Pada saat ini, 3D printing telah umum digunakan sebagai alat prototyping karena kemampuannya dalam menghasilkan produk dengan berbagai desain dalam waktu hitungan hari. Hal ini dimungkinkan karena teknologi 3D printing dapat membuat produk tanpa membutuhkan tooling yang rumit.
Salah satu manfaat utama 3D printing adalah memberikan kebebasan yang lebih besar dalam hal desain dan pengembangan produk. Biasanya, proses pembuatan geometri terlalu mahal atau tidak nyaman untuk dicapai dengan bantuan metode subtraktif tradisional.
Teknologi 3D Printer masih belum terlalu familiar bagi kebanyakan orang. Hal tersebut dikarenakan penggunaannya masih terbatas dan harganya yang tergolong mahal sehingga hanya sebagian orang yang bisa memilikinya. Apalagi, tidak semua orang memiliki wawasan tentang bagaimana cara kerja mesin 3D Printer serta bagaimana cara pengoperasiannya. Padahal wawasan tersebut sangat diperlukan sebagai dasar untuk memulai percetakan tiga dimensi.
1. Persiapan Desain
Tahapan pertama tentu dimulai dengan mempersiapkan desain digital tiga dimensi (3D). Pembuatan desain objek bisa menggunakan aplikasi gratis seperti blender, tinkercad, atau aplikasi profesional berbayar seperti Autodesk Fusion 360. Aplikasi tadi sudah otomatis terkoneksi dengan 3D Printer sehingga lebih memudahkan bagi pemula. Top 10 3D Modeling Software SketchUp, Maya, Blender, Unity, Adobe Dimension, Creo Parametric, Adobe Substance 3D Sampler, dan SolidWorks Composer.
Baca Juga: Pintarnya ChatGPT
2. Pengaturan Posisi Objek
Dalam tampilan aplikasi Ultimaker Cura terdapat beberapa opsi pengaturan yang bisa Anda sesuaikan dengan kebutuhan. Pengaturan paling dasar yaitu pengaturan posisi objek agar pas dengan bidang cetak atau bed printer. Tujuannya agar objek melekat kuat dengan alas sehingga objek tidak bergeser atau berubah bentuk saat sedang dicetak.
3. Setting Tingkat Kerapatan dan Kecepatan 3D Printer
Tahap selanjutnya yaitu melakukan setting tingkat kerapatan objek untuk menentukan kepadatannya. Kerapatan 0% berarti cetakannya tidak ada rongga atau garis sama sekali sedangkan kerapatan 100% berarti objek akan terisi filamen secara penuh. Lalu, jangan lupa untuk mengatur kecepatan mesin cetak agar tepat. Karena jika terlalu cepat akan menyebabkan filamen masih meleleh saat belum sempat melekati objek.
4. Persiapan Koneksivitas
Teknologi 3D Printer sudah dilengkapi dengan fitur kontrol dan setting langsung melalui komputer. Penyetingan yang bisa dilakukan antara lain mengatur suhu nossel, tinggi nossel, hingga menentukan batasan wilayak cetak. Namun, setting dasar yang harus dilakukan adalah konekstivitasnya.
Pilih koneksi Serial Connection jika ingin mengatur mesin cetak secara langsung tanpa melalui server. Pilih Port – Auto untuk memperlancar koneksi mesin cetak dan komputer.
5. Pengaturan Mesin 3D Printer dengan Komputer
Setelah koneksi sudah berhasil terhubung, seluruh komponen dasar 3D Printer dapat diatur melalui komputer. Pengaturan yang bisa dilakukan antara lain suhu extruder, suhu kipas pendingin, suhu bed, kecepatan gerak nossel, serta jumlah material filamen yang keluar.
6. Penyimpanan File Desain 3D
Tahapan penyimpanan ini diperlukan agar kita tak perlu mengatur ulang desain jika ingin mencetaknya lagi. File desain yang sudah final bisa disimpan melalui kolom print preview. Ada dua opsi penyimpanan yakni menyimpan di komputer atau SDcard. Jika objek yang akan dicetak berdimensi besar sebaiknya file disimpan di SDcard karena pencetakannya akan membutuhkan waktu lama sehingga bisa ditinggal.
7. Pencetakan Objek
Ini adalah tahapan final yaitu proses mencetak objek. Sebelumnya pastikan filamen atau material cetak yang akan digunakan sudah terpasang dengan tepat. Jika semua sudah siap, tinggal klik Print seperti mencetak pada umumnya. Mesin 3D Printer akan otomatis menjalankan kalibrasi, memanaskan nossel dan bed sesuai apa yang sudah diatur sebelumnya di komputer.
Sumber : builder id
Baca Juga: Video Mengubah Google Site Menjadi Domain Sendiri
Video Mengubah Google Site Menjadi Domain Sendiri