya layaknya saklar dua kondisi (on/off) yang digerakkan oleh adanya medan magnet di sekitarnya. Biasanya sensor ini dikemas dalam bentuk kemasan yang hampa dan bebas dari debu, asap ataupun uap.

Gambar 1.6 Sensor magnet.
(Sumber: https://www.indo-ware.com)

3. Sensor Ultrasonik
Sensor ultrasonik bekerja berdasarkan prinsip pentulan gelombang suara, dimana sensor ini menghasilkan gelombang suara yang kemudian menangkap kembali dengan perbedaan waktu sebagai dasar penginderaannya. Perbedaan waktu antara gelombang suara tersebut adalah berbanding lurus dengan jarak atau tinggi obyek yang memantulkannya. Jenis obyek yang dapat diindera diantaranya obyek padat, cair, maupun butiran.

Gambar 1.7 Sensor ultrasonik.
(Sumber: dokumen pribadi)

4. Sensor Tekanan
Sensor tekanan ini memiliki tranduser yang mengukur tegangan kawat, dimana mengubah tegangan mekanis menjadi sinyal listrik. Dasar penginderaannya pada perubahan tahanan pengantar (tranduser) uynag berubah akibat perubahan panjang dan luas penampangnya.

Gambar 1.8 Sensor tekanan.
(Sumber: https://www.moderndevice.com)

5. Sensor Kecepatan
Proses penginderaan sensor kecepatan merupakan proses kebalikan suatu motor DC/AC, dimana suatu poros/obyek yang berputar pada suatu generator akan menghasilkan suatu tegangan yang sebanding dengan kecepatan putaran obyek. Kecepatan putar sering pula diukur dengan menggunakan sensor yang menginder pulsa mgnetis (induksi) yang timbul saat medan magnetis terjadi.

Gambar 1.9 Sensor kecepatan.
(Sumber: dokumen pribadi)

6. Sensor Suhu
Sensor suhu yang umum digunakan, resistance temperature detector (RTD), termistor, dan IC sensor. Termokopel pada intinya terdiri dari sepasang tranduser panas dan dingin yang disambungkan dan dilebur bersama, dimana terdapat perbedan yang timbul antara sambungan tersebut dengan sambungan referensi yang berfungsi sebagi pembanding. RTD memiliki prinsip dasar pada tahanan listrik dari logam yang bervariasi sebanding dengan suhu. Kesebandingan varisasi ini adalah presisi dengan tingkat konsisten/kestabiln yang tinggi pada pendeteksian tahanan. Termistor adalah resistor yang peka terhadap panas yang biasanya mempunyai koefisien suhu negatif, karena saat sushu meningkat maka tahanan menurun tau sebaliknya. Jenis ini sangat peka dengan perubahan tahan 5% per 0C sehingga mampu mendeteksi perubahan suhu yang kecil. Sedangkan IC sensor adalah sensor suhu dengan rangkaian terpadu yang menggunakan chipsilikok untuk kelemahan penginderanya, mempunyai konfigurasi output tegangan dan arus yang sangat linear.

Gambar 1.10 Sensor suhu.
(Sumber: dokumen pribadi)

7. Sensor Kelembaban Udara
Sensor kelembaban udara adalah suatu alat ukur yang digunakan untuk membantu dalam proses pengukuran atau pendefinisian suatu kelembaban uap air yang terkandung dalam udara. Sensor kelembaban kapasitif merupakan sensor elektronika yang berdasarkan konsep kapasitif. Sensor ini bekerja berdasarkan perubhan muatan energi listrik yang dapat disimpan oleh sensor akibat perubahan jarak lempeng., perubahan luas penampang, dan perubahan volume dielektrikum sensor kapasitif tersebut. Konsep kapasitor yang digunakan dalam sensor kapasitif adalah proses menyimpan dan melepas energi listrik dalam bentuk muatan-muatan listrik pada kapasitor yang dipengaruhi oleh luas permukaan, jarak, dan bahan dielektrikum. Pada gambar 1.17 merupakan sensor kelembaban udara dan sekaligus dapat digunakan sebagai sensor suhu, atau biasa disebut Sensor DHT11.

Gambar 1.11Sensor kelembaban udara.
(Sumber: dokumen pribadi)

8. Sensor Kelembaban Tanah
Sensor kelembaban tanah adalah sensor yang dapat mendeteksi kelembaban dalam tanah. Sensor ini terdiri dari dua probe untuk melewatkan arus melalui tanah, kemudian membaca resistensi untuk mendapatkan nilai tingkat kelembaban. Semakin banyak air, maka tanah lebih mudah menghantarkan arus listrik (resistensi kecil), sedangkan tanah yang kering sulit untuk menghantarkan arus listrik (resistensi besar).

Gambar 1.12 Sensor kelembaban tanah.
(Sumber: dokumen pribadi)

9. Sensor Cahaya
Sensor cahaya adalah komponen elektronika yang dapat memberikan perubahan besaran elektrik pada saat terjadi perubahan intensitas cahaya yang diterima oleh sensor cahaya tersebut. Light Depending Resistor (LDR) merupakan sensor cahaya yang memiliki 2 terminal output, dimana kedua terminl output tersebut memiliki resistensi yang dapat berubah sesuai dengan intensitas cahaya yang diterimnya. Dimana nilai resistensi kedua terminal output LDR akan semakin rendah apabila cahaya yang diterima oleh LDR semakin tinggi. Resistansi LDR pada tempat yang gelap biasanya mencapai sekitar 10 MΩ, dan ditempat terang LDR mempunyai resistansi yang turun menjadi sekitar 150 Ω.

Gambar 1.13 Sensor cahaya.
(Sumber: dokumen pribadi)

10. Sensor Passive Infra Red
Sensor Passive Infra Red (PIR) merupakan sensor yang dapat mendeteksi pergerakan obyek yang memancarkan cahaya infra red (seperti tubuh manusia). Komponen elektronika ini mempunyai sifat pasif, artinya tidak dapat menghasilkan sinar infra-red secara independen, tetapi hanya menerima dari radiasi infra-red saja.

Gambar 1.14. Sensor passive infra red
(Sumber: dokumen pribadi)

Demikian Pengenalan mikroprosesor, mikrokontroller, dan jenis-jenis sensor, nanti akan kita lanjutkan dengan jenis mikrokontrooler Ardunio dan NodeMCU.

Terima kasih tela membaca😊

Untuk memantau ...Silahkan Subsribe... akan Menu Download berupa semua File PDF yang dapat diunduh.

Download
1. Download Tutorial Kahoot Link [https://clicknclick.click/3KSo] 2. Download Tutorial Quizizz Link [https://clicknclick.click/IM9TT]

Video Penyiram otomatis menggunakan arduino/nodemcu aplikasi android ON - OFF