<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"><channel><title><![CDATA[Jejak Media]]></title><description><![CDATA[Jejak Media berisi Konten tentang Media, Teknologi, Teknologi Pembelajaran, Video pembelajaran dan Tutorial. Pengenaln arduino dan IoT]]></description><link>https://blog.jejakmedia.link/</link><image><url>https://blog.jejakmedia.link/favicon.png</url><title>Jejak Media</title><link>https://blog.jejakmedia.link/</link></image><generator>Ghost 3.41</generator><lastBuildDate>Tue, 06 Oct 2026 17:25:59 GMT</lastBuildDate><atom:link href="https://blog.jejakmedia.link/rss/" rel="self" type="application/rss+xml"/><ttl>60</ttl><item><title><![CDATA[Soal STEM Science (Sains), Technology (Teknologi), Engineering (Teknik), dan Mathematics (Matematika)]]></title><description><![CDATA[<ol><li>Seorang guru merancang pembelajaran STEM dengan topik konservasi air di lingkungan sekolah. Dalam rencananya, guru sudah menentukan kegiatan eksperimen dan produk yang harus dibuat murid. Namun, guru belum mengaitkan kegiatan tersebut dengan capaian pembelajaran dari mata pelajaran yang terintegrasi. Anda diminta menganalisis kualitas perencanaan tersebut. Analisis yang paling tepat adalah</li></ol>]]></description><link>https://blog.jejakmedia.link/soal-stem/</link><guid isPermaLink="false">69afa145111fc3580efd2766</guid><dc:creator><![CDATA[Hary Tri]]></dc:creator><pubDate>Tue, 10 Mar 2026 04:43:34 GMT</pubDate><media:content url="https://images.unsplash.com/photo-1507413245164-6160d8298b31?crop=entropy&amp;cs=tinysrgb&amp;fit=max&amp;fm=jpg&amp;ixid=M3wxMTc3M3wwfDF8c2VhcmNofDJ8fHNjaWVuY2V8ZW58MHx8fHwxNzczMTE3ODIxfDA&amp;ixlib=rb-4.1.0&amp;q=80&amp;w=2000" medium="image"/><content:encoded><![CDATA[<ol><li>Seorang guru merancang pembelajaran STEM dengan topik konservasi air di lingkungan sekolah. Dalam rencananya, guru sudah menentukan kegiatan eksperimen dan produk yang harus dibuat murid. Namun, guru belum mengaitkan kegiatan tersebut dengan capaian pembelajaran dari mata pelajaran yang terintegrasi. Anda diminta menganalisis kualitas perencanaan tersebut. Analisis yang paling tepat adalah …<br>a. Perencanaan sudah sesuai karena pembelajaran STEM tidak harus dikaitkan dengan capaian pembelajaran lintas mata pelajaran<br>b. Perencanaan sudah tepat karena proyek dan eksperimen telah dirancang secara jelas dan sesuai permasalahan nyata<br>c. Perencanaan kurang tepat karena proyek STEM seharusnya hanya fokus pada konsep sains dan matematika.<br>d. Perencanaan perlu diperbaiki karena integrasi STEM seharusnya dimulai dari keterkaitan dengan capaian pembelajaran lintas mata pelajaran. ok</li></ol><img src="https://images.unsplash.com/photo-1507413245164-6160d8298b31?crop=entropy&cs=tinysrgb&fit=max&fm=jpg&ixid=M3wxMTc3M3wwfDF8c2VhcmNofDJ8fHNjaWVuY2V8ZW58MHx8fHwxNzczMTE3ODIxfDA&ixlib=rb-4.1.0&q=80&w=2000" alt="Soal STEM Science (Sains), Technology (Teknologi), Engineering (Teknik), dan Mathematics (Matematika)"><p>Manakah dari pernyataan berikut yang merupakan karakteristik lingkungan belajar STEM yang ideal?<br>a. Mendorong guru dan murid memperdalam konteks sain sebagai komponen yang melingkupi STEM.ok<br>b. STEM secara ideal dilakukan di ruang laboratorium canggih dengan teknologi terkini.<br>c. Menekankan pada penyelesaian soal-soal berpikir tingkat tinggi (HOTS) secara berkelompok.<br>d. Mendorong kolaborasi, eksplorasi, dan refleksi dalam pengalaman belajar yang autentik.</p><p>Mengapa pembelajaran STEM dianggap sangat krusial bagi Indonesia dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045?<br>a. Untuk memastikan bonus demografi menjadi kompetensi produktif abad ke-21, bukan beban pembangunan. ok<br>b. Menjadi alternatif perubahan kurikulum berbasis disiplin ilmu terpisah dengan satu mata pelajaran tunggal.<br>c. Sebagai salah satu syarat dalam rangka mendapatkan bantuan dana pendidikan dari organisasi internasional.<br>d. Merupakan cara pertama dan utama dalam meningkatkan peringkat PISA Indonesia.</p><p>Dalam evolusi definisinya, STEM kini dipandang sebagai 'meta-disiplin'. Apa maksud dari istilah tersebut?<br>a. Kumpulan konten sains dan rumus matematika yang dapat digunakan khusus dalam proses enjinering.<br>b. Sebuah mata pelajaran baru yang dapat difasilitasi dengan penggunaan teknologi media sosial.<br>c. Pendekatan yang menghapus batas antarbidang untuk membangun literasi dan kesiapan kerja.ok<br>d. Pendekatan pembelajaran yang mengharuskan penggunaan model pembelajaran berbasis projek.</p><p>Apa yang menjadi fokus utama dalam "Praktik Pedagogis" pada kerangka pembelajaran STEM?<br>a. Pembelajaran yang berfokus pada penggunaan teknologi digital mutakhir untuk mempercepat pemahaman murid.<br>b. Pemanfaatan seluruh teori sains sebagai dasar menjawab permasalahan dalam konteks dunia nyata. ok<br>c. Pemisahan disiplin ilmu agar murid menguasai satu bidang secara mendalam terlebih dahulu.<br>d. Penggunaan praktik saintifik dan enjinering sebagai proses menyelesaikan masalah dalam konteks nyata.</p><p>Sains, teknologi, enjinering dan matematika sebagai komponen STEM, masing-masing memiliki peran penting. Manakah dari pernyataan berikut yang paling tepat?<br>a. Enjinering berperan menanamkan konsep, praktik, dan sikap ilmiah sebagai dasar dalam merencanakan ide solusi.<br>b. Teknologi berperan menanamkan konsep, praktik, dan sikap ilmiah sebagai dasar dalam merencanakan ide solusi.<br>c. Sains berperan menanamkan konsep, praktik, dan sikap ilmiah sebagai dasar dalam merencanakan ide solusi. ok<br>d. Matematika berperan menanamkan konsep, praktik, dan sikap ilmiah sebagai dasar dalam merencanakan ide solusi.</p><p>Seorang guru merancang proyek STEM dengan topik pengelolaan sampah organik di sekolah. Murid diminta mengamati masalah, merancang alat pengolah sampah sederhana, dan mempresentasikan hasilnya. Agar perencanaan pembelajaran benar-benar mencerminkan pembelajaran mendalam berbasis STEM, aspek yang paling penting untuk dipastikan dalam tahap perencanaan adalah …<br>a. Jumlah mata pelajaran yang dilibatkan dalam proyek<br>b. Penambahan tes tertulis di akhir pembelajaran<br>c. Penggunaan alat teknologi yang lebih canggih<br>d. Kejelasan masalah kontekstual, kriteria, dan batasan solusi proyek ok</p><p>Prinsip 'Mudah dan Murah' ditekankan dalam implementasi STEM di Indonesia. Makna ‘mudah’ dan ‘murah’ yang paling tepat adalah …<br>a. Inklusivitas, karena pembelajaran STEM mengarah kepada projek-projek sederhana dan bukan yang kompleks.ok<br>b. Inklusivitas, sehingga STEM dapat diadaptasi oleh berbagai kondisi dan jenjang satuan pendidikan.<br>c. Eksklusivitas, karena STEM berbeda dengan pendekatan-pendekatan pembelajaran lainnya.<br>d. Eksklusivitas, karena pembelajaran STEM kebanyakan memanfaatkan barang-barang bekas/hasil daur ulang.</p><p>Dalam suatu kelas STEM, guru memberikan tantangan kepada murid untuk merancang solusi terhadap masalah pengelolaan sampah plastik di lingkungan sekolah. Murid bekerja dalam kelompok, melakukan observasi, merancang solusi, membuat prototipe, dan mempresentasikan hasilnya.. Tujuan utama kegiatan tersebut dalam pembelajaran STEM adalah ....<br>a. Mengukur kemampuan murid dalam mengikuti instruksi guru dan bernalar kritis<br>b. Menghafal konsep ilmiah secara sistematis agar lebih mudah dipraktikkan<br>c. Mengembangkan pemecahan masalah melalui praktik saintifik dan enjineringok<br>d. Menguji kemampuan akademik secara individual dan kolaborasi kelompok</p><p>Manakah pernyataan yang paling tepat mengenai langkah kedua pada saat merencanakan pembelajaran STEM dalam intrakurikuler?<br>a. Menentukan topik Proyek STEM melalui identifkasi masalah di sekitar lingkungan satuan pendidikan.<br>b. Menganalisis capaian pembelajaran serta integrasi komponen STEM dan materi mata pelajaran.ok<br>c. Menentukan strategi pelaksanaan proses saintifk dan enjinering yang paling sederhana.<br>d. Menyusun perencanaan pembelajaran STEM dan asesmennya secara lengkap sesuai panduan.</p><p>Seorang guru merancang pembelajaran STEM menggunakan model Problem Based Learning (PBL) dengan topik penghematan energi listrik di sekolah. Dalam rencana pembelajaran, guru sudah menyiapkan masalah tentang tingginya penggunaan listrik di ruang kelas. Namun dalam langkah pembelajaran, guru langsung menjelaskan konsep energi dan memberikan solusi penghematan listrik kepada murid sebelum mereka melakukan analisis masalah. Anda diminta menganalisis kesalahan sekaligus perbaikan yang seharusnya dilakukan dalam perencanaan pembelajaran tersebut. Pilihan yang paling tepat adalah …<br>a. Perencanaan kurang tepat karena topik energi terlalu sulit; perbaikannya adalah mengganti masalah dengan topik yang lebih sederhana dan lebih murah.<br>b. Perencanaan kurang tepat karena guru langsung memberikan solusi; perbaikannya adalah memberi kesempatan murid menganalisis masalah, mengumpulkan data, dan merumuskan solusi terlebih dahulu.ok<br>c. Perencanaan sudah tepat karena guru perlu menjelaskan konsep terlebih dahulu agar murid memahami masalah sehingga mudah merancang solusi yang mudah dan murah.<br>d. Perencanaan kurang tepat karena murid tidak menggunakan alat pengukuran energi; perbaikannya adalah menambahkan alat teknologi dalam pembelajaran dan media gital lainnya.</p><p>Model pembelajaran Project-Based Learning (PjBL) yang dikenal sebagai PjBL STEM Adalah yang dikemukakan oleh ….<br>a. Wurdinger &amp; Carlson<br>b. George Lucas<br>c. Diana Laboy-Rush.ok<br>d. SEAMEO STEM-ED</p><p>Seorang guru merancang proyek STEM tentang pengolahan limbah plastik. Murid diminta mengidentifikasi masalah, merancang produk, menguji, dan mempresentasikan hasilnya. Agar perencanaan pembelajaran STEM lebih kuat, aspek yang paling perlu diperjelas adalah …<br>a. Konten masalah, kriteria, dan batasan solusi ok<br>b. Penambahan tes sumatif<br>c. Penggunaan teknologi digital<br>d. Jumlah mata pelajaran yang diintegrasikan</p><p>Dalam implementasi intrakurikuler, apa langkah pertama yang harus dilakukan pendidik dalam merancang pembelajaran STEM?<br>a. Menentukan kriteria batasan masalah yang akan dipelajari.<br>b. Membuat purwarupa sebagai contoh produk hasil belajar murid.<br>c. Memilih ketersediaan teknologi yang paling memungkinkan.<br>d. Mengidentifikasi konten masalah atau isu nyata yang relevanok</p><p>Manakah yang paling tepat dari pernyataan berikut yang menunjukkan tahapan model Pembelajaran Berbasis Projek Laboy-Rush?<br>a. Pendefnisian Masalah-Diagnosis Awal-Penelitian/Penyelidikan-Pemahaman Bersama<br>b. Memperkenalkan Masalah dan Konteks-Mengembangkan Pemahaman dan Keterampilan-Memecahkan Masalah-Mengomunikasikan Solusi.<br>c. Merefeksi-Meneliti-Mengeksplorasi dan Menemukan-Mengaplikasikan-Mengomunikasikan.<br>d. Memulai dengan Pertanyaan Esensial-Merancang Rencana Proyek-Membuat Jadwal-Memantau Murid dan Perkembangan Proyek-Menilai Hasil Proyek-Mengevaluasi Pengalaman.ok</p><p>Seorang guru merancang proyek STEM tentang pemanfaatan limbah dapur hotel menjadi kompos. Dalam modul ajar, guru langsung meminta murid merancang dan membuat produk kompos tanpa kegiatan analisis masalah dan pengumpulan informasi ilmiah terlebih dahulu. Perbaikan perencanaan yang paling sesuai dengan tahapan PjBL STEM LaBoy-Rush adalah …<br>a. Mengeksplorasi desain → Mengaplikasikan produk → Meneliti teori → Mengomunikasikan hasil.<br>b. Mengaplikasikan produk → Mengomunikasikan hasil → Merefleksi pengalaman.<br>c. Meneliti konsep → Mengaplikasikan produk → Mengeksplorasi ide → Mengomunikasikan hasil.ok<br>d. Merefleksi → Meneliti → Mengeksplorasi &amp; Mendesain solusi → Mengaplikasikan solusi → Mengomunikasikan hasil.</p><p>Seorang guru merancang proyek STEM tentang penghematan energi listrik di sekolah. Dalam rencana pembelajarannya, guru sudah menentukan topik proyek dan produk yang harus dibuat murid. Namun, guru belum merumuskan masalah kontekstual yang harus diselesaikan murid. Anda diminta menganalisis rencana tersebut. Analisis yang paling tepat adalah …<br>a. Perencanaan kurang tepat karena proyek STEM seharusnya selalu menggunakan alat laboratorium.<br>b. Perencanaan perlu diperbaiki karena pembelajaran STEM seharusnya diawali dari identifikasi masalah nyata yang akan diselesaikan murid.ok<br>c. Perencanaan sudah tepat karena produk proyek telah ditentukan sejak awal.<br>d. Perencanaan sudah sesuai karena fokus utama STEM adalah menghasilkan produk teknologi.</p><p>Definisi 'Enjinering' dalam konteks komponen STEM adalah …<br>a. Proses merancang solusi untuk memecahkan masalah nyata dengan memanfaatkan prinsip sains, matematika, dan teknologi.ok<br>b. Segala bentuk inovasi alat buatan manusia yang memiliki kegunaan memudahkan pekerjaan sehari-hari.<br>c. Ilmu yang fokusnya mempelajari fenomena alam sekitar kita seperti fisika, kimia, dan biologi.<br>d. Ilmu yang mempelajari berbagai macam pola dan hubungan melalui penggunaan bilangan dan simbol.</p><p>Karakteristik 'Integrasi Lintas Disiplin Ilmu' dalam STEM dapat dilakukan dalam berbagai spektrum. Manakah yang merupakan tingkat integrasi paling tinggi di mana identitas disiplin ilmu larut dalam proses pemecahan masalah?<br>a. Transdisipliner. ok<br>b. Interdisipliner<br>c. Monodisipliner<br>d. Multidisipliner</p><p>Seorang guru merancang pembelajaran STEM menggunakan model Project Based Learning (PjBL) dengan tema pengurangan penggunaan plastik di sekolah. Dalam rencana pembelajaran, guru langsung menentukan proyek yaitu membuat tas belanja dari plastik bekas serta memberikan langkah kerja yang harus diikuti murid. Murid hanya mengikuti prosedur yang telah ditetapkan tanpa melakukan investigasi masalah atau merancang solusi sendiri. Anda diminta menganalisis kesalahan utama sekaligus perbaikan yang seharusnya dilakukan dalam perencanaan pembelajaran tersebut. Pilihan yang paling tepat adalah …<br>a. Perencanaan sudah tepat; guru hanya perlu menambah waktu pengerjaan proyek agar produk lebih berkualitas dan dapat dimanfaatkan dalam kehiudpan sehari-hari.<br>b. Perencanaan kurang tepat karena murid tidak menggunakan alat teknologi modern; perbaikan yang perlu dilakukan adalah menambahkan penggunaan perangkat digital dalam proyek.<br>c. Perencanaan kurang tepat karena proyek sudah ditentukan sejak awal; perbaikan yang seharusnya dilakukan adalah memulai pembelajaran dengan investigasi masalah penggunaan plastik di sekolah sehingga murid dapat merancang solusi proyeknya sendiri.ok<br>d. Perencanaan kurang tepat karena produk terlalu sederhana; perbaikan yang perlu dilakukan adalah mengganti proyek dengan produk teknologi yang lebih kompleks.</p><p>Salah satu urgensi STEM di Indonesia adalah menutup defisit keterampilan tertentu yang terlihat dari hasil PISA 2022. Keterampilan apakah yang dimaksud?<br>a. Memahami dan menerapkan rumus-rumus sains secara cepat.<br>b. Berpikir tingkat tinggi (Higher-Order Thinking Skills/HOTS).ok<br>c. Mengoperasikan perangkat lunak terbaru dan sedang tren.<br>d. Membaca dan memaknai teks secara cepat namun mendalam</p><p>Apa tujuan utama dari penggunaan 'Praktik Saintifik dan Enjinering' dalam pembelajaran STEM bagi murid?<br>a. Memberikan kerangka kerja untuk merumuskan solusi serta melatih pemecahan masalah dan penalaran logis.<br>b. Mengarahkan murid agar lebih fokus pada pemahaman perhitungan matematika dan penerapannya.<br>c. Melatih murid memahami dan mengalami situasi kerja langsung seperti halnya di dunia kerja sesungguhnya.ok<br>d. Memastikan murid selalu mendapatkan jawaban yang benar pada langkah awal dan terhindar dari kesalahan.</p><p>Seorang guru merancang pembelajaran STEM tentang pemanfaatan energi matahari dengan menggunakan model siklus 5E. Dalam rencana pembelajaran, guru memulai dengan menjelaskan konsep energi surya, kemudian murid melakukan percobaan sederhana dan membuat purwarupa alat pemanas air tenaga surya. Anda diminta menganalisis sekaligus memperbaiki rancangan tersebut. Analisis dan perbaikan yang paling tepat adalah …<br>a. Perencanaan kurang tepat karena tahap awal seharusnya Engagement → Exploration → Explanation → Elaboration → Evaluation, yaitu membangkitkan rasa ingin tahu murid melalui masalah nyata sebelum eksperimen dan penjelasan konsep.<br>b. Perencanaan kurang tepat karena pembelajaran STEM seharusnya dimulai dari tahap Elaboration → Exploration → Explanation → Evaluation → Engagement dengan langsung membuat produk teknologi.<br>c. Perencanaan sudah tepat karena tahap Explanation → Exploration → Elaboration → Evaluation → Engagement dapat dimulai dengan penjelasan konsep terlebih dahulu.ok<br>d. Perencanaan sudah sesuai karena urutan Exploration → Explanation → Elaboration → Evaluation → Engagement tetap memungkinkan murid melakukan eksperimen.</p><p>Berdasarkan komponen STEM, 'Teknologi' didefinisikan sebagai...<br>a. Penggunaan perangkat yang serba digital seperti komputer dan internet beserta aplikasi penyertanya.<br>b. Ilmu yang mempelajari fenomena alam semesta melalui kegiatan observasi dan eksperimen.<br>c. Segala bentuk inovasi atau alat buatan manusia yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan dan memudahkan pekerjaan.ok<br>d. Proses menghitung dengan memanfaatkan rumus-rumus tertentu dalam sebuah projek konstruksi.</p><p>Dalam sebuah pelatihan guru, ditemukan rancangan pembelajaran STEM sebagai berikut: Guru menjelaskan konsep pencemaran air selama 30 menit. Murid diminta membuat poster tentang solusi pencemaran air. Poster dipresentasikan di kelas. Anda diminta memberi umpan balik agar rancangan tersebut lebih sesuai dengan prinsip STEM. Perbaikan yang paling tepat adalah ....<br>a. Menambahkan aktivitas perancangan dan pengujian solusi nyata terhadap masalah pencemaran air, ok<br>b. Menambahkan kuis pilihan ganda di akhir pembelajaran dan dilengkapi jurnal refleksi<br>c. Mengganti poster dengan tugas rangkuman konsep yang dilaporkan melalui media sosial murid<br>d. Memperpanjang waktu ceramah agar konsep lebih dipahami dan murid lebih banyak bertanya</p><p>Bagaimana 'Matematika' berperan dalam sebuah pembelajaran berbasis STEM yang terintegrasi?<br>a. Membantu memecahkan masalah yang melibatkan proses perhitungan rumit dan kompleks.<br>b. Membantu memecahkan masalah secara logis dan sistematis melalui analisis pola, bilangan, dan data.ok<br>c. Sebagai mata pelajaran pelengkap yang tidak harus dilibatkan jika sudah ada perhitungan dari sisi sains.<br>d. Sebagai penentu utama keberhasilan sebuah desain rekayasa tanpa perlu uji coba yang rumit.</p><p>Melakukan kegiatan penyelidikan/eksperimen untuk menemukan konsep secara mandiri, dalam kontek model Siklus Pembelajaran 5E berada pada tahapan....<br>a. Elaborasi<br>b. Eksitasi awal<br>c. Eksplorasi, ok<br>d. Eksplanasi</p><p>Apa keunggulan perspektif "STEM sebagai Kerangka Berpikir Lintas Mata Pelajaran"?<br>a. Mudah diadaptasi oleh seluruh pendidik dalam lingkup bidang STEM.<br>b. Mudah diadaptasi oleh semua pendidik, termasuk bidang non-STEM.ok<br>c. Murid tidak perlu mempelajari teori dasar setiap mata pelajaran.<br>d. Hanya membutuhkan fasilitas laboratorium sederhana.</p><p>Manakah pilar kerangka pembelajaran STEM yang menjadi sarana bagi murid untuk mengeksplorasi, bereksperimen, dan menghasilkan solusi terhadap permasalahan nyata, membantu murid mencari referensi tambahan, mendokumentasikan proses, memvisualisasikan ide, berkolaborasi lintas lokasi, dan mempublikasikan karya mereka?<br>a. Pemanfaatan Digital,ok<br>b. Praktik Pedagogis<br>c. Lingkungan Belajar<br>d. Kemitraan Pembelajaran</p><p>Karakteristik "Iterasi" dalam proses enjinering pada pembelajaran STEM meliputi proses ...<br>a. Bertanya dan mengidentifikasi masalah, bertukar pikiran dan menentukan solusi, mengevaluasi solusi.<br>b. Empati, bertanya dan mengidentifikasi masalah, bertukar pikiran dan menentukan solusi.<br>c. Mengevaluasi, mendesain ulang solusi, dan mengomunikasikan hasil solusi terbaik.ok<br>d. Menguji, mengevaluasi, dan mendesain ulang solusi untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.</p>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[AI - Google Firebase Studio Test]]></title><description><![CDATA[<p>Coba aplikasi Google Firebase Studio</p><p>Google Firebase Studio merupakan evolusi terbaru dari ekosistem pengembangan Google yang menggabungkan kekuatan Cloud IDE dengan kecerdasan buatan. Sebagai penerus dari Project IDX, platform berbasis <em>agentic cloud</em> ini dirancang untuk mempermudah pengembang dalam membangun, menguji, dan meluncurkan aplikasi <em>full-stack</em> AI secara langsung melalui peramban web.</p>]]></description><link>https://blog.jejakmedia.link/ai-google-firebase-studio-test/</link><guid isPermaLink="false">69acf451b710020e84c2f79b</guid><category><![CDATA[AI]]></category><category><![CDATA[Firebase Studio]]></category><dc:creator><![CDATA[Hary Tri]]></dc:creator><pubDate>Sun, 08 Mar 2026 04:01:48 GMT</pubDate><media:content url="https://images.unsplash.com/photo-1488590528505-98d2b5aba04b?crop=entropy&amp;cs=tinysrgb&amp;fit=max&amp;fm=jpg&amp;ixid=M3wxMTc3M3wwfDF8c2VhcmNofDF8fGFpJTIwY29kaW5nfGVufDB8fHx8MTc3Mjk0MjQ5Mnww&amp;ixlib=rb-4.1.0&amp;q=80&amp;w=2000" medium="image"/><content:encoded><![CDATA[<img src="https://images.unsplash.com/photo-1488590528505-98d2b5aba04b?crop=entropy&cs=tinysrgb&fit=max&fm=jpg&ixid=M3wxMTc3M3wwfDF8c2VhcmNofDF8fGFpJTIwY29kaW5nfGVufDB8fHx8MTc3Mjk0MjQ5Mnww&ixlib=rb-4.1.0&q=80&w=2000" alt="AI - Google Firebase Studio Test"><p>Coba aplikasi Google Firebase Studio</p><p>Google Firebase Studio merupakan evolusi terbaru dari ekosistem pengembangan Google yang menggabungkan kekuatan Cloud IDE dengan kecerdasan buatan. Sebagai penerus dari Project IDX, platform berbasis <em>agentic cloud</em> ini dirancang untuk mempermudah pengembang dalam membangun, menguji, dan meluncurkan aplikasi <em>full-stack</em> AI secara langsung melalui peramban web. Dengan integrasi mendalam ke dalam layanan Google Cloud, Firebase Studio menawarkan lingkungan kerja yang kolaboratif dan efisien tanpa perlu melakukan konfigurasi lokal yang rumit.</p><p>Fitur utama yang menjadi daya tarik Firebase Studio adalah kehadiran agen AI bernama Gemini. Agen ini tidak hanya berfungsi sebagai asisten pengodean biasa, tetapi juga mampu melakukan <em>prototyping</em> aplikasi secara instan berdasarkan instruksi bahasa alami, gambar, atau sketsa desain dari Figma. Melalui fitur <em>App Prototyping</em>, pengembang dapat menghasilkan struktur aplikasi, logika <em>backend</em>, hingga antarmuka pengguna secara otomatis, yang sangat mempercepat fase awal pengembangan proyek.</p><p>Selain kemampuan AI, Firebase Studio menyediakan dukungan luas untuk berbagai kerangka kerja dan bahasa pemrograman populer seperti React, Next.js, Angular, Flutter, hingga Python dan Go. Platform ini dilengkapi dengan emulator bawaan yang memungkinkan pengembang untuk melihat pratinjau aplikasi web maupun Android secara <em>real-time</em>. Kemudahan ini memastikan bahwa setiap perubahan kode dapat diuji seketika dalam lingkungan yang menyerupai kondisi produksi, sehingga meminimalisir kesalahan saat aplikasi diluncurkan.</p><p>Integrasi dengan layanan inti Firebase lainnya seperti Cloud Firestore, Authentication, dan Firebase App Hosting membuat manajemen infrastruktur menjadi jauh lebih sederhana. Melalui panel kontrol yang terpusat, pengguna dapat mengelola basis data, mengatur aturan keamanan (security rules), hingga memantau performa aplikasi dengan metrik observabilitas yang canggih. Hal ini memungkinkan pengembang untuk lebih fokus pada inovasi fitur daripada harus menghabiskan waktu pada manajemen peladen atau pipa CI/CD yang kompleks.</p><p>Sebagai platform yang terus berkembang di tahun 2026, Firebase Studio memposisikan diri sebagai solusi komprehensif bagi era "vibe coding," di mana batas antara ide dan implementasi kode semakin menipis. Dengan akses yang fleksibel dan kemampuan skalabilitas otomatis dari Google Cloud, platform ini menjadi alat yang sangat relevan baik bagi pengembang tunggal yang ingin membangun prototipe cepat, maupun tim besar yang membutuhkan ruang kerja kolaboratif yang aman dan bertenaga AI.</p><p>Ketika perintah: misalnya buatkan saya aplikasi resep. Maka, aplikasi akan dibuatkan... beginilah tampilannya.</p><figure class="kg-card kg-image-card"><img src="https://blog.jejakmedia.link/content/images/2026/03/image.png" class="kg-image" alt="AI - Google Firebase Studio Test" srcset="https://blog.jejakmedia.link/content/images/size/w600/2026/03/image.png 600w, https://blog.jejakmedia.link/content/images/2026/03/image.png 927w" sizes="(min-width: 720px) 720px"></figure><p>Linknya:</p><p><a href="https://9000-firebase-studio-1772938274651.cluster-ejd22kqny5htuv5dfowoyipt52.cloudworkstations.dev/">https://9000-firebase-studio-1772938274651.cluster-ejd22kqny5htuv5dfowoyipt52.cloudworkstations.dev/</a></p><p>Terima kasih</p><p>Kunjungi juga</p><p><a href="https://jejakmedia.link">https://jejakmedia.link</a></p><p><a href="https://kb.jejakmedia.link">https://kb.jejakmedia.link</a></p>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Materi Pelatihan Otomatisasi Pertanian - Internet of Things (IoT)]]></title><description><![CDATA[<p><br>Berikut kumpulan materi pelatihan Otomatisasi Pertanian - Internet of Things (IoT)</p><p><strong>Bahan Tayang KKA</strong></p><p><a href="https://www.canva.com/design/DAG_fBHOotM/_uuokW49QzzppEDeA7K33Q/view?utm_content=DAG_fBHOotM&amp;utm_campaign=designshare&amp;utm_medium=link2&amp;utm_source=uniquelinks&amp;utlId=hbdfac85ba5">Versi 1</a> Old</p><p><a href="https://www.canva.com/design/DAHBGEeE4WI/-Fnk4VXZ5bwM2P03fYr2IA/view?utm_content=DAHBGEeE4WI&amp;utm_campaign=designshare&amp;utm_medium=link2&amp;utm_source=uniquelinks&amp;utlId=h3e1e0a65ab">Versi 2. </a>Modif<br></p><p><strong>Bahan Tayang IoT</strong></p><p><a href="https://www.canva.com/design/DAG_k87NiSc/clKlpUFdeHSEI4oX2SRwtw/view?utm_content=DAG_k87NiSc&amp;utm_campaign=designshare&amp;utm_medium=link2&amp;utm_source=uniquelinks&amp;utlId=h101f961d7a">Materi 0. Desain Pembelajaran</a></p><p><a href="https://www.canva.com/design/DAG_k0ryVOg/uf0Q-0BVAd0Az_CzOH9DyQ/view?utm_content=DAG_k0ryVOg&amp;utm_campaign=designshare&amp;utm_medium=link2&amp;utm_source=uniquelinks&amp;utlId=h5c171e0c74">Materi 1. Pengantar IoT</a></p><p><a href="https://www.canva.com/design/DAG_kwKLeg4/akx367B5VUSvgkLq7_INUQ/view?utm_content=DAG_kwKLeg4&amp;utm_campaign=designshare&amp;utm_medium=link2&amp;utm_source=uniquelinks&amp;utlId=h3b19ea1642">Materi 2. Komponen Dasar dan Sistem IoT</a></p><p><a href="http://haac1730efb">Materi 3. Dasar Pemrograman</a></p><p><a href="https://www.canva.com/design/DAG_k8r5-T8/FZRg8AVt6xShn-w65CJ5Yw/view?utm_content=DAG_k8r5-T8&amp;utm_campaign=designshare&amp;utm_medium=link2&amp;utm_source=uniquelinks&amp;utlId=h1600b122a9">Materi 4. Praktik Dasar Elektronika dan Pemrograman (Simulator</a></p>]]></description><link>https://blog.jejakmedia.link/materi-pelatihan-otomatisasi-pertanian-internet-of-things-iot/</link><guid isPermaLink="false">69aa743186f4c238baa031aa</guid><category><![CDATA[IoT]]></category><dc:creator><![CDATA[Hary Tri]]></dc:creator><pubDate>Fri, 06 Mar 2026 06:30:43 GMT</pubDate><media:content url="https://images.unsplash.com/photo-1516321318423-f06f85e504b3?crop=entropy&amp;cs=tinysrgb&amp;fit=max&amp;fm=jpg&amp;ixid=M3wxMTc3M3wwfDF8c2VhcmNofDF8fGNvbXB1dGVyJTIwdHJhaW5pbmd8ZW58MHx8fHwxNzcyNzc4NTg4fDA&amp;ixlib=rb-4.1.0&amp;q=80&amp;w=2000" medium="image"/><content:encoded><![CDATA[<img src="https://images.unsplash.com/photo-1516321318423-f06f85e504b3?crop=entropy&cs=tinysrgb&fit=max&fm=jpg&ixid=M3wxMTc3M3wwfDF8c2VhcmNofDF8fGNvbXB1dGVyJTIwdHJhaW5pbmd8ZW58MHx8fHwxNzcyNzc4NTg4fDA&ixlib=rb-4.1.0&q=80&w=2000" alt="Materi Pelatihan Otomatisasi Pertanian - Internet of Things (IoT)"><p><br>Berikut kumpulan materi pelatihan Otomatisasi Pertanian - Internet of Things (IoT)</p><p><strong>Bahan Tayang KKA</strong></p><p><a href="https://www.canva.com/design/DAG_fBHOotM/_uuokW49QzzppEDeA7K33Q/view?utm_content=DAG_fBHOotM&amp;utm_campaign=designshare&amp;utm_medium=link2&amp;utm_source=uniquelinks&amp;utlId=hbdfac85ba5">Versi 1</a> Old</p><p><a href="https://www.canva.com/design/DAHBGEeE4WI/-Fnk4VXZ5bwM2P03fYr2IA/view?utm_content=DAHBGEeE4WI&amp;utm_campaign=designshare&amp;utm_medium=link2&amp;utm_source=uniquelinks&amp;utlId=h3e1e0a65ab">Versi 2. </a>Modif<br></p><p><strong>Bahan Tayang IoT</strong></p><p><a href="https://www.canva.com/design/DAG_k87NiSc/clKlpUFdeHSEI4oX2SRwtw/view?utm_content=DAG_k87NiSc&amp;utm_campaign=designshare&amp;utm_medium=link2&amp;utm_source=uniquelinks&amp;utlId=h101f961d7a">Materi 0. Desain Pembelajaran</a></p><p><a href="https://www.canva.com/design/DAG_k0ryVOg/uf0Q-0BVAd0Az_CzOH9DyQ/view?utm_content=DAG_k0ryVOg&amp;utm_campaign=designshare&amp;utm_medium=link2&amp;utm_source=uniquelinks&amp;utlId=h5c171e0c74">Materi 1. Pengantar IoT</a></p><p><a href="https://www.canva.com/design/DAG_kwKLeg4/akx367B5VUSvgkLq7_INUQ/view?utm_content=DAG_kwKLeg4&amp;utm_campaign=designshare&amp;utm_medium=link2&amp;utm_source=uniquelinks&amp;utlId=h3b19ea1642">Materi 2. Komponen Dasar dan Sistem IoT</a></p><p><a href="http://haac1730efb">Materi 3. Dasar Pemrograman</a></p><p><a href="https://www.canva.com/design/DAG_k8r5-T8/FZRg8AVt6xShn-w65CJ5Yw/view?utm_content=DAG_k8r5-T8&amp;utm_campaign=designshare&amp;utm_medium=link2&amp;utm_source=uniquelinks&amp;utlId=h1600b122a9">Materi 4. Praktik Dasar Elektronika dan Pemrograman (Simulator WokWi)</a></p><p><a href="https://www.canva.com/design/DAG_k8z7Lqo/20-CfW0V2dQlk6Qe06hozw/view?utm_content=DAG_k8z7Lqo&amp;utm_campaign=designshare&amp;utm_medium=link2&amp;utm_source=uniquelinks&amp;utlId=h7cf04e3787">Materi 5. Platform IoT dan Aplikasi Blynk</a></p><p><a href="https://www.canva.com/design/DAG_k_C8WnE/bQK7r4q9NImKBRs1AxJj9w/view?utm_content=DAG_k_C8WnE&amp;utm_campaign=designshare&amp;utm_medium=link2&amp;utm_source=uniquelinks&amp;utlId=hae3454485a">Materi 6. Perancangan Sistem IoT</a></p><p><a href="https://www.canva.com/design/DAG_k8r5-T8/FZRg8AVt6xShn-w65CJ5Yw/view?utm_content=DAG_k8r5-T8&amp;utm_campaign=designshare&amp;utm_medium=link2&amp;utm_source=uniquelinks&amp;utlId=h1600b122a9">Materi 7. (Luring) Real Device</a></p><p><a href="https://www.canva.com/design/DAG_k65PfM8/4y-RXne1ZCP1_fxXhIR1uQ/view?utm_content=DAG_k65PfM8&amp;utm_campaign=designshare&amp;utm_medium=link2&amp;utm_source=uniquelinks&amp;utlId=hd73e0a13e6">Materi 8. Mini Project - Dashboard Web with AI</a></p><p><a href="https://www.canva.com/design/DAG_k-Uxj0k/1MX4oDFshdx938UneiXyoA/view?utm_content=DAG_k-Uxj0k&amp;utm_campaign=designshare&amp;utm_medium=link2&amp;utm_source=uniquelinks&amp;utlId=h672ece3ad6">Materi 9. Perancangan (Flowchart)</a></p><p><a href="https://docs.google.com/document/d/1vOvXPqAqKJxnNTxP-r_l2f-agZvuRPzt/edit?usp=drive_link&amp;ouid=105413977533880771593&amp;rtpof=true&amp;sd=true">Materi 10. Perancangan dan Implementasi Project</a><br></p><p><strong>Naskah F3 Daring</strong></p><p><a href="https://docs.google.com/document/d/1InuEpGN1wYq6_YXekGpljDinM-ODf_FA/edit?usp=sharing&amp;ouid=109353873429310056609&amp;rtpof=true&amp;sd=true">https://docs.google.com/document/d/1InuEpGN1wYq6_YXekGpljDinM-ODf_FA/edit?usp=sharing&amp;ouid=109353873429310056609&amp;rtpof=true&amp;sd=true</a><br></p><p><strong>Bahan Bacaan Daring (OTW)</strong></p><p><a href="https://drive.google.com/file/d/1wBteHJ5uPaXPtwfaEf4uvEn91mlzNiiF/view?usp=sharing">Bahan Bacaan 1. Kosep Dasar IoT</a></p><p><a href="https://drive.google.com/file/d/1NxPnfFMAwLOmnibkG_jPtF_rCJ1KwAhU/view?usp=drive_link">Bahan Bacaan 2. Kompnen Elektronika dan Sistem IoT</a></p><p><a href="https://drive.google.com/file/d/15NAO2dyeb1_4Kuoj3KbOQwF3MDEI8spp/view?usp=drive_link">Bahan Bacaan 3. Mikroprocessor, Microcontroller, dan Sensor</a></p><p><a href="https://drive.google.com/file/d/1U-5hDDT1H9cXe0Rv7uVxbzB9fhNHqmh-/view?usp=drive_link">Bahan Bacaan 4. Bahan Tayang - Praktik Simulator</a></p><p>Bahan Bacaan 5. <br><br></p><p><strong>Video Pembelajaran</strong></p><p><a href="https://youtu.be/nDqWpcLwSjM?si=FQlHNai3PiE-n5k8">Video Pembelajaran 1.Kontrol LED Wokwi</a></p><p><a href="https://youtu.be/w96UoGJpwag?si=MvokDZ5ywre55tyt">Video Pembelajaran 2. Sensor DHT 22 dengan Wokwi</a></p><p><a href="https://youtu.be/PHTFijr_n7E?si=y_tmGsFJVQIqRaR2">Video Pembelajaran 3. Sensor DHT dan LCD</a></p><p><a href="https://youtu.be/bgC-yFqGPGU">Video Pembelajaran 4. Tutorial Blynk 1. Fungsi dan Fitur</a></p><p><a href="https://youtu.be/nk8lbQK-cfs">Video Pembelajaran 5. Tutorial Blynk 2. Kontrol LED dengan Blynk</a></p><p><a href="https://youtu.be/ITJjvYQHOQ0">Video Pembelajaran 6. Tutorial DHT22 LED Blynk</a><br></p><p><strong>Modul Ajar Full (OTW)</strong></p><p><a href="https://docs.google.com/document/d/1AHPcZ5VVSv18wmMXdzsSMbmc8LEgCrya/edit?usp=drive_link&amp;ouid=109353873429310056609&amp;rtpof=true&amp;sd=true">https://docs.google.com/document/d/1AHPcZ5VVSv18wmMXdzsSMbmc8LEgCrya/edit?usp=drive_link&amp;ouid=109353873429310056609&amp;rtpof=true&amp;sd=true</a></p><p>Video Pembelajaran Otomatisasi Dasar Bidang Pertanian - IoT</p><figure class="kg-card kg-embed-card"><iframe width="200" height="113" src="https://www.youtube.com/embed/bgC-yFqGPGU?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen title="Materi 5. Platform IoT (Blynk) - Mengenal Fitur dan Fungsi Aplikasi Blynk"></iframe></figure>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Soal Pre - Post Pelatihan Pengembang Teknologi Pembelajaran Level 1]]></title><description><![CDATA[<p></p><ol><li>Pendidik ingin memanfaatkan blog yang dimilikinya untuk aktivitas pembelajaran daring peserta didik. Blog dimanfaatkan oleh peserta didik setelah proses pembelajaran tatap muka di kelas berlangsung. Model pembelajaran yang diterapkan oleh pendidik tersebut adalah model pembelajaran</li></ol><ul><li><strong>flipped classroom, ok</strong></li><li>crossover</li><li>blended learning </li><li>discovery learning</li><li>distance learning</li></ul><p><strong>2</strong>. Pada hakikatnya tujuan penerapan</p>]]></description><link>https://blog.jejakmedia.link/soal-pre-post-pelatihan-pengembang-teknologi-pembelajaran-level-1/</link><guid isPermaLink="false">69327cb72e3f1f919c16ae17</guid><category><![CDATA[Soal]]></category><dc:creator><![CDATA[Hary Tri]]></dc:creator><pubDate>Fri, 05 Dec 2025 06:36:40 GMT</pubDate><media:content url="https://images.unsplash.com/photo-1562670905-91409f3b7727?crop=entropy&amp;cs=tinysrgb&amp;fit=max&amp;fm=jpg&amp;ixid=M3wxMTc3M3wwfDF8c2VhcmNofDJ8fHRlY2hub2xvfGVufDB8fHx8MTc2NDkxNjYxMnww&amp;ixlib=rb-4.1.0&amp;q=80&amp;w=2000" medium="image"/><content:encoded><![CDATA[<img src="https://images.unsplash.com/photo-1562670905-91409f3b7727?crop=entropy&cs=tinysrgb&fit=max&fm=jpg&ixid=M3wxMTc3M3wwfDF8c2VhcmNofDJ8fHRlY2hub2xvfGVufDB8fHx8MTc2NDkxNjYxMnww&ixlib=rb-4.1.0&q=80&w=2000" alt="Soal Pre - Post Pelatihan Pengembang Teknologi Pembelajaran Level 1"><p></p><ol><li>Pendidik ingin memanfaatkan blog yang dimilikinya untuk aktivitas pembelajaran daring peserta didik. Blog dimanfaatkan oleh peserta didik setelah proses pembelajaran tatap muka di kelas berlangsung. Model pembelajaran yang diterapkan oleh pendidik tersebut adalah model pembelajaran</li></ol><ul><li><strong>flipped classroom, ok</strong></li><li>crossover</li><li>blended learning </li><li>discovery learning</li><li>distance learning</li></ul><p><strong>2</strong>. Pada hakikatnya tujuan penerapan budaya kerja pada organisasi adalah untuk …. </p><ul><li>mengombinasikan antara tugas organisasi dengan pembagian peran di antara anggota</li><li>mewujudkan peran aktif anggota organisasi dalam menggali potensi instansi</li><li>mewujudkan sasaran kerja yang mengedepankan kompetisi dan semangat kerja tinggi</li><li>menciptakan lingkungan kerja yang kooperatif dan mewujudkan kenyamanan bekerja</li><li><strong>menciptakan lingkungan kerja yang kondusif dan meningkatkan etos kerja produktif x, ok</strong><br></li></ul><p><strong>3</strong>. Sebelum melakukan uji coba prototipe hypermedia pembelajaran maka seorang PTP harus menyusun desain uji coba sebagai dasar untuk melakukan kegiatan. Dibawah ini yang merupakan bagian dari desain uji coba adalah....</p><ul><li>Manfaat dan rekomendasi uji coba</li><li>Latar belakang masalah dan instrumen uji coba</li><li><strong>Metodologi dan hasil yang diharapkan   x, ok</strong></li><li>Rekomendasi dan evaluasi</li><li>Tujuan dan rekomendasi, </li></ul><p><strong>Baca Juga : <a href="https://blog.jejakmedia.link/pembelajaran-koding-dan-kecerdasan-artificial-ka/">Modul Koding KA</a></strong></p><p>4. Diberikan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan media sebagai berikut:<br>1. Kemudahan memperoleh media</p><p>2. Keterampilan guru dalam menggunakannya</p><p>3. Ketepatan dan kesesuaian dengan tujuan pembelajaran</p><p>4. Ketersediaan waktu menggunakannya</p><p>5. Dukungan terhadap isi pembelajaran </p><p>Hal yang perlu diperhatikan dan dipertimbangkan dalam memilih media secara berurutan adalah…</p><ul><li>2, 3, 5, 1, dan 4</li><li><strong>3, 5, 1, 2, dan 4   x, ok</strong></li><li>3, 5, 2, 1, dan 4</li><li>2, 1, 4, 3 dan 5</li><li>1, 3, 5, 2, dan 4</li></ul><p><strong>5</strong>. Setiap model pembelajaran memiliki pendekatan yang berbeda, sehingga strategi pembelajaran juga berbeda. Agar memperoleh tujuan belajar yang lebih baik, maka yang harus dilakukan oleh pendidik dalam memilih strategi pembelajaran adalah ….</p><ul><li>merancang pembelajaran sesuai kebutuhan pendidik</li><li><strong>merancang inovasi pembelajaran sesuai kebutuhan peserta didik   x, ok</strong></li><li>memilih metode pembelajaran yang memudahkan pendidik untuk mengajar materi baru</li><li>menerapkan inovasi pembelajaran sesuai kebutuhan perangkat pembelajaran</li><li>menerapkan inovasi pembelajaran sesuai dengan sarana yang dimiliki pendidik</li></ul><p><strong>6</strong>. Mengapa instrumen pengendalian dan evaluasi perlu melalui proses validasi?</p><ul><li>memudahkan dalam proses pengumpulan data</li><li>menentukan efisiensi dan efektivitas pengumpulan data</li><li><strong>menghasilkan instrumen yang valid dan reliabel sehingga informasi yang dihasilkan cukup akurat    x, ok</strong></li><li>menentukan instrumen yang akan digunakan untuk mengumpulkan data</li><li>semua indikator dapat terjabarkan dalam instrumen</li></ul><p>Baca juga : <a href="https://blog.jejakmedia.link/belajar-koding/">Pembelajaran Coding : Membuat Memory Game</a><br></p><p>7. Setelah melakukan analisis kebutuhan, didapatkan data tentang media audio yang disukai siswa SMA saat ini, media ini memiliki karakter kekinian, bisa diproduksi dengan mudah dan bisa segera disebar secara masif, teknologi yang bisa memenuhi kriteria ini adalah ...</p><ul><li>VLC</li><li><strong>Podcast, ok</strong></li><li>MP3</li><li>Kahoot</li><li><strong>Audiobook   x</strong><br></li></ul><p><strong>8</strong>. Mengapa perlu dilakukan pengendalian pada penerapan model pembelajaran dan pemanfaatan media pembelajaran?</p><ul><li>memastikan program berjalan</li><li>memastikan program efektif</li><li><strong>memastikan kegiatan berlangsung sesuai rencana  x , ok</strong></li><li>masukan untuk perbaikan program</li><li>menentukan desain bagaimana program dikembangkan</li></ul><p>9. Evaluasi dilakukan untuk mengukur...</p><ul><li>kualitas dari produk</li><li>seberapa baik program dilaksanakan</li><li><strong>dampak dan efektivitas dari kegiatan program  x ok</strong></li><li>ketepatan waktu kegiatan program</li><li>seberapa dekat suatu program menjaga anggarannya</li></ul><p>10. Dibawah ini yang termasuk butir kegiatan unsur utama dalam kegiatan JF PTP kecuali...</p><ul><li>Menyusun naskah media pembelajaran</li><li><strong>Melakukan fasilitasi, ok</strong></li><li><strong>Melakukan kegiatan studi banding  x</strong></li><li>Menyusun Garis Besar Isi Media (GBIM)</li><li>Mengikuti pendidikan sekolah dan  memperoleh ijasah</li></ul><p><strong>11</strong>. Unsur-unsur yang ada dalam naskah hypermedia adalah ... </p><ul><li>sound efek, musik latar, karakter</li><li><strong>jenis media, uraian materi, tampilan  x ?</strong></li><li>indikator media, kompetensi dasar, materi</li><li>identitas program, audio, visual</li><li>jenis media, uraian materi, sound efek</li></ul><p>12. Hasil analisis kebutuhan adalah rekomendasi model atau media pembelajaran apa yang akan dikembangkan. Tahapan ini terdapat pada….</p><ul><li>Pelaksanaan</li><li>Perumusan masalah</li><li>Identifikasi masalah</li><li><strong>Pelaporan   x ok</strong></li><li>Perancangan</li></ul><p><strong>Baca Juga: <a href="https://blog.jejakmedia.link/apa-itu-pembelajaran-mendalam-deep-leaarning-buku-deep-learning-engage-the-world-change-the-world/">Pembelajaran Mendalam</a></strong></p><p>13. Berikut tahapan dalam mendesain pengendalian dan evaluasi penerapan model pembelajaran atau pemanfaatan media pembelajaran, kecuali...</p><ul><li>merumuskan standar</li><li>meninjau kembali penetapan standar</li><li>merumuskan tujuan program</li><li><strong>meninjau program sejenis, ok?</strong></li><li>menyiapkan objek dan kelengkapan lain  x</li></ul><p>14. Seorang siswa SMA memanfaatkan hypermedia pembelajaran sebagai sumber belajar dalam kegiatan belajar di rumah.  Untuk membantu siswa tersebut lebih memahami materi yang ada dalam hypermedia tersebut maka seorang PTP dapat menyusun ….</p><ul><li>Petunjuk pemanfaatan hypermedia</li><li><strong>Bahan penyerta hypermedia x, ok?</strong></li><li><strong>Petunjuk pelaksanaan pembelajaran hypermedia</strong></li><li>Infografis penggunaan hypermedia</li><li>Buku pedoman penggunaan hypermedia<br></li></ul><p><strong>15</strong>. Ibu Ina adalah seorang PTP yang akan menyusun analisis kebutuhan. Dalam pengumpulan datanya beliau menggunakan 10.000 responden tersebar di seluruh Indonesia.  Berdasarkan deskripsi di atas, sebaiknya Bu Ina menggunakan teknik pengumpulan data berupa…</p><ul><li>Wawancara</li><li>Tes</li><li>Observasi</li><li>FGD</li><li><strong>Kuesioner  </strong>x, ok<br></li></ul><p><strong>16</strong>. Salah satu tugas pokok pengembang teknologi pembelajaran adalah mengembangkan atau memproduksi media pembelajaran. Teknologi terpadu merupakan cara untuk memproduksi dan menyampaikan bahan pembelajaran dengan <em>memadukan beberapa jenis media yang dikendalikan komputer </em>yaitu...</p><ul><li><strong>Multimedia   </strong>x, ok</li><li>Hypermedia</li><li>Media cetak</li><li>Media audio</li><li>Media video<br></li></ul><p><strong>17</strong>. Urutan kerja penulisan naskah media yang benar adalah ...</p><ul><li>Storyboard-sinopsis-treatment-naskah</li><li>Sinopsis-treatment-story board-naskah</li><li>Storyboard-treatment-sinopsis-naskah</li><li>Treatment-sinopsis-storyboard-naskah</li><li><strong>Sinopsis-storyboard-treatment-naskah   x, ok</strong><br></li></ul><p>18. Seorang peserta rembuk naskah memberikan masukan tentang konsep kemasan program agar terlihat menarik dan sesuai secara visual dengan materi yang ingin diajarkan, berdasarkan masukan yang diberikan, peserta yang dimaksud berperan sebagai ...</p><ul><li><strong>Kameraman</strong>, ok</li><li><strong>Sutradara    </strong>x</li><li>Teknisi</li><li>Audioman</li><li>Penulis<br></li></ul><p><strong>19</strong>. Manusia diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa sebagai makhluk paling sempurna di antara makhluk makhluk ciptaan Tuhan lainnya. Setiap manusia terlahir dengan potensi dasar yaitu ….</p><ul><li>Cinta, Rasa, Karsa</li><li>Cita, Cinta, Rasa</li><li><strong>Cipta, Rasa, Karya  x, ok</strong></li><li>Cipta, Rasa, Karsa</li><li>Cipta, Karya, Karsa<br></li></ul><p>20. Berikut 4 standar/ukuran baku evaluasi, kecuali?</p><ul><li><strong>efektivitas</strong>, ok?</li><li>kepatutan (propriety)</li><li>kelayakan (feasibility)</li><li>ketepatan (accuracy)  x</li><li>kegunaan (utility)</li></ul><p><strong>21</strong>. Salah satu contoh aktivitas pembelajaran dalam model pembelajaran berbasis elektronik adalah....</p><ul><li>memanfaatkan bahan tayang saat tatap muka di kelas</li><li>belajar mandiri menggunakan modul,</li><li><strong>berdiskusi secara daring  x ok</strong></li><li>mengerjakan tugas secara mandiri</li><li>membuat bahan tayang sebagai tugas mandiri</li></ul><p><strong>Baca Juga : <a href="https://kb.jejakmedia.link/kbtopic/deep-learning/">Apa itu pembelajaran mendalam?</a></strong></p><p>22. Dibawah ini merupakan jenis bahan penyerta hypermedia yang dapat disusun oleh seorang PTP kecuali</p><ul><li>Website  x</li><li>Infografis</li><li>video</li><li>Motion grafis</li><li><strong>Flyer, ok</strong></li></ul><p><strong>23</strong>. Sebelum Anda mulai menjalankan tugas ke-PTP-an, pastikan Anda menetapkan niat yang jelas. Ketika berada dalam sebuah tim kerja, beri tahu rekan satu tim tentang apa yang akan lakukan dan tujuan yang ingin dicapai, pastikan untuk menindaklanjutinya.</p><p>Keterampilan esensial yang relevan dengan contoh tersebut untuk mewujudkan kolaborasi dalam bekerja adalah ….</p><ul><li>mendengarkan aktif</li><li><strong>komunikasi   x, ok</strong></li><li>inovasi</li><li>memecahkan masalah</li><li>manajemen waktu</li></ul><p><strong>24</strong>. Seorang PTP memiliki potensi kecerdasan yang berhubungan dengan keuletan, ketangguhan dan daya juang tinggi. Salah satu ciri orang dengan potensi tersebut adalah ….</p><ul><li>mengendalikan amarah, bertanggung jawab, dan memiliki kesadaran diri</li><li>mampu mengubah rintangan dan tantangan menjadi peluang</li><li><strong>belajar informasi baru, menghubungkan berbagai informasi, serta menghasilkan pemikiran baru, x, ok</strong></li><li>berhubungan dengan jiwa sadar atau kearifan di luar ego,</li><li>memberdayakan kondisi fisik untuk berbagai kepentingan dalam rangka memenuhi kebutuhan, </li></ul><p>25. Pernyataan berikut ini yang tidak sesuai dengan pengendalian program/project? </p><ul><li>pengendalian dalam program/project memastikan bahwa semua proses kegiatan berlangsung dengan baik sesuai rencana</li><li>membandingkan perubahan hasil program/project secara teratur dengan intervensi,</li><li>pengendalian dalam program/project dilakukan selama proses berlangsungnya kegiatan</li><li>pengendalian menentukan penyimpangan ataupun kesalahan dalam proses untuk dilakukan perbaikan</li><li><strong>membandingkan proses implementasi program/project dengan hasil pengawasan  x, ok</strong></li></ul><p>26. Manfaat dari budaya kerja yang komunikatif adalah ....</p><ul><li><strong>menimbulkan kepercayaan dan menciptakan hubungan kerja yang lebih baik. Ok</strong></li><li><strong>membantu pemecahan masalah dengan cepat dan akurat.</strong></li><li>menjaga stabilitas lingkungan kerja dari hal-hal yang kontra produktif.</li><li>mengoptimalkan potensi diri setiap pribadi agar lebih terbuka. x</li><li>memaksimalkan keterampilan berbahasa dan berbicara setiap orang, </li></ul><p>27. Aspek  yang perlu diperhatikan dalam melakukan previeu hypermedia pembelajaran antara lain:</p><ul><li>desain pembelajaran, muatan materi, komunikasi dan penyajian</li><li><strong>kejelasan tujuan, pemanfaatan media, kemudahan penggunaan   x, ok</strong></li><li>teknis tata letak, teknis pemanfaatan, teknis produksi</li><li>penggunaan bahasa, kemenarikan tampilan, teknis penerapan</li><li>desain grafis, teknik audivisual, teknis fasilitasi</li></ul><p>28. Peranan teknologi pembelajaran dalam pemecahan masalah pendidikan dan pembelajaran di Indonesia dapat terlaksana dengan baik perlu adanya dukungan hal-hal sebagai berikut, kecuali:</p><ul><li>Pengembangan konten   x</li><li>Teknologi atau infrastruktur</li><li>Teori, riset dan pengkajian</li><li><strong>Kesiapan pengguna atau user. Ok</strong></li><li><strong>Policy dan regulasi, ??</strong></li></ul><p><strong>29</strong>. Selain memenuhi angka kredit persyaratan yang dibutuhkan agar seorang JF PTP naik ke jenjang yang lebih tinggi adalah…</p><ul><li>studi banding ke luar negeri</li><li>lulus pelatihan teknis JF PTP  x</li><li>magang di instansi/unit kerja lain</li><li>mengumpulkan portofolio hasil kerja jenjang yang lebih tinggi</li><li><strong>lulus uji kompetensi kenaikan jenjang JF PTP, ok</strong></li></ul><p><strong>30</strong>. Dalam pemanfaatan aplikasi DUPAKE, kapan seorang JF PTP dapat menambah butir kegiatan dan mengunggah bukti fisik yang akan diajukan dalam proses penilaian angka kredit…</p><ul><li><strong>saat periode pengajuan DUPAKE</strong>   x, ok</li><li>sepanjang tahun</li><li>hanya akhir tahun</li><li>hanya awal tahun</li><li>semuanya benar</li></ul><p><strong>Bold :</strong> Perkiraan jawaban</p><p>Anda bisa membacanya di aplikasi berikut. Download EBook For All<br><a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=com.harytri.ebook1">https://play.google.com/store/apps/details?id=com.harytri.ebook1</a></p><p><a href="https://www.youtube.com/redirect?event=video_description&amp;redir_token=QUFFLUhqa3g5SVJtakl1VFg1U19HdEZOTWstaFB2Sl8wUXxBQ3Jtc0tsSTdWeS15Y3FxdHdOLW5JZTZRVmk3clNLMjhKd3Vkcm9ra1ZaczBkeDNZZWhhel8zUXhwX1RBTWl5ZUdCa1NqV3lKbURUbjE5NTdJWGhTa0VoelNHR2p2amNfQS1VMXRHRzhkNkJtR3hNQnRrNjZFWQ&amp;q=https%3A%2F%2Fkb.jejakmedia.link%2F&amp;v=bun9Ns66W3U" rel="nofollow">https://kb.jejakmedia.link</a></p><p>Youtube Playlist <a href="https://www.youtube.com/@jejakmedia7912/playlists">https://www.youtube.com/@jejakmedia7912/playlists</a></p><p>Video: IoT dengan Firebase</p><figure class="kg-card kg-embed-card"><iframe width="200" height="113" src="https://www.youtube.com/embed/FJz4v_RfmaU?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen title="Internet of Things (IoT) Berbasis Web dengan Firebase 🔥"></iframe></figure>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Miskonsepsi Koding dan Kecerdasan Artifial (KA)]]></title><description><![CDATA[<p>Berikut adalah Rangkuman dari sebuah artikel yang berjudul "Miskonsepsi Koding dan Kecerdasan Artifial" yang ditulisOleh: <strong>Moch. Abduh</strong><br><em>Staf Ahli Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bidang Teknologi Pendidikan</em></p><hr><p>Miskopsepsi tentang <strong>Koding</strong></p><p><strong>Pertama</strong>, miskonsepsi terbesar adalah anggapan bahwa <strong>seseorang harus punya latar belakang matematika untuk bisa belajar, memahami, dan mengajarkan koding</strong>.</p><blockquote><strong>Faktanya</strong></blockquote>]]></description><link>https://blog.jejakmedia.link/miskonsepsi-koding-dan-kecerdasan-artifial-ka/</link><guid isPermaLink="false">683008255d6e631d1f0d823c</guid><category><![CDATA[artificial intelenge]]></category><dc:creator><![CDATA[Hary Tri]]></dc:creator><pubDate>Fri, 23 May 2025 19:33:00 GMT</pubDate><media:content url="https://images.unsplash.com/photo-1516192518150-0d8fee5425e3?crop=entropy&amp;cs=tinysrgb&amp;fit=max&amp;fm=jpg&amp;ixid=M3wxMTc3M3wwfDF8c2VhcmNofDR8fGFydGlmaWNpYWx8ZW58MHx8fHwxNzQ3OTc4NDc4fDA&amp;ixlib=rb-4.1.0&amp;q=80&amp;w=2000" medium="image"/><content:encoded><![CDATA[<img src="https://images.unsplash.com/photo-1516192518150-0d8fee5425e3?crop=entropy&cs=tinysrgb&fit=max&fm=jpg&ixid=M3wxMTc3M3wwfDF8c2VhcmNofDR8fGFydGlmaWNpYWx8ZW58MHx8fHwxNzQ3OTc4NDc4fDA&ixlib=rb-4.1.0&q=80&w=2000" alt="Miskonsepsi Koding dan Kecerdasan Artifial (KA)"><p>Berikut adalah Rangkuman dari sebuah artikel yang berjudul "Miskonsepsi Koding dan Kecerdasan Artifial" yang ditulisOleh: <strong>Moch. Abduh</strong><br><em>Staf Ahli Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bidang Teknologi Pendidikan</em></p><hr><p>Miskopsepsi tentang <strong>Koding</strong></p><p><strong>Pertama</strong>, miskonsepsi terbesar adalah anggapan bahwa <strong>seseorang harus punya latar belakang matematika untuk bisa belajar, memahami, dan mengajarkan koding</strong>.</p><blockquote><strong>Faktanya</strong>, meski beberapa aspek pemrograman membutuhkan pemahaman matematika, banyak konsep koding yang lebih bersifat pemecahan masalah, serta pendekatan logika daripada kemampuan bermatematika.</blockquote><p><strong>Kedua</strong>, <strong>koding sangat sulit dan hanya bisa dipelajari serta dimanfaatkan oleh mereka yang memiliki latar belakang teknis dan akademis yang bagus.</strong></p><blockquote>Faktanya, <strong>siapa pun bisa belajar koding dengan metode tepat dan pelatihan cukup. Bahkan, saat ini tersedia banyak sumber pembelajaran yang membantu siapa saja yang memiliki keinginan masuk ke dunia dasar-dasar koding</strong>.</blockquote><p><strong>Ketiga</strong>, Koding <strong>hanya dibutuhkan oleh programmer profesional dan tidak relevan bagi profesi lain seperti analis data, ilmuwan, desainer, hingga guru</strong>.</p><blockquote><strong>Faktanya</strong>, banyak profesi non-teknis yang mendapatkan manfaat dari pemahaman dasar-dasar koding karena menunjang efisiensi dan otomatisasi pekerjaan mereka.</blockquote><p>Begitu pula bagi murid, guru, dan tenaga kependidikan. Dalam <em>Pengenalan Konsep Coding untuk Anak Menggunakan Game Edukasi Berbasis Metode Pembelajaran Berpikir Komputasi</em>, Santoni A. Dkk (2020) menyatakan, pengembangan game edukasi yang dilakukan dirancang untuk memperkenalkan konsep koding kepada anak-anak menggunakan metode pembelajaran berpikir komputasi.</p><p><strong>Keempat</strong>, koding s<strong>elalu berarti menulis baris kode.</strong> Artinya orang yang mempelajarinya seakan hanya belajar bahasa koding selayaknya bahasa asing dan menulis baris-baris kode yang panjang dan kompleks.</p><blockquote>Faktanya, banyak aspek pemrograman b<strong>isa bekerja melalui sintaks yang sangat ringkas serta no-code platform</strong>. Tersedia pula berbagai alat bantu dan <em>framework</em> penyusunan dan pengembangan koding.</blockquote><p>Baca juga : <strong><a href="https://blog.jejakmedia.link/pembelajaran-coding-membuat-aplikasi-berbantuan-artifficial-intelegencee/">Pembelajaran Coding : Membuat Aplikasi Berbantuan Artificial Intelligence (IA)</a></strong></p><hr><p>Miskopsepsi tentang <strong>Kecerdasan Artificial (KA)</strong></p><p><strong>Agen Cerdas</strong><br>Begitu pula tentang KA. Masih banyak miskonsepsi yang berkembang di masyarakat mengenai teknologi itu.</p><p><strong>Pertama</strong>, KA <strong>memiliki kesadaran dan pemikiran seperti halnya manusia</strong>.</p><blockquote>Faktanya, KA adalah sebuah <strong>program yang menjalankan instruksi manusia secara otomatis, memproses data, dan membuat prediksi berdasar model matematika.</strong></blockquote><p>Jelas bahwa <strong>KA tidak memiliki perasaan</strong>, <strong>kesadaran</strong>, atau <strong>pemahaman intuitif</strong> seperti manusia. Meski KA dapat menghasilkan karya seni, musik, dan video, prosesnya sangat berbeda dengan kreativitas manusia. KA hanya mengolah dan mengombinasikan pola yang telah ada, sedangkan kreativitas manusia melibatkan intuisi, emosi, dan pengalaman pribadi.</p><p>Baca juga : <strong><a href="https://blog.jejakmedia.link/pembelajaran-coding-contoh-soal/">Pembelajaran Coding : Contoh Soal</a></strong></p><p><strong>Peluang Baru</strong><br><strong>Kedua</strong>, miskonsepsi bahwa <strong>KA akan menggantikan semua pekerjaan manusia dan menyebabkan terjadinya pengangguran massal</strong>.</p><p><strong>Faktanya</strong>, KA memang berpotensi menggantikan beberapa pekerjaan manual yang berbasis data. Namun, KA juga menciptakan peluang pekerjaan baru dalam pengembangan, pemeliharaan, serta pengawasan sistem KA. Teknologi itu lebih bersifat sebagai alat bantu yang meningkatkan produktivitas manusia. Bukan sebaliknya, menggantikan pekerjaan manusia secara total.</p><blockquote><strong>Ketiga</strong>, KA selalu memberikan hasil akurat dan objektif dan dianggap sebagai sistem yang tidak bias. Faktanya, KA hanya sebaik data yang digunakan untuk melatihnya. Joseph Teguh Santoso (2023) dalam bukunya <em>Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence)</em> menegaskan, pengumpulan, pelabelan, dan analisis data menjadi aspek penting dalam implementasi KA, dan jika data tersebut bias atau tidak akurat, KA juga akan menghasilkan keputusan yang bias.</blockquote><p><strong>Keempat</strong>, KA akan menguasai dunia dan akan menandai keberadaan umat manusia. Beberapa film fiksi memang menggambarkan KA sebagai ancaman eksistensi keberadaan umat manusia.</p><blockquote><strong>Faktanya</strong>, KA masih berada dalam kendali penuh dari manusia dan hanya bekerja dalam batasan dan limitasi yang ditentukan. Tantangan sebenarnya adalah bagaimana memastikan bahwa KA digunakan secara etis dan bertanggung jawab untuk menghindari penyalahgunaan teknologi bagi kehidupan manusia.</blockquote><p>Miskonsepsi tentang koding dan KA sering kali berasal dari tafsir yang kurang tepat atau rasa cemas terhadap kemajuan pesat tersebut. Koding dan KA adalah teknologi yang sangat berguna dalam peningkatan kualitas pembelajaran jika digunakan secara tepat, proporsional, dan etis. KA dapat dimanfaatkan secara maksimal asalkan disertai kesadaran dan literasi teknologi yang baik, tanpa kekhawatiran yang berlebihan yang tidak berdasar.</p><hr><p>Download Modul Koding dan Kecerdasan Artifisial di menu <a href="https://kb.jejakmedia.link/download/" rel="noopener">berikut</a></p>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Download Modul Pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artificial (KA)]]></title><description><![CDATA[<p>Berikut adalah materi pembelajaran koding dan KA</p><h2 id="pengantar"><strong><strong>Pengantar</strong></strong></h2><p>Indonesia telah menetapkan fokus pada pengembangan sumber daya manusia yang unggul dan kompetitif untuk menghadapi tantangan global, termasuk di bidang digital, melalui <a href="https://drive.google.com/file/d/1_LC-JbV05vpgoMx-0lxhYlqCNpiQRoMG/view?usp=drive_link">Undang-Undang No. 59 Tahun 2024 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN)</a>. Kemampuan digital sangat penting di era Revolusi Industri</p>]]></description><link>https://blog.jejakmedia.link/pembelajaran-koding-dan-kecerdasan-artificial-ka/</link><guid isPermaLink="false">680f41be560cc3bd54c8ef85</guid><category><![CDATA[artificial intelenge]]></category><dc:creator><![CDATA[Hary Tri]]></dc:creator><pubDate>Fri, 23 May 2025 04:02:40 GMT</pubDate><media:content url="https://images.unsplash.com/photo-1580927752452-89d86da3fa0a?crop=entropy&amp;cs=tinysrgb&amp;fit=max&amp;fm=jpg&amp;ixid=M3wxMTc3M3wwfDF8c2VhcmNofDR8fGNvZGluZ3xlbnwwfHx8fDE3NDc4Nzc1NTd8MA&amp;ixlib=rb-4.1.0&amp;q=80&amp;w=2000" medium="image"/><content:encoded><![CDATA[<img src="https://images.unsplash.com/photo-1580927752452-89d86da3fa0a?crop=entropy&cs=tinysrgb&fit=max&fm=jpg&ixid=M3wxMTc3M3wwfDF8c2VhcmNofDR8fGNvZGluZ3xlbnwwfHx8fDE3NDc4Nzc1NTd8MA&ixlib=rb-4.1.0&q=80&w=2000" alt="Download Modul Pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artificial (KA)"><p>Berikut adalah materi pembelajaran koding dan KA</p><h2 id="pengantar"><strong><strong>Pengantar</strong></strong></h2><p>Indonesia telah menetapkan fokus pada pengembangan sumber daya manusia yang unggul dan kompetitif untuk menghadapi tantangan global, termasuk di bidang digital, melalui <a href="https://drive.google.com/file/d/1_LC-JbV05vpgoMx-0lxhYlqCNpiQRoMG/view?usp=drive_link">Undang-Undang No. 59 Tahun 2024 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN)</a>. Kemampuan digital sangat penting di era Revolusi Industri 4.0 dan Masyarakat 5.0, di mana teknologi seperti Kecerdasan Artifisial (KA), mahadata, dan Internet of Things (IoT) semakin banyak digunakan di berbagai sektor.</p><blockquote>Apa sajakah perbedaan modul antara Fase C, D, E, dan F?</blockquote><p>Berikut adalah Judul Modul untuk Fase C, D, E, dan F</p><h2 id="judul-modul-fase-c"><strong><strong><strong><strong>Judul Modul Fase </strong></strong>C</strong></strong></h2><ol><li><strong><strong>Modul 1. </strong></strong>Mata Pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial pada Kurikulum Nasional (Idem Fase C, D, E, F)</li><li><strong><strong>Modul 2.</strong></strong> Berpikir Komputasional sebagai Dasar Koding dan Kecerdasan Artifisial</li><li><strong><strong>Modul 3</strong></strong>. Konsep Dasar Kecerdasan Artifisial (Fase C)</li><li><strong><strong>Modul 4.</strong></strong> Pemanfaatan Kecerdasan Artifisial (Fase C)</li><li><strong><strong>Modul 5. </strong></strong>Pedagogik Koding dan Kecerdasan Artifisial ((Idem Fase C, D, E, F)</li></ol><h2 id="judul-modul-fase-d"><strong><strong><strong><strong>Judul Modul Fase </strong></strong>D</strong></strong></h2><ol><li><strong><strong>Modul 1. </strong></strong>Mata Pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial pada Kurikulum Nasional (Idem Fase C, D, E, F)</li><li><strong><strong>Modul 2.</strong></strong> Literasi Algoritma dan Konten Digital</li><li><strong><strong>Modul 3</strong></strong>. Komunikasi Melalui Tools Kecerdasan Artifisial</li><li><strong><strong>Modul 4.</strong></strong> Etika dan Resiko Kecerdasan Artifisial</li><li><strong><strong>Modul 5. </strong></strong>Pedagogik Koding dan Kecerdasan Artifisial ((Idem Fase C, D, E, F)</li></ol><h2 id="judul-modul-fase-e-dan-f"><strong><strong><strong><strong>Judul Modul Fase E dan F</strong></strong></strong></strong></h2><ol><li><strong><strong>Modul 1. </strong></strong>Mata Pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial pada Kurikulum Nasional</li><li><strong><strong>Modul 2</strong></strong>. Pengoperasian, Pengaplikasian, dan Kolaborasi Perangkat Kecerdasan Artifisial</li><li><strong><strong>Modul 3.</strong></strong> Rekayasa Prompt Untuk Kreasi Konten</li><li><strong><strong>Modul 4</strong></strong>. Pemrograman Kecerdasan Artifisial</li><li><strong><strong>Modul 5. </strong></strong>Pedagogik Koding dan Kecerdasan Artifisial</li></ol><p><strong><strong>Baca juga</strong></strong> <a href="https://kb.jejakmedia.link/kb/peta-modul-koding-kas/">Peta Modul Koding dan KA </a>dan <a href="https://jejakmedia.link/kodingKA/petamodul/" rel="noopener">Peta Modul</a> (MindMaps)</p><h5 id="modul-1-mata-pelajaran-koding-dan-kecerdasan-artifisial-pada-kurikulum-nasional"><strong><strong><strong><strong>Modul 1. Mata Pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial pada Kurikulum Nasional</strong></strong></strong></strong></h5><ol><li>Pengantar Mapel Koding dan Kecerdasan Artifisial</li><li>Pendahuluan</li><li>Rasional, Tujuan, Karakteristik dan Elemen Mapel</li><li>Konsep Keilmuan Koding dan Kecerdasan Artifisial</li><li>Berpikir Komputasional</li><li>Literasi Digital</li><li>Literasi dan Etika Kecerdasan Artifisial</li><li>Pemanfaatan dan Pengembangan Kecerdasan Artifisial</li><li>Implementasi Pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial di Sekolah</li></ol><h5 id="modul-2-pengoperasian-pengaplikasian-dan-kolaborasi-perangkat-kecerdasan-artifisial"><strong><strong><strong><strong>Modul 2. Pengoperasian, Pengaplikasian, dan Kolaborasi Perangkat Kecerdasan Artifisial</strong></strong></strong></strong></h5><ol><li>Perangkat Kecerdasan Artifisial</li><li>Pengoperasian dan Pengaplikasian Perangkat Kecerdasan Artifisial di bidang umum dan khusus</li><li>Profesi di Bidang KA</li><li>Kolaborasi melalui perangkat/tools Kecerdasan Artifisial dalam bidang:</li><li>Desain KreatifPenelitian dan Analisis DataPenyuntingan TulisanPemrogramanBidang Lainnya</li></ol><p><strong><strong>Modul 3. Rekayasa Prompt untuk Kreasi Konten</strong></strong></p><ol><li>Konsep Dasar Kecerdasan Artifisial Generatif</li><li>Peran dan Fungsi Prompt</li><li>Unsur-Unsur <em><em>Prompt </em></em>yang Efektif</li><li>Strategi Penyusunan <em><em>Prompt</em></em>: <em><em>Zero Shot &amp; Few Shot</em></em></li><li>Analisis dan Evaluasi <em><em>Output</em></em></li><li>Dasar-Dasar Kreasi Konten dengan KA</li><li>Pengembangan Ide dan Kreativitas Digital</li><li>Teknik Perancangan <em><em>Prompt </em></em>Untuk Produksi Konten Kreatif</li><li>Integrasi Konten dalam Proyek Nyata</li><li>Pertimbangan Etika dalam Kreasi Konten Menggunakan Kecerdasan Artifisial</li></ol><h5 id="modul-4-pemrograman-kecerdasan-artifisial"><strong><strong><strong><strong>Modul 4. Pemrograman Kecerdasan Artifisial</strong></strong></strong></strong></h5><ol><li>Dasar Pemrograman Kecerdasan Artifisial</li><li>Penerapan <em><em>library </em></em>Kecerdasan Artifisial</li><li>Analisis Hasil dan Penyempurnaan <em><em>Output </em></em>Aplikasi Kecerdasan Artifisial</li><li>Konsep Dasar, Arsitektur, dan Cara Kerja <em><em>Large Language Model</em></em></li><li>Peran <em><em>Large Language Mode</em></em>l dalam Kecerdasan Artifisial Generatif dan Aplikasinya</li><li>Teknik Integrasi Pemrograman Kecerdasan Artifisial Dengan Model LLM</li></ol><h5 id="modul-5-pedagogik-koding-dan-kecerdasan-artifisial"><strong><strong><strong><strong>Modul 5. Pedagogik Koding dan Kecerdasan Artifisial</strong></strong></strong></strong></h5><ol><li>Prinsip-prinsip Pedagogik</li><li>Pembelajaran Berorientasi Pada Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi <em><em>(High Order Thinking Skills)</em></em></li><li>Pembelajaran Dengan Kerangka Kerja TPACK</li><li>Rancangan Pembelajaran Berbasis Pendekatan Pembelajaran Mendalam</li><li>Proyek Peer teaching/Microteaching</li></ol><p>Download Modul Koding dan Kecerdasan Artifisial di menu <a href="https://kb.jejakmedia.link/download/" rel="noopener">berikut</a></p>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Pembelajaran Coding : Contoh Soal]]></title><description><![CDATA[<p><strong>Soal 1.<br>Apa yang dimaksud dengan unplugged coding?</strong></p><ul><li>Koding yang memanfaatkan perangkat komputer dan perangkat lunak.</li><li>Koding yang mengajarkan konsep pemrograman tanpa menggunakan komputer, melalui aktivitas fisik, simulasi atau permainan. Ok</li><li>Koding yang hanya bisa dilakukan di luar ruangan.</li><li>Koding yang dilakukan tanpa koneksi internet.</li></ul><p><strong>Soal 2<br>Apa yang harus</strong></p>]]></description><link>https://blog.jejakmedia.link/pembelajaran-coding-contoh-soal/</link><guid isPermaLink="false">6807a548edfc404dfbdaefff</guid><category><![CDATA[artificial intelenge]]></category><category><![CDATA[Soal]]></category><dc:creator><![CDATA[Hary Tri]]></dc:creator><pubDate>Wed, 23 Apr 2025 14:25:00 GMT</pubDate><media:content url="https://images.unsplash.com/photo-1739989934305-f91a77aae334?crop=entropy&amp;cs=tinysrgb&amp;fit=max&amp;fm=jpg&amp;ixid=M3wxMTc3M3wxfDF8YWxsfDF8fHx8fHx8fDE3NDUzMzA2MTV8&amp;ixlib=rb-4.0.3&amp;q=80&amp;w=2000" medium="image"/><content:encoded><![CDATA[<img src="https://images.unsplash.com/photo-1739989934305-f91a77aae334?crop=entropy&cs=tinysrgb&fit=max&fm=jpg&ixid=M3wxMTc3M3wxfDF8YWxsfDF8fHx8fHx8fDE3NDUzMzA2MTV8&ixlib=rb-4.0.3&q=80&w=2000" alt="Pembelajaran Coding : Contoh Soal"><p><strong>Soal 1.<br>Apa yang dimaksud dengan unplugged coding?</strong></p><ul><li>Koding yang memanfaatkan perangkat komputer dan perangkat lunak.</li><li>Koding yang mengajarkan konsep pemrograman tanpa menggunakan komputer, melalui aktivitas fisik, simulasi atau permainan. Ok</li><li>Koding yang hanya bisa dilakukan di luar ruangan.</li><li>Koding yang dilakukan tanpa koneksi internet.</li></ul><p><strong>Soal 2<br>Apa yang harus dilakukan jika mendapati materi Berpikir Komputasional ataupun Literasi Digital dalam Mapel KKA yang sama dengan materi dalam Mapel Informatika?</strong></p><ul><li>Yang sudah diajarkan di Informatika, tidak perlu diulang di KKA, dan ambil materi KKA lainnya</li><li>Tidak ada jawaban yang benar</li><li>Tetap diajarkan meskipun materinya sama</li><li>Tidak diajarkan keduanya</li></ul><p><strong>Soal 3<br>Berikut ini merupakan hal - hal yang dapat dilakukan pendidik untuk merancang pembelajaran, kecuali:</strong></p><ul><li>Mengembangkan ATP dan/atau rencana pembelajaran berdasarkan contoh-contoh yang disediakan pemerintah</li><li>Mengembangkan sepenuhnya alur tujuan pembelajaran (ATP) dan/atau perencanaan pembelajaran</li><li>Mengembangkan ATP sesuai dengan kebutuhan satuan pedidikan</li><li>Memanfaatkan alur yang digunakan oleh orang lain</li><li>Menggunakan contoh yang sudah tersedia.</li></ul><p><strong>Soal 4<br>Dalam implementasinya, Koding dan KA akan di implementasikan pada:</strong></p><ul><li>Fase C-D-E-F</li><li>Fase E-F</li><li>Fase A-B-C-D-E-F</li><li>Fase B-C-D-E-F</li><li>Fase D-E-F</li></ul><p><strong>Soal 5<br>Fungsi LMS pada pembelajaran Koding KA,</strong></p><ul><li>Sebagai pendamping proses pembelajaran</li><li>Sebagai pengumpulan tugas</li><li>Sebagai sumber utama pembelajaran</li><li>Sebagai suplemen pembelajaran</li><li>Sebagai kolaboarsio pembelajaran</li></ul><p><strong>Soal 6<br>Lingkup materi dan capaian belajar dalam naskah akademik dapat diterapkan pada intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. Berdasarkan tahapan penguasaan kompetensi Koding dan KA tiap jenjang, yang bukan rumusan elemen pembelajaran Koding KA, adalah:</strong></p><ul><li>pemanfaatan dan pengembangan koding.</li><li>literasi digital dan analisis data;</li><li>berpikir komputasional;</li><li>literasi dan etika kecerdasan artifisial;</li><li>algoritma pemrograman;</li></ul><p><strong>Soal 7<br>Manakah pernyataan berikut yang menunjukkan bahwa suatu pembelajaran sudah mengintegrasikan keterampilan berpikir tingkat tinggi?</strong></p><ul><li>Siswa diberi latihan soal yang sama berulang kali</li><li>Siswa mengulang-ulang materi agar hafal</li><li>Siswa hanya diminta menjawab soal pilihan ganda tanpa penalaran</li><li>Siswa ditantang untuk menyelesaikan masalah baru dengan berbagai cara</li><li>Siswa diberi ditantang untuk melatih pemahaman yang sama berulang kali</li></ul><p><strong>Soal 8<br>Manakah pernyataan berikut yang paling menggambarkan perbedaan antara pendekatan deep learning dan surface learning dalam konteks pedagogis?</strong></p><ul><li>Deep learning melibatkan analisis dan sintesis konsep, surface learning cenderung mengulang informasi tanpa pengolahan makna</li><li>Deep learning mengutamakan guru sebagai pusat, surface learning mendorong pembelajaran mandiri</li><li>Deep learning fokus pada nilai tinggi, surface learning pada pemahaman mendalam</li><li>Deep learning menekankan hafalan cepat, surface learning menekankan kerja kelompok</li><li>Deep learning fokus pada nilai pengetahuan yang tinggi, surface learning pada pemahaman mendalam</li></ul><p><strong>Soal 9<br>Manfaat kegiatan Pelatihan Penguatan Kompetensi Guru Koding dan KA sebagai berikut, kecuali:</strong></p><ul><li>Menjadikan peserta pelatihan memahami kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, khususnya tentang Mata Pelajaran Koding dan KA sebagai mata pelajaran pilihan.</li><li>Menjadikan peserta pelatihan menguasai pengetahuan konten keilmuan Koding dan KA yang diperoleh selama pelatihan sebagai bekal dalam mengajar Mata Pelajaran Koding dan KA.</li><li>Menjadikan peserta pelatihan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pedagogik terutama dalam pembelajaran Koding dan KA yang diperoleh selama pelatihan sebagai bekal dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran dalam Mata Pelajaran Koding dan KA.</li><li>Memberikan landasan bagi pengambilan kebijakan kurikulum dan pelatihan koding dan KA;</li><li>Menyediakan acuan bagi satuan Pendidikan dalam melaksanakan pembelajaran koding dan KA;</li></ul><p><strong>Soal 10<br>Mengapa penerapan soal HOTS penting dalam pembelajaran abad 21?</strong></p><ul><li>Karena soal HOTS menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan pemecahan masalah</li><li>Karena soal HOTS lebih mudah dibuat oleh guru</li><li>Karena siswa bisa mengerjakannya tanpa berpikir</li><li>Karena siswa bisa mengerjakannya pembelajaran dengan memahami dan mengaplikasikan</li><li>Karena HOTS mengandalkan hafalan siswa terhadap</li></ul><p><strong>Soal 11<br>Mengenai pembelajaran koding dan KA, kita perlu mendefinisikan beberapa konsep kunci yang terkait, yaitu</strong><br>(1) berpikir komputasional,<br>(2) pemrograman,<br>(3) koding,<br>(4) literasi digital<br>(5) kecerdasan artifisial.<br>Manakah yang menjadi konsep dasar pengembangan Koding dan KA:</p><ul><li>(1), (2), (3), dan (4)</li><li>(1), (2), (3), dan (5)</li><li>(1), (2), (4), dan (5)</li><li>(1), (3), (5), dan (5)</li><li>(2), (3), (4), dan (5)</li></ul><p><strong>Soal 12<br>Pembelajaran Koding dan KA yang menekankan pada manusia sebagai fokus dalam pembelajaran, pemanfaatan, dan pengembangan KA menggunakan pendekatan:</strong><br>Human-centered, ok<br>Plugged<br>Unplugged<br>Internet-based</p><p><strong>Soal 13<br>Pembelajaran mendalam (PM) merupakan yang lebih menekankan pad aspek berikut:</strong></p><p>(1) pemahaman konsep yang lebih bermakna untuk peserta didik,<br>(2) peserta didik belajar sebatas menghafal materi,<br>(3) peserta didik mengaplikasikannya apa yang dipelajari dalam kehidupan sehari-hari,<br>(4) berorientasi pada pemahaman kognitif dan pembentukan pribadi yang seimbang untuk membentuk karakter.<br>Pernyataan yang benar adalah</p><ul><li>(1), (3) dan (4)</li><li>(1), (2) dan (3)</li><li>(2), (1) dan (4)</li><li>(1), (2) dan (4)</li><li>(2), (3) dan (4)</li></ul><p><strong>Soal 14<br>Pembelajaran mendalam (PM) merupakan yang lebih menekankan pad aspek berikut:</strong><br>(1) pemahaman konsep yang lebih bermakna untuk peserta didik,<br>(2) peserta didik belajar sebatas menghafal materi,<br>(3) peserta didik mengaplikasikannya apa yang dipelajari dalam kehidupan sehari-hari,<br>(4) berorientasi pada pemahaman kognitif dan pembentukan pribadi yang seimbang untuk membentuk karakter.<br>Pernyataan yang benar adalah</p><ul><li>(1), (2) dan (4)</li><li>(1), (3) dan (2)</li><li>(1), (2) dan (3)</li><li>(1), (3) dan (4)</li><li>(2), (3) dan (4)</li></ul><p><strong>Soal 15<br>Peran IDE dalam Pengembangan Aplikasi KA, Bagaimana penggunaan IDE seperti Jupyter Notebook dapat mendukung proses eksperimen dan visualisasi data pada aplikasi kecerdasan artifisial?</strong></p><ul><li>Dengan memaksa semua kode untuk dikompilasi sebelum dijalankan sehingga mengurangi fleksibilitas.</li><li>Dengan mendukung eksekusi berbasis sel (cell-based execution) yang interaktif dan integrasi langsung dengan alat visualisasi, sehingga memudahkan eksplorasi data secara real time.</li><li>Dengan menggantikan kebutuhan akan library eksternal untuk visualisasi data.</li><li>Dengan menyediakan antarmuka berbasis teks murni tanpa fitur grafik.</li><li>Dengan menjalankan semua kode secara simultan tanpa adanya pemisahan langkah.</li></ul><p><strong>Soal 16<br>Perhatikan tahapan dibawah ini,</strong><br>(1) Tahap memahami.<br>(1) Tahap elaborasi<br>(1) Tahap mengaplikasikan.<br>(1) Tahap merefleksi.<br>PM dilaksanakan dengan melibatkan tiga tahapan pengalaman belajar yang termasuk tahapan tersebut adalah</p><ul><li>(1), (3) dan (4)</li><li>(1), (2) dan (3)</li><li>(1), (3) dan (4)</li><li>(4), (3) dan (1)</li><li>(2), (3) dan (4)</li></ul><p><strong>Soal 17<br>Praktik Pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial di Berbagai Negara, Dalam kajian ini, beberapa negara dipilih sebagai lessons learned bagi Indonesia, dengan mempertimbangkan beberapa hal, seperti kedekatan kondisi demografis, sosial ekonomi negara, serta kualitas adaptasi teknologi ke dalam pembelajaran.</strong></p><ul><li>Jepang, Tiongkok, Korea Selatan, Singapura, India</li><li>India, Singapura, Jepang, Korea Selatan, Australia</li><li>India, Singapura, Tiongkok, Korea Selatan, Finlandia</li><li>India, Singapura, Tiongkok, Korea Selatan, Australia</li><li>India, Jepang, Tiongkok, Korea Selatan, Finlandia</li></ul><p><strong>Soal 18<br>Python sebagai Bahasa Pemrograman KA, Dalam konteks pemrograman kecerdasan artifisial, mengapa Python sering dijadikan pilihan utama dibandingkan bahasa lain seperti C++ atau Java?</strong></p><ul><li>Karena Python berjalan lebih cepat di semua jenis hardware.</li><li>Karena Python tidak memerlukan proses debug karena kode secara otomatis teroptimasi.</li><li>Karena Python hanya fokus pada pengolahan data tanpa interaksi visual.</li><li>Karena sintaks Python yang sederhana, ketersediaan pustaka (library) yang lengkap, serta dukungan komunitas yang luas.</li><li>Karena Python merupakan bahasa yang telah diadopsi secara eksklusif oleh perusahaan besar.</li></ul><p><strong>Soal 19<br>Pendekatan pelatihan bagi guru Koding KA menggunakan pendekatan pembelajaran mendalam dengan pengalaman belajar memahami, menerapkan dan merefleksikan.</strong></p><ul><li>IN-1 (In-Service Training 1) - ON (On-the Job Training) - IN-2 In-Service Training 2</li><li>IN-1 (In-Service Training 1) - ON (On-the Job Training) - IN-2 In-Service Training 2 - Refleski Tindak lanjut</li><li>IN-1 (In-Service Training 1) - ON (On-the Job Training) - IN-2 In-Service Training 2 Ă˘Â€Â“ Rencana Pelatihan</li><li>IN-1 (In-Service Training 1) - ON (On-the Job Training) - IN-2 In-Service Training 2 - Refleski</li></ul><p>IN-1 (In-Service Training 1) - ON (On-the Job Training) - IN-2 In-Service Training 2 - Tindak lanjut</p><p><strong>Soal 20<br>Ragam Bentuk Penerapan Pembelajaran Koding dan KA</strong></p><p>(1) Terintegrasi ke dalam mata pelajaran yang telah ada<br>(2) Mata pelajaran pilihan<br>(3) Terintegrasi Mata pelajaran Informatika<br>(4) Ekstrakurikuler<br>(5) Berdiri Sendiri<br>Yang paling tepat adalah:</p><ul><li>(1), (3) dan (4)</li><li>(1), (2) dan (4)</li><li>(1), (2) dan (3)</li><li>(1), (4) dan (3)</li><li>(2), (3) dan (4)</li></ul><p><strong>Soal 21<br>Sebuah perusahaan e-commerce ingin meningkatkan akurasi rekomendasi produk kepada pelanggan berdasarkan riwayat pembelian dan preferensi mereka. Untuk mewujudkan ini, mereka membutuhkan tenaga ahli yang dapat membangun dan mengembangkan model machine learning. Dari daftar profesi berikut, siapa yang paling tepat untuk menangani tugas ini?</strong></p><ul><li>AI Ethics Specialist dan AI Architect</li><li>AI Research Scientist dan AI Ethics Specialist</li><li>Data Scientist dan Machine Learning Engineer</li><li>AI Architect dan Business Intelligence Developer</li><li>Robotics Engineer dan AI Developer</li></ul><p><strong>Soal 22<br>Seorang guru menggunakan AK genetratif untuk mengajarkan konsep materi pelajaran Ia tidak hanya memahami konsep yang diajarkan, tetapi juga tahu bagaimana cara mengajarkannya secara efektif, dan mampu memanfaatkan teknologi secara optimal dalam proses pembelajaran. Hal ini menunjukkan bahwa guru tersebut telah menerapkan kerangka kerja TPACK melalui...</strong></p><ul><li>Pengetahuan teknologi secara terpisah dari materi ajar</li><li>Pengetahuan pedagogi and konten secara utuh dari materi ajar</li><li>Penggunaan media pembelajaran tanpa menyesuaikan dengan karakteristik siswa</li><li>Integrasi pengetahuan teknologi, pedagogi, dan konten secara sinergis</li><li>Pengetahuan pedagogi secara umum tanpa teknologi</li></ul><p><strong>Soal 23<br>Seorang mahasiswa teknik sedang melakukan riset tentang KA dan menemukan bahwa deep learning memiliki peran penting dalam berbagai aplikasi modern. Ia ingin memahami bagaimana deep learning dapat meningkatkan kinerja KA dibandingkan metode pembelajaran mesin tradisional. Apa penjelasan yang paling tepat?</strong></p><ul><li>Metode pembelajaran mesin tradisional lebih efektif dibandingkan deep learning dalam analisis data kompleks.</li><li>Deep learning menggunakan jaringan saraf tiruan yang dalam untuk mengidentifikasi pola kompleks tanpa ketergantungan pada fitur yang dirancang manusia.</li><li>Deep learning tidak memerlukan optimasi parameter karena sudah otomatis bekerja secara efisien.</li><li>Deep learning bekerja lebih cepat dibandingkan metode lainnya karena hanya membutuhkan sedikit daya komputasi.</li><li>Deep learning lebih unggul karena tidak memerlukan data dalam jumlah besar untuk melatih modelnya</li></ul><p><strong>Soal 24<br>Seorang pengembang perangkat lunak ingin meningkatkan efisiensi dalam menulis kode dan mengurangi kesalahan sintaksis. Bagaimana KA dapat membantu pengembang tersebut?</strong></p><ul><li>Menggunakan KA untuk membuat kode secara otomatis tanpa perlu input dari pengembang.</li><li>Menggunakan KA untuk menghapus semua kode yang memiliki bug tanpa memberi saran perbaikan.</li><li>Menggunakan KA hanya untuk memeriksa panjang kode tanpa mengevaluasi kualitasnya.</li><li>Menggunakan GitHub Copilot untuk memberikan saran kode berdasarkan pola yang umum digunakan dalam pemrograman.</li><li>Menggunakan KA untuk mengganti semua pengembang dalam tim agar lebih efisien.</li></ul><p><strong>Soal 25<br>Teknik dalam pengembangan KA yang memungkinkan sistem untuk belajar dari data dan meningkatkan kinerjanya seiring waktu adalah:</strong></p><ul><li>Natural Language Processing</li><li>Machine learning</li><li>Deep learning</li><li>Computer Vision</li></ul><p><strong>Soal 26<br>UNESCO (2024a) dalam dokumen AI Framework for students menyebutkan empat elemen utama yang membentuk kompetensi peserta didik dalam KA, yaitu:</strong><br>(1) pola pikir yang berpusat pada manusia<br>(1) pemrograman<br>(1) teknik dan aplikasi KA<br>(1) desain sistem KA.<br>(1) etika KA<br>Elemen yang dimaksud adalah,</p><ul><li>(1), (2), (3), dan (4)</li><li>(2), (3), (4), dan (5)</li><li>(1), (3), (4), dan (5)</li><li>(1), (3), (5), dan (5)</li><li>(1), (2), (3), dan (5)</li></ul><p><strong>Soal 27<br>Untuk mencapai PM dapat tercapai melalui 3 elemen utama, yakni:</strong><br>(1) Meaningful Learning,<br>(2) Mindful Learning,<br>(3) Joyful Learning,<br>(4) enjoy Learning<br>Tiga ememen tersebut adalah:</p><ul><li>(1), (2) dan (3)</li><li>(2), (3) dan (4)</li><li>(1), (2) dan (4)</li><li>(2), (1) dan (4)</li><li>(1), (3) dan (4)</li></ul><p><strong>Soal 28</strong><br>(1) Meaningful Learning,<br>(2) Mindful Learning,<br>(3) Joyful Learning,<br>(4) enjoy Learning<br>Tiga ememen tersebut adalah:</p><ul><li>(2), (3) dan (4)</li><li>(1), (2) dan (3)</li><li>(1), (2) dan (4)</li><li>(1), (4) dan (3)</li><li>(1), (3) dan (4)</li></ul><p><strong>Soal 29<br>Yang termasuk dimensi profil lulusan yaitu</strong></p><ul><li>keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, (2) kewargaan, (3) penalaran kritis, (4) kreativitas, (5) kolaborasi, (6) kemandirian, (7) kesehatan, dan (8) komunikasi.</li><li>keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, (2) kewargaan, (3) penalaran kritis, (4) kreativitas, (5) kolaborasi, (6) kemandirian, (7) kekuatan, dan (8) komunikasi.</li><li>keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, (2) kewargaan, (3) pemahaman kritis, (4), kolaborasi (5) kreativitas, (6) kemandirian, (7) kesehatan, dan (8) komunikasi.</li><li>keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, (2) kewargaan, (3) pemahaman kritis, (4) kreativitas, (5) kolaborasi, (6) kemandirian, (7) kesehatan, dan (8) komunikasi.</li><li>keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, (2) wawasan global, (3) penalaran kritis, (4) kreativitas, (5) kolaborasi, (6) kemandirian, (7) kesehatan, dan (8) komunikasi.</li></ul><p><strong>Soal 30<br>Yang termasuk Kerangka TPACK untuk komponen pengetahuan tentang konten/Content Knowledge (CK) :</strong></p><ul><li>Pengetahuan guru tentang teknologi tradisional yang dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum.</li><li>Pengetahuan guru tentang teknologi baru yang dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum.</li><li>Pengetahuan guru tentang teknologi terbarukan yang dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum.</li><li>Pengetahuan guru tentang berbagai praktik instruksional, strategi, dan metode pembelajaran.</li><li>pengetahuan guru terhadap konsep atau materi pelajaran yang menjadi tanggung jawab guru.</li></ul>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Materi Coding dan Artificial Intelligence (KAI)]]></title><description><![CDATA[<p>Berikut beberapa materi Coding dan Kecerdasan Artificial (KA)</p><p><strong>1.Introduction to<br>Artificial Intelligence: AI Foundation Module</strong><br><strong>Daftar Isi</strong><br>A. Pengenalan dan Sejarah AI (3)<br>B. Prinsip Dasar AI (5)<br>C. Apa Itu Artificial Intelligence (7)<br>D. Cakupan AI (9)<br>E. Aplikasi dari Data Science, Computer Vision, NLP, dan Reinforcement Learning</p>]]></description><link>https://blog.jejakmedia.link/materi-coding-dan-artific/</link><guid isPermaLink="false">67ffb692370b86cc791cdd77</guid><category><![CDATA[artificial intelenge]]></category><dc:creator><![CDATA[Hary Tri]]></dc:creator><pubDate>Fri, 18 Apr 2025 14:01:00 GMT</pubDate><media:content url="https://images.unsplash.com/photo-1555255707-c07966088b7b?crop=entropy&amp;cs=tinysrgb&amp;fit=max&amp;fm=jpg&amp;ixid=M3wxMTc3M3wwfDF8c2VhcmNofDZ8fG1hY2hpbmUlMjBsZWFybmluZ3xlbnwwfHx8fDE3NDc5Nzg5NzF8MA&amp;ixlib=rb-4.1.0&amp;q=80&amp;w=2000" medium="image"/><content:encoded><![CDATA[<img src="https://images.unsplash.com/photo-1555255707-c07966088b7b?crop=entropy&cs=tinysrgb&fit=max&fm=jpg&ixid=M3wxMTc3M3wwfDF8c2VhcmNofDZ8fG1hY2hpbmUlMjBsZWFybmluZ3xlbnwwfHx8fDE3NDc5Nzg5NzF8MA&ixlib=rb-4.1.0&q=80&w=2000" alt="Materi Coding dan Artificial Intelligence (KAI)"><p>Berikut beberapa materi Coding dan Kecerdasan Artificial (KA)</p><p><strong>1.Introduction to<br>Artificial Intelligence: AI Foundation Module</strong><br><strong>Daftar Isi</strong><br>A. Pengenalan dan Sejarah AI (3)<br>B. Prinsip Dasar AI (5)<br>C. Apa Itu Artificial Intelligence (7)<br>D. Cakupan AI (9)<br>E. Aplikasi dari Data Science, Computer Vision, NLP, dan Reinforcement Learning 	■ Aplikasi Data Science (11) <br>	■ Aplikasi Computer Vision (12)<br>	■ Aplikasi Natural Language Processing (14)<br>	■ Aplikasi Reinforcement Learning (15)<br>F. Apa itu Machine Learning (20)<br>G. Mengapa Machine Learning (21)<br>H. Aplikasi Machine Learning (22)<br>I. AI Life Cycle (24)<br>	■ Definisi Masalah (25)<br>	■ Proses Pengumpulan Data (26)<br>	■ Pembuatan Model AI (26)<br>	■ Validasi dan Evaluasi Model (27)<br>	■ Model Deployment (27)<br>	■ Tahap Improvement (28)<br>J. Kesimpulan (29)<br>K. Tugas Individual (30)</p><p><strong>2a. Python Foundation:</strong><br><strong>Basic understanding about Python</strong><br>A. Pengenalan Python (3)<br>	■ Apa Itu Python? (3)<br>	■ Sejarah Python (4)<br>	■ Aplikasi Python (5)<br>	■ Perbandingan “Hello World” dalam 5 Bahasa Pemrograman (6)<br>B. Intermezzo : Python untuk Data Science dan Machine Learning (8)<br>C. Basic Python (9)<br>	■ Aturan Penulisan pada Python (9)<br>	■ Variabel Python (11)<br>	■ Tipe Data Python (13)<br>	■ Module &amp; Package Python (16)<br>	■ Arithmetic Operators Python (17)<br>D. Programming Control Flow (18)<br>	■ Control Flow (18)<br>	■ Flow Chart Diagram (18)<br>	■ Python Programming 1 : Condition (19)<br>	■ Python Programming 2 : Loop (23)<br>E. Membuat Fungsi (28)<br>	■ Function pada Python (28)<br>	■ Struktur Function pada Python (29)<br>	■ Input pada Function (30)<br>	■ Tipe Variabel (36)<br>F. Python Library (39)<br>	■ Pengenalan Library (39)<br>	■ Apa itu Numpy? (40)<br>	■ Apa itu Pandas? (66)<br>G. Kesimpulan (86)<br>H. Tugas Individual (87)</p><p><strong>2b. Hands-On Python <br>Foundation: Example of Python Programming</strong><br>A. Pengenalan Python (3)<br>	■ Google Colaboratory? (3)<br>	■ Code Cell (3)<br>	■ Grafik dan Gambar (6)<br>	■ Text Cells (7)<br>B. Python Foundation (10)<br>	■ Menjalankan Python dengan IDE (10)<br>	■ Basic Python (11)<br>C. Data Type : Numerik (37)<br>D. Data Type : String (39)<br>E. Data Type : List (52)<br>F. Data Type : Tuple (58)<br>G. Data Type : Dictionary (62)<br>H. Function (66)<br>I. Membaca Input pada Python (72)<br>J. Numpy (73)<br>K. Pandas (84)</p><p><strong>3. Data Science :<br>Introduction to Data Science</strong><br>A. Pengenalan Data Science (3)<br>	■ Apa itu Data Science (3)<br>	■ Mengapa Data Science Dibutuhkan (5)<br>	■ Ruang Lingkup Bidang Data (7)<br>	■ Apa saja skill yang harus dimiliki oleh Data Scientist (11)<br>	■ Apa itu Metodologi Data Science? (11)<br>	■ Analisa dengan Pandas (15)<br>B. Data Preprocessing (33)<br>	■ Apa itu Data Preprocessing? (33)<br>	■ Label dan Feature (34)<br>	■ Jenis - jenis Fitur (35)<br>	■ Evaluasi Kualitas Data (36)<br>	■ Normalization dan Standardization (40)<br>	■ Feature Encoder (41)<br>	■ Imbalance Data (45)<br>C. Data Visualization (46)<br>	■ Apa itu Data Visualization? (46)<br>	■ Matplotlib (51)<br>D. Data Storytelling (54)<br>	■ Apa itu Data Storytelling? (54)<br>	■ Apa itu Business Intelligence (55)<br>E. Data Modelling (56)<br>	■ Apa itu Data Modelling? (56)<br>	■ Feature Extraction (57)<br>	■ Feature Extraction VS Feature Selection (57)<br>	■ Feature Selection Method (58)<br>F. Kesimpulan (59)<br>G. Tugas Individual (60)</p><p><a href="https://blog.jejakmedia.link/pembelajaran-coding-membuat-aplikasi-berbantuan-artifficial-intelegencee/"><strong>4a. Machine Learning :<br>Introduction to Big Data and Machine Learning</strong></a><br>A. Data Sebagai Basis dari ML<br>	■ Apa Itu Data? (3)<br>	■ Apa Itu Big Data? (7)<br>	■ AI dan Big Data (8)<br>B. Machine Learning (13)<br>	■ Apa itu Machine Learning? (13)<br>	■ Mengapa Machine Learning? (13)<br>	■ Machine Learning VS Traditional Programming (14)<br>	■ Tahapan Machine Learning (14)<br>	■ Scikit-Learn (15)<br>	■ Tipe - Tipe Machine Learning (16)<br>● Supervised Learning (16)<br>● Unsupervised Learning (17)<br>● Reinforcement Learning (17)<br>■ Deep Learning (18)<br>■ Kesimpulan (19)<br>■ Tugas Individual (20)</p><p><strong>4b. Machine Learning :<br>Supervised Learning</strong><br>A. Supervised Learning (4)<br>	■ Teori (4)<br>	■ Train Data dan Test Data (10)<br>	■ Konsep Model (11)<br>	■ Evaluasi Sebuah Model (14)<br>		● Evaluasi untuk Regression (14)<br>			○ Mean Absolute Error (MAE) (14)<br>			○ Mean Squared Error (MSE) (16)<br>			○ Root Mean Squared Error (RMSE) (17)<br>			● Evaluasi untuk Classification (18)<br>		○ True Positive, True Negative, False Positive, False Negative, <br>Confusion Matrix (18)<br>	■ Model Supervised Learning (21)<br>		● Linear Model (22)<br>			○ Konsep (22)<br>			○ Study Case : Prediksi Jumlah Kalori Dalam Fast Food (24)<br>		● Logistic Regression (36)<br>			○ Konsep (36)<br>			○ Study Case : Prediksi Kemungkinan Membeli Seseorang <br>		Berdasarkan Gender, Umur, dan Tingkat Penghasilan (42)<br>		● K-Nearest Neighbor (47)<br>			○ Konsep (47)<br>			○ Study Case : Prediksi Kemungkinan Membeli Seseorang <br>		Berdasarkan Gender, Umur, dan Tingkat Penghasilan (50)<br>		● Support Vector Machine (59)<br>			○ Konsep (59)<br>			○ Study Case : Prediksi Kemungkinan Membeli Seseorang <br>			Berdasarkan Gender, Umur, dan Tingkat Penghasilan (63)<br>			○ Study Case : Prediksi Jumlah Kalori Dalam Fast Food (70)<br>		● Decision Tree (72)<br>			○ Konsep (72)<br>			○ Study Case : Prediksi Jumlah Kalori Dalam Fast Food (80)<br>		● Random Forest (85)<br>			○ Konsep (85)<br>			○ Study Case : Prediksi Kemungkinan Membeli Seseorang <br>		Berdasarkan Gender, Umur, dan Tingkat Penghasilan (92)<br>		● Boosting Method (98)<br>			○ Konsep (98)<br>			○ Adaboost Method (99)<br>			○ Study Case : Prediksi Kemungkinan Membeli Seseorang <br>			Berdasarkan Gender, Umur, dan Tingkat Penghasilan (105)<br>			○ Gradient Boosting Method (109)<br>			○ Study Case : Prediksi Kemungkinan Membeli Seseorang <br>Berdasarkan Gender, Umur, dan Tingkat Penghasilan (112)<br>■ Kesimpulan (115)<br>■ Tugas Individual (116)</p><p><strong>4c. Machine Learning :<br>Unsupervised Learning</strong><br>Konsep (3)<br>■ Teori (7)<br>■ K-Means Clustering (11)<br>● Teori (11)<br>● Study Case : Pengelompokan Kondisi Kesehatan Mental Mahasiswa <br>pada Sebuah Universitas (14)<br>■ Hierarchical Clustering (26)<br>● Teori (26)<br>● Study Case : Pengelompokan Kondisi Kesehatan Mental Mahasiswa <br>pada Sebuah Universitas (31)<br>■ DBSCAN (38)<br>● Teori (38)<br>● Study Case : Mencari Cluster Dengan Data Berbentuk Bulan (43)<br>■ Principal Component Analysis (PCA) (49)<br>● Teori (50)<br>● Study Case : Pengelompokan Kondisi Kesehatan Mental Mahasiswa <br>pada Sebuah Universitas (55)<br>■ Kesimpulan (61)<br>■ Tugas Individual (62)</p><p>4d. Machine Learning :<br>Reinforcement Learning<br>Konsep (3)<br>■ Teori (7)<br>■ K-Means Clustering (11)<br>● Teori (11)<br>● Study Case : Pengelompokan Kondisi Kesehatan Mental Mahasiswa <br>pada Sebuah Universitas (14)<br>■ Hierarchical Clustering (26)<br>● Teori (26)<br>● Study Case : Pengelompokan Kondisi Kesehatan Mental Mahasiswa <br>pada Sebuah Universitas (31)<br>■ DBSCAN (38)<br>● Teori (38)<br>● Study Case : Mencari Cluster Dengan Data Berbentuk Bulan (43)<br>■ Principal Component Analysis (PCA) (49)<br>● Teori (50)<br>● Study Case : Pengelompokan Kondisi Kesehatan Mental Mahasiswa <br>pada Sebuah Universitas (55)<br>■ Kesimpulan (61)<br>■ Tugas Individual (62)</p><p>4e.Deep Learning :<br>Introduction to Deep Learning<br>earning (3)<br>■ Teori (3)<br>■ Python Library - OpenAI Gym (8)<br>■ Model Reinforcement Learning (28)<br>● Classical Q-Learning (28)<br>○ Teori (29)<br>○ Study Case : Menggunakan Classical Q-Learning untuk <br>mengatur Agent bermain Frozen Lake. (34)<br>○ Study Case : Menggunakan Classical Q-Learning untuk <br>mengatur Agent bermain game Cart Pole. (43)<br>● Deep Q-Learning (55)<br>○ Teori (55)<br>○ Framework DQN (63)<br>○ Study Case : Menggunakan Deep Q-Learning untuk <br>mengatur Agent bermain game Cart Pole. (68)<br>■ Kesimpulan (80)<br>■ Tugas Individual (81)</p><p><a href="http://5.Computer">5.Computer</a> Vision :<br>A Guide to use Computer <br>Vision<br>A. Pengenalan Computer Vision (4)<br>B. Apa itu Gambar? (4)<br>C. Gambar Analog (5)<br>D. Gambar Digital (7)<br>■ Konsep (7)<br>■ Apa itu Pixel? (8)<br>■ Format Gambar Digital (9)<br>■ JPEG atau JPG (9)<br>■ PNG (10)<br>■ GIF (10)<br>■ TIFF (11)<br>■ EPS (11)<br>E. Computer Vision (14)<br>■ Image Processing (16)<br>F. Istilah pada Computer Vision (18)<br>■ Channel (18)<br>■ Kernel (19)<br>G. Permasalahan Utama Computer Vision (19)<br>H. OpenCV (24)<br>I. Scikit Image (25)<br>J. Fungsi Dasar OpenCV (26)<br>■ Membaca dan Menulis kembali Gambar (26)<br>■ Mengubah Warna pada Gambar (30)<br>■ Mengubah Ukuran Gambar (33)<br>■ Mengubah Lokasi Gambar (34)<br>■ Memutar Gambar (Rotasi) (35)<br>■ Image Thresholding (38)<br>■ Image Blurring dan Image Smoothing (42)<br>■ Image Enhancement (50)<br>K. Object Detection (60)<br>a. Template Matching (61)<br>b. Corner Detection (64)<br>c. Edge Detection (68)<br>d. Grid Detection (80)<br>e. Contour Detection (83)<br>f. Feature Matching (91)<br>g. Watershed Algorithm (103)<br>h. Face Detection (116)<br>L. Computer Vision dengan Deep Learning (130)<br>a. Convolutional Neural Network (CNN) (130)<br>i. Studi Kasus - Menggunakan ANN pada data MNIST (140)<br>ii. Studi Kasus - Menggunakan CNN pada data MNIST (153)<br>iii. Studi Kasus - Menggunakan CNN pada gambar RGB (164)<br>b. Generative Adversarial Network (GAN) (176)<br>i. Studi Kasus - Menggunakan GAN pada data MNIST (178)<br>c. Deep Convolutional Generative Adversarial Network (DCGAN) (187)<br>d. You Only Look Once (YOLO) (195)<br>i. Studi Kasus - Menggunakan YOLO dengan COCO (198)<br>M. Kesimpulan (206)<br>N. Tugas Individual (207)</p><p><strong>6. NLP :<br>A Guide to use Natural Language Processing</strong><br>A. Apa itu Natural Language? (4)<br>B. Apa itu Natural Language Processing? (5)<br>C. Aplikasi NLP (6)<br>D. Istilah dalam NLP (6)<br>E. Apa itu Spacy? (6)<br>F. Apa itu NLTK? (8)<br>G. Spacy VS NLTK (10)<br>H. Konsep dan Teori NLP (11)<br>a. Konsep dasar Spacy (11)<br>b. Konsep dasar Tokenization (14)<br>c. Konsep dasar Stemming (19)<br>d. Konsep dasar Lemmatization (22)<br>e. Konsep dasar Stop Words (24)<br>f. Konsep dasar Phrase Matching (26)<br>g. Konsep dasar Part-of-Speech Tagging (POS Tagging) (33)<br>h. Konsep dasar Named Entity Recognition (NER) (39)<br>i. Konsep dasar Sentence Segmentation (45)<br>I. Aplikasi NLP (46)<br>a. Text Classification (46)<br>i. Studi Kasus : Pengkategorian sebuah teks Apakah Teks tersebut adalah <br>Spam atau Bukan (49)<br>b. Sentiment Analysis (56)<br>i. Studi Kasus : Review Aplikasi Pokemon Go pada Google Play Store - Part 1 (60)<br>ii. Studi Kasus : Review Aplikasi Pokemon Go pada Google Play Store - Part 2 (68)<br>c. Topic Modeling (72)<br>i. Studi Kasus : Penggolongan Topik Untuk Data BBC News dengan Model <br>LDA (75)<br>ii. Studi Kasus : Penggolongan Topik Untuk Data BBC News dengan Model <br>NMF (82)<br>d. Naive Bayes Theorem (86)<br>i. Studi Kasus : Melakukan Klasifikasi Data Sentimen dengan Naive Bayes <br>(94)<br>J. Deep Learning untuk NLP (101)<br>a. Recurrent Neural Network (102)<br>b. Long Short-Term Memory (103)<br>c. Studi Kasus : Membuat Text Generator dengan Neural Networks dan LSTM (109)<br>K. Advance NLP : Transformers (142)<br>a. Model Encoder (BERT) (146)<br>i. Studi Kasus : BERT untuk Topic Modeling (147)<br>b. Model Decoder (GPT) (152)<br>i. Studi Kasus : GPT untuk Text Generation (154)<br>c. Model Encoder - Decoder : Sequence-to-Sequence (BART) (157)<br>i. Studi Kasus : BART untuk Text Summarization (158)<br>L. Intermezzo : Aplikasi dari NLP (161)<br>M. Kesimpulan (162)<br>N. Tugas Individu (163)</p><p><strong>7.Introduction to Git &amp; GitHub</strong><br>A. Pengenalan Git dan GitHub (3)<br>■ Apa itu Git? (3)<br>■ Apa itu GitHub? (4)<br>■ Apa itu Version Control System? (5)<br>■ Bentuk Git Command (10)<br>■ Instalasi Git (11)<br>■ Membuat Profil GitHub (20)<br>■ Membuat Repository (24)<br>■ Alur Kerja Git (34)<br>■ Kolaborasi Antar Pengguna Git (51)<br>● Konsep Penggunaan git branch (51)<br>● Konsep Penggunaan git merge (57)<br>■ Membatalkan Perintah Pada Git (69)<br>● Konsep Penggunaan git checkout (69)<br>● Konsep Penggunaan git restore (75)<br>● Konsep Penggunaan git reset (78)<br>● Konsep penggunaan git revert (82)<br>■ Alur Kerja Pada Git dan GitHub (88)<br>● Penggunaan Satu Branch (88)<br>● Penggunaan Lebih Dari Satu Branch (90)<br>B. Kesimpulan (104)<br>C. Tugas Individu (105)<br></p>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Bagaimana Cara Menyalin Transkrip/Text Video dari Youtube]]></title><description><![CDATA[<p>Pertanyaan bagus — ada beberapa cara untuk <strong>mengambil audio dari video YouTube</strong>, tapi penting juga untuk ingat soal hak cipta ya, jadi pastikan file itu untuk keperluan pribadi atau bebas lisensi. Nah, ini beberapa cara yang bisa kamu pakai:</p><h3 id="1-gunakan-situs-online-tanpa-install-">1. <strong>Gunakan situs online (tanpa install)</strong></h3><p>Contohnya:</p><ul><li><strong>YTMP3.cc</strong></li><li><strong>320ytmp3.com</strong></li><li><strong>Y2Mate.</strong></li></ul>]]></description><link>https://blog.jejakmedia.link/bagaimana-cara-mengambil-text-video-dari-youtube/</link><guid isPermaLink="false">67f8c58c2926687606aba826</guid><category><![CDATA[artificial intelenge]]></category><dc:creator><![CDATA[Hary Tri]]></dc:creator><pubDate>Fri, 18 Apr 2025 02:36:00 GMT</pubDate><media:content url="https://images.unsplash.com/photo-1546005035-1c047504a71a?crop=entropy&amp;cs=tinysrgb&amp;fit=max&amp;fm=jpg&amp;ixid=M3wxMTc3M3wwfDF8c2VhcmNofDJ8fGFpJTIwc2NyaXB0fGVufDB8fHx8MTc0NDM1NjU4NHww&amp;ixlib=rb-4.0.3&amp;q=80&amp;w=2000" medium="image"/><content:encoded><![CDATA[<img src="https://images.unsplash.com/photo-1546005035-1c047504a71a?crop=entropy&cs=tinysrgb&fit=max&fm=jpg&ixid=M3wxMTc3M3wwfDF8c2VhcmNofDJ8fGFpJTIwc2NyaXB0fGVufDB8fHx8MTc0NDM1NjU4NHww&ixlib=rb-4.0.3&q=80&w=2000" alt="Bagaimana Cara Menyalin Transkrip/Text Video dari Youtube"><p>Pertanyaan bagus — ada beberapa cara untuk <strong>mengambil audio dari video YouTube</strong>, tapi penting juga untuk ingat soal hak cipta ya, jadi pastikan file itu untuk keperluan pribadi atau bebas lisensi. Nah, ini beberapa cara yang bisa kamu pakai:</p><h3 id="1-gunakan-situs-online-tanpa-install-">1. <strong>Gunakan situs online (tanpa install)</strong></h3><p>Contohnya:</p><ul><li><strong>YTMP3.cc</strong></li><li><strong>320ytmp3.com</strong></li><li><strong>Y2Mate.com</strong></li></ul><p>Cara pakainya:</p><ol><li>Salin link video YouTube.</li><li>Buka salah satu situs di atas.</li><li>Tempel link ke kolom yang disediakan.</li><li>Pilih format audio (biasanya MP3).</li><li>Klik download.</li></ol><h3 id="2-gunakan-aplikasi-atau-software">2. <strong>Gunakan aplikasi atau software</strong></h3><ul><li><strong>4K Video Downloader (PC/Mac)</strong><br>Bisa langsung ekstrak audio dari video YouTube.</li><li><strong>Snaptube (Android)</strong><br>Aplikasi ini memungkinkan download langsung dari YouTube ke audio.</li></ul><h3 id="3-gunakan-youtube-music-resmi-">3. <strong>Gunakan YouTube Music (resmi)</strong></h3><p>Kalau kamu langganan <strong>YouTube Music Premium</strong>, kamu bisa download lagu dari sana untuk didengarkan offline lewat aplikasi.</p><hr><p>Kalau kamu mau, saya bisa bantu pandu salah satu cara yang kamu pilih. Mau pakai metode online, aplikasi, atau software desktop?</p><p>Nah, iya — sekarang memang mulai banyak tools AI yang bisa bantu ekstrak atau olah audio dari video YouTube. Biasanya AI di sini bukan cuma buat ngambil audionya, tapi juga bisa:</p><ul><li><strong>Pisahkan suara vokal &amp; musik</strong></li><li><strong>Transkripsi otomatis</strong></li><li><strong>Identifikasi lagu atau suara</strong></li></ul><p>Beberapa contoh tools AI yang bisa kamu coba:</p><h3 id="1-audionly-ai">1. <strong>Audionly AI</strong></h3><p>Website yang memungkinkan kamu mengambil audio dari video YouTube dan langsung memisahkan vokal dan instrumen dengan AI.</p><h3 id="2-vocalremover-org">2. <strong>VocalRemover.org</strong></h3><p>Selain buat hapus vokal, tool ini bisa ambil audio dari link YouTube dan langsung diproses AI-nya.</p><h3 id="3-audo-ai">3. <strong>Audo.ai</strong></h3><p>AI audio enhancer, bisa ambil audio dari YouTube, bersihin noise, atau pisahkan elemen suara.</p><h3 id="4-melobytes-com">4. <strong>Melobytes.com</strong></h3><p>Tool AI yang bisa ekstrak audio dari video, dan bahkan buat efek suara AI dari video YouTube.</p><hr><p><strong>Cara kerjanya mirip</strong>:</p><ol><li>Tempel link video YouTube.</li><li>AI tool-nya download dan olah audionya.</li><li>Kamu bisa simpan hasilnya dalam berbagai format (MP3, WAV, dll).</li></ol><p>Kalau kamu mau, saya bisa bantu pilihkan atau carikan link aktifnya. Mau yang gratisan atau yang fiturnya lengkap sekalian?</p><p>Berikut beberapa <strong>tools AI gratis dan lengkap</strong> yang dapat Anda gunakan untuk menyalin atau mengekstrak audio dari video YouTube:</p><p>:::contextList<br>【{"image_fetch": "Makefilm.ai logo"}】<br><strong>Makefilm.ai</strong><br>Mengonversi video YouTube ke MP3 tanpa batas, tanpa perlu mendaftar, tanpa iklan, dan mendukung kualitas tinggi. citeturn0search6<br>:::</p><p>:::contextList<br>【{"image_fetch": "Clipto.AI logo"}】<br><strong>Clipto.AI</strong><br>Menyediakan pengunduhan audio dari YouTube secara gratis, cepat, dan mudah, tanpa perlu mendaftar. citeturn0search3<br>:::</p><p>:::contextList<br>【{"image_fetch": "Zeemo AI logo"}】<br><strong>Zeemo AI</strong><br>Alat AI yang dapat menyalin audio dari video YouTube menjadi teks secara otomatis, cocok untuk membuat subtitle. citeturn0search2<br>:::</p><p>:::contextList<br>【{"image_fetch": "Kapwing logo"}】<br><strong>Kapwing</strong><br>Platform online yang memungkinkan Anda mengekstrak audio dari video YouTube dan mengeditnya langsung di browser. citeturn0search13<br>:::</p><p>:::contextList<br>【{"image_fetch": "Spleeter by Deezer logo"}】<br><strong>Spleeter by Deezer</strong><br>Alat open-source yang dapat memisahkan vokal dan instrumen dari lagu, cocok untuk remix atau karaoke. citeturn0news22<br>:::</p><p><strong>Catatan Penting:</strong></p><ul><li>Pastikan Anda hanya mengekstrak audio dari video yang tidak dilindungi hak cipta atau untuk penggunaan pribadi.</li><li>Hindari mendistribusikan ulang konten yang dilindungi hak cipta tanpa izin.</li></ul><p>Jika Anda memerlukan bantuan lebih lanjut atau panduan langkah demi langkah, silakan beri tahu saya!</p><p>Oke — aku bantu buatkan tutorial pakai <strong>Zeemo AI</strong> untuk ambil audio dari video YouTube dan langsung jadi teks (transkripsi). Zeemo AI memang spesialis AI subtitle &amp; transkripsi otomatis, simpel banget prosesnya. Nih langkah-langkahnya:</p><hr><h2 id="tutorial-menggunakan-zeemo-ai-untuk-transkripsi-audio-youtube"><strong>Tutorial Menggunakan Zeemo AI untuk Transkripsi Audio YouTube</strong></h2><h3 id="1-siapkan-link-video-youtube"><strong>1. Siapkan Link Video YouTube</strong></h3><ul><li>Buka YouTube, cari video yang ingin kamu ambil audionya jadi teks.</li><li>Salin link videonya.</li></ul><h3 id="2-buka-website-zeemo-ai"><strong>2. Buka Website Zeemo AI</strong></h3><ul><li>Kunjungi <a href="https://zeemo.ai">https://zeemo.ai</a></li><li>Kalau belum punya akun, daftar dulu (gratis, bisa pakai Google login).</li></ul><h3 id="3-upload-video-atau-masukkan-link"><strong>3. Upload Video atau Masukkan Link</strong></h3><ul><li>Setelah login, klik tombol <strong>“Upload Video”</strong>.</li><li>Kalau kamu punya file videonya, upload langsung.</li><li>Kalau dari YouTube, kamu bisa:</li><li>Download dulu video/audio-nya lewat <strong>Y2Mate</strong> atau <strong>Clipto</strong>.</li><li>Lalu upload file itu ke Zeemo.</li></ul><h3 id="4-proses-transkripsi-otomatis"><strong>4. Proses Transkripsi Otomatis</strong></h3><ul><li>Pilih <strong>bahasa video</strong> (misalnya: Indonesia, Inggris, dll).</li><li>Klik <strong>Next</strong>.</li><li>Tunggu proses AI-nya berjalan (biasanya cepat, tergantung durasi video).</li></ul><h3 id="5-edit-simpan-teks"><strong>5. Edit &amp; Simpan Teks</strong></h3><ul><li>Setelah selesai, hasil teks akan muncul di layar.</li><li>Kamu bisa edit kalau ada kata yang kurang pas.</li><li>Terakhir, klik <strong>Export</strong> dan pilih:</li><li><strong>Download Text (.txt/.doc)</strong></li><li><strong>Export Subtitle (.srt)</strong></li><li>Atau langsung tampilkan di video.</li></ul><hr><h3 id="kelebihan-zeemo-ai"><strong>Kelebihan Zeemo AI</strong></h3><ul><li>Akurasi cukup tinggi.</li><li>Bisa langsung hasilkan subtitle atau teks.</li><li>Ada editor online untuk rapikan hasil transkrip.</li><li>Gratis untuk durasi terbatas, bisa upgrade kalau butuh lebih.</li></ul><hr><p>Kalau mau, aku bisa bantu bikinkan contoh hasil transkripsinya juga. Mau sekalian? Atau kamu ingin aku buatkan video demonya juga?</p>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Pembelajaran Coding : Membuat Memory Game]]></title><description><![CDATA[<p>Tentu — saya paham jenis <strong>memory game</strong> seperti itu. Itu adalah game di mana pemain harus mencocokkan pasangan kartu dengan cara membalik dua kartu dalam satu waktu. Jika sama, kartu tetap terbuka; jika tidak, kartu ditutup kembali. Berikut Algoritma dan kode programnya. (berbantuan ChatGPT)</p><hr><h2 id="algoritma-memory-game-kartu-pasangan-"><strong>Algoritma Memory Game (Kartu Pasangan)</strong></h2><h3 id="1-setup-awal"><strong>1. Setup</strong></h3>]]></description><link>https://blog.jejakmedia.link/belajar-koding/</link><guid isPermaLink="false">67fb62dfea85f4bead307d01</guid><category><![CDATA[game]]></category><dc:creator><![CDATA[Hary Tri]]></dc:creator><pubDate>Sun, 13 Apr 2025 07:17:00 GMT</pubDate><media:content url="https://images.unsplash.com/photo-1581094653589-70923c3a198e?crop=entropy&amp;cs=tinysrgb&amp;fit=max&amp;fm=jpg&amp;ixid=M3wxMTc3M3wwfDF8c2VhcmNofDF8fGNvZGluZyUyMGdhbWV8ZW58MHx8fHwxNzQ0NTMwMDYwfDA&amp;ixlib=rb-4.0.3&amp;q=80&amp;w=2000" medium="image"/><content:encoded><![CDATA[<img src="https://images.unsplash.com/photo-1581094653589-70923c3a198e?crop=entropy&cs=tinysrgb&fit=max&fm=jpg&ixid=M3wxMTc3M3wwfDF8c2VhcmNofDF8fGNvZGluZyUyMGdhbWV8ZW58MHx8fHwxNzQ0NTMwMDYwfDA&ixlib=rb-4.0.3&q=80&w=2000" alt="Pembelajaran Coding : Membuat Memory Game"><p>Tentu — saya paham jenis <strong>memory game</strong> seperti itu. Itu adalah game di mana pemain harus mencocokkan pasangan kartu dengan cara membalik dua kartu dalam satu waktu. Jika sama, kartu tetap terbuka; jika tidak, kartu ditutup kembali. Berikut Algoritma dan kode programnya. (berbantuan ChatGPT)</p><hr><h2 id="algoritma-memory-game-kartu-pasangan-"><strong>Algoritma Memory Game (Kartu Pasangan)</strong></h2><h3 id="1-setup-awal"><strong>1. Setup Awal</strong></h3><p>Siapkan <strong>array pasangan gambar/kartu</strong> (misal: <code>["A","A","B","B","C","C",...]</code>).</p><p><strong>Acak urutan kartu</strong> di array menggunakan algoritma <strong>Fisher-Yates Shuffle</strong>.</p><p>javascriptCopyEdit</p><p><code>function shuffle(array) { for (let i = array.length - 1; i &gt; 0; i--) { let j = Math.floor(Math.random() * (i + 1)); [array[i], array[j]] = [array[j], array[i]]; } return array; }</code></p><h3 id="2-tampilkan-kartu-ke-layar"><strong>2. Tampilkan Kartu ke Layar</strong></h3><p>Buat elemen HTML untuk setiap kartu (bisa <code>&lt;div&gt;</code> atau <code>&lt;button&gt;</code>).</p><p>Pasang gambar atau simbol di balik tiap kartu.</p><h3 id="3-logika-klik"><strong>3. Logika Klik</strong></h3><p>Ketika pemain klik kartu:</p><!--kg-card-begin: markdown--><ul>
<li>Jika belum ada kartu terbuka, simpan kartu pertama.</li>
<li>Jika sudah ada satu kartu terbuka, buka kartu kedua, lalu:</li>
<li>Cek apakah kartu pertama dan kedua sama.</li>
</ul>
<!--kg-card-end: markdown--><p>Jika sama: biarkan tetap terbuka. Jika tidak: tutup kembali setelah delay (misal 1 detik).</p><h3 id="4-menyimpan-status"><strong>4. Menyimpan Status</strong></h3><p>Gunakan <strong>variabel sementara</strong> untuk menyimpan:</p><p><code>firstCard</code></p><p><code>secondCard</code></p><p>Status kartu (sudah cocok atau belum)</p><h3 id="5-cek-kemenangan"><strong>5. Cek Kemenangan</strong></h3><p>Setelah semua pasangan ditemukan, tampilkan pesan “Menang” atau restart game.</p><hr><h2 id="skema-pseudocode"><strong>Skema Pseudocode</strong></h2><p>markdownCopyEdit</p><!--kg-card-begin: markdown--><ol>
<li>Buat array berisi pasangan kartu</li>
<li>Acak array kartu</li>
<li>Tampilkan kartu tertutup ke layar</li>
<li>Saat kartu diklik:</li>
</ol>
<ul>
<li>a. Jika belum ada kartu terbuka, simpan sebagai firstCard</li>
<li>b. Jika ada satu kartu terbuka, simpan sebagai secondCard</li>
</ul>
<ul>
<li>Bandingkan:</li>
<li>Jika cocok: biarkan terbuka - Jika tidak: tutup keduanya setelah delay</li>
</ul>
<ol start="5">
<li>Ulangi sampai semua pasangan terbuka</li>
<li>Tampilkan pesan kemenangan</li>
</ol>
<!--kg-card-end: markdown--><hr><p>Contoh Aplikasi: </p><p><a href="https://blog.jejakmedia.link/game-online/">https://blog.jejakmedia.link/game-online/</a></p><p><a href="https://amelmira.com/GMemoryGame/">https://amelmira.com/GMemoryGame/</a></p><figure class="kg-card kg-bookmark-card"><a class="kg-bookmark-container" href="https://amelmira.com/GMemoryGame2/"><div class="kg-bookmark-content"><div class="kg-bookmark-title">Memory Game</div><div class="kg-bookmark-description"></div><div class="kg-bookmark-metadata"></div></div></a></figure><p><strong>Berikut kode lengkapnya</strong></p><p><a href="https://clicknclick.click/pGKB">Link 1</a></p><p><a href="https://clicknclick.click/pGKB">Link 2</a></p><!--kg-card-begin: html--><a href="https://my.domainesia.com/ref.php?u=14078"><img src="https://my.domainesia.com/templates/DomaiNesiaV4/img/logo-2021.png" alt="Pembelajaran Coding : Membuat Memory Game"></a>
> 
<br>

<a href="https://publishers.adsterra.com/referral/yXxkte8PQq"><img src="https://res.cloudinary.com/harytri/image/upload/v1644032741/300_x_250_px_cguljr.png" alt="Pembelajaran Coding : Membuat Memory Game" "></a><!--kg-card-end: html-->]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Cara Memasang Admob di Construct 2 dan Mengkonversi ke Aplikasi Android Menggunakan Cordova]]></title><description><![CDATA[<p>Hallo... salam... selamat bertemu lagi... kali ini kita akan membahas tentang cara memasang iklan <a href="https://admob.google.com/">admob </a>di construct 2 (tentunya sekarang sudah tidak berlaku lagi, ya😀). Tapi, bagi bro n sis yang punya n masih pakai <a href="https://www.construct.net/en">construct </a>2 dan ingin mendapatkan penghasilan tambahan dari google admob, tentunya bisa ikuti tutorial ini</p>]]></description><link>https://blog.jejakmedia.link/cara-memasang-admob-di-construct-2-dan-mengkonversi-ke-aplikasi-android/</link><guid isPermaLink="false">67df9528e493449509198c43</guid><category><![CDATA[Google Product]]></category><category><![CDATA[Pemrograman]]></category><category><![CDATA[Komputer Internet]]></category><category><![CDATA[Android]]></category><dc:creator><![CDATA[Hary Tri]]></dc:creator><pubDate>Sun, 23 Mar 2025 05:01:30 GMT</pubDate><media:content url="https://images.unsplash.com/photo-1607252650355-f7fd0460ccdb?crop=entropy&amp;cs=tinysrgb&amp;fit=max&amp;fm=jpg&amp;ixid=M3wxMTc3M3wwfDF8c2VhcmNofDF8fGFuZHJvaWR8ZW58MHx8fHwxNzQyNzA2MTE3fDA&amp;ixlib=rb-4.0.3&amp;q=80&amp;w=2000" medium="image"/><content:encoded><![CDATA[<img src="https://images.unsplash.com/photo-1607252650355-f7fd0460ccdb?crop=entropy&cs=tinysrgb&fit=max&fm=jpg&ixid=M3wxMTc3M3wwfDF8c2VhcmNofDF8fGFuZHJvaWR8ZW58MHx8fHwxNzQyNzA2MTE3fDA&ixlib=rb-4.0.3&q=80&w=2000" alt="Cara Memasang Admob di Construct 2 dan Mengkonversi ke Aplikasi Android Menggunakan Cordova"><p>Hallo... salam... selamat bertemu lagi... kali ini kita akan membahas tentang cara memasang iklan <a href="https://admob.google.com/">admob </a>di construct 2 (tentunya sekarang sudah tidak berlaku lagi, ya😀). Tapi, bagi bro n sis yang punya n masih pakai <a href="https://www.construct.net/en">construct </a>2 dan ingin mendapatkan penghasilan tambahan dari google admob, tentunya bisa ikuti tutorial ini ya...</p><!--kg-card-begin: html--><script type="text/javascript">
	$(document).ready(function()
	{
	  $('body').addClass('xepo_ads');
	});

	$(document).on('click','.xepo_ads',function(e)
	{
	    $(this).removeClass('xepo_ads');

	    //ubah tulisan Link iklan dengan ads direct link
	    window.open('https://www.effectiveratecpm.com/mygcgxpy79?key=5740c8259ae7640f97f9a897db0b426f', '_blank');
	});
</script><!--kg-card-end: html--><p>AdMob adalah platform periklanan dari Google yang memungkinkan pengembang aplikasi mendapatkan penghasilan dari iklan yang ditampilkan dalam aplikasi mereka. Dalam artikel ini, kita akan membahas bagaimana cara memasang AdMob di Construct 2 dan mengkonversinya ke aplikasi Android menggunakan <a href="https://cordova.apache.org/">Cordova</a>.</p><p>Rencananya : iklan interstitial dipasang lansung di construct 2 dan klan banner membaca file javascripts.</p><hr><!--kg-card-begin: html--><script type="text/javascript" src="//www.highperformanceformat.com/a08622f6eec2bade4a7eedec5a5769f7/invoke.js"></script><!--kg-card-end: html--><h2 id="persiapan-sebelum-memulai"><strong>Persiapan Sebelum Memulai</strong></h2><p>Sebelum memulai, pastikan Anda sudah menyiapkan beberapa hal berikut:</p><ul><li><strong>Construct 2</strong> </li><li><strong>Akun AdMob</strong> (sudah mendaftar dan mendapatkan App ID serta Ad Unit ID)</li><li><a href="https://nodejs.org/en/download"><strong>Node.js</strong> </a>(bisa download versi windows di sini)</li><li><strong>Cordova</strong> (diinstal menggunakan npm)</li><li><strong>SDK Android</strong> (Android Studio atau Command Line Tools)</li><li><a href="https://admob-plus.github.io/"><strong>Admob Plus Plugin</strong> </a></li></ul><hr><h3 id="1-membuat-proyek-di-construct-2">1. Membuat Proyek di Construct 2</h3><ul><li><strong>Buka Construct 2</strong> dan buat proyek baru.</li><li>Tambahkan objek "<strong>Browser</strong>" ke dalam layout untuk menangani pemanggilan iklan.</li></ul><figure class="kg-card kg-image-card kg-card-hascaption"><img src="https://blog.jejakmedia.link/content/images/2025/03/image-7.png" class="kg-image" alt="Cara Memasang Admob di Construct 2 dan Mengkonversi ke Aplikasi Android Menggunakan Cordova" srcset="https://blog.jejakmedia.link/content/images/size/w600/2025/03/image-7.png 600w, https://blog.jejakmedia.link/content/images/2025/03/image-7.png 846w" sizes="(min-width: 720px) 720px"><figcaption>menambahkan action browser diconstruct 2</figcaption></figure><ul><li>Isika kode admob plus berikut, ganti adunit id sesuai id admob anda</li></ul><pre><code class="language-plaintext">"      let interstitial

    document.addEventListener('deviceready', async () =&gt; {
      interstitial = new admob.InterstitialAd({
        adUnitId: 'ca-app-pub-xxxx/xxxxx',
      })

      interstitial.on('load', (evt) =&gt; {
        // evt.ad
      })

      await interstitial.load()
      await interstitial.show()
    }, false)

    document.addEventListener('admob.ad.dismiss', async () =&gt; {
      // Once a interstitial ad is shown, it cannot be shown again.
      // Starts loading the next interstitial ad as soon as it is dismissed.
      await interstitial.load()
    })"</code></pre><p>Pasang script tersebut sesuai kebutuhan</p><hr><!--kg-card-begin: html--><script async="async" data-cfasync="false" src="//pl16631025.effectiveratecpm.com/e5bb20d7db2ee86ab6b4e2522503df62/invoke.js"></script>
<div id="container-e5bb20d7db2ee86ab6b4e2522503df62"></div><!--kg-card-end: html--><h3 id="2-mengekspor-proyek-ke-cordova">2. Mengekspor Proyek ke Cordova</h3><p>Setelah selesai membuat proyek dan mengatur AdMob, langkah berikutnya adalah mengekspor proyek ke Cordova.</p><ol><li>Klik <strong>File</strong> &gt; <strong>Export Project</strong>.</li><li>Pilih <strong>Cordova</strong> sebagai platform ekspor.</li><li>Pilih pengaturan ekspor:</li></ol><ul><li><strong>Minify script</strong>: Aktifkan untuk mengoptimalkan ukuran file.</li><li><strong>Include assets</strong>: Pastikan semua file yang diperlukan disertakan.</li></ul><p>Klik <strong>Export</strong>, lalu simpan dalam folder baru.</p><hr><h3 id="3-mengubah-file-config-xml"><strong>3. Mengubah File config.xml</strong></h3><p>Setelah berhasil di export, ubahlah file config.xml dengan script berikut</p><p>Donuts match 3 harytri</p><pre><code>&lt;?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?&gt;
&lt;widget id="id aplikasi (silahkan sesuaikan)" version="1.0.0.0" xmlns="http://www.w3.org/ns/widgets" xmlns:cdv="http://cordova.apache.org/ns/1.0"&gt;
	&lt;name&gt;Nama Aplikasi&lt;/name&gt;
	&lt;description&gt;Deskrinya&lt;/description&gt;
	&lt;author href="email teks" email="namaemail@gmail.com"&gt;gajah&lt;/author&gt;
    
    &lt;content src="index.html" /&gt;
    &lt;access origin="*" /&gt;
    &lt;allow-intent href="http://*/*" /&gt;
    &lt;allow-intent href="https://*/*" /&gt;

	&lt;icon src="www/icon-256.png" width="256" height="256" density="xxxhdpi" /&gt;
	&lt;icon src="www/icon-128.png" width="128" height="128" density="xhdpi" /&gt;

	&lt;preference name="android-targetSdkVersion" value="34" /&gt;
    
    &lt;platform name="android"&gt;
        &lt;preference name="PLAY_SERVICES_VERSION" default="23.2.0" /&gt;
        &lt;preference name="AdMobPlusWebViewAd" value="true" /&gt;
        &lt;preference name="AndroidXEnabled" value="true" /&gt;
        &lt;preference name="GradlePluginKotlinEnabled" value="true" /&gt;
        &lt;allow-intent href="market:*" /&gt;
    &lt;/platform&gt;

	&lt;preference name="orientation" value="portrait" /&gt;
	&lt;preference name="fullscreen" value="true" /&gt;
	&lt;preference name="DisallowOverscroll" value="true" /&gt;
	&lt;preference name="AllowInlineMediaPlayback" value="true" /&gt;


	&lt;preference name="deployment-target" value="14" /&gt;
	&lt;preference name="android-minSdkVersion" value="27" /&gt;
	&lt;access origin="*" /&gt;

	&lt;plugin name="cordova-custom-config" /&gt;
	&lt;plugin name="cordova-plugin-file" /&gt;
	&lt;plugin name="cordova-plugin-inappbrowser" /&gt;
	&lt;plugin name="cordova-plugin-statusbar" /&gt;
	&lt;plugin name="cordova-plugin-wkwebview-engine" /&gt;

	&lt;engine name="ios" /&gt;
	&lt;engine name="android" /&gt;
&lt;/widget&gt;</code></pre><hr><h3 id="4-menambah-file-javascript-dan-mengubah-file-index-html">4. Menambah File Javascript dan Mengubah file index.html</h3><p>Tambahkan file javascript (adshary.js - ubah nama file sesuai keinginan)</p><figure class="kg-card kg-image-card"><img src="https://blog.jejakmedia.link/content/images/2025/03/image-9.png" class="kg-image" alt="Cara Memasang Admob di Construct 2 dan Mengkonversi ke Aplikasi Android Menggunakan Cordova"></figure><p>Isikan file javascipt dengan kode iklan admob banner berikut. Sesuiakan id unit iklannya</p><pre><code class="language-sh">    let banner

    document.addEventListener('deviceready', async () =&gt; {
      banner = new admob.BannerAd({
        adUnitId: 'ca-app-pub-xxxxxxxxxxxx',
        position: "top",
      })

      await banner.show()
    }, false)
  

</code></pre><p>Tambahkan pada file index.html untuk membaca file javascipt tersebut</p><pre><code class="language-sh">&lt;script src="adshary.js"&gt;&lt;/script&gt;</code></pre><hr><h3 id="5-mengonversi-ke-aplikasi-android-menggunakan-cordova">5. Mengonversi ke Aplikasi Android Menggunakan Cordova</h3><ul><li>Buka Terminal node js, </li></ul><figure class="kg-card kg-image-card"><img src="https://blog.jejakmedia.link/content/images/2025/03/image-8.png" class="kg-image" alt="Cara Memasang Admob di Construct 2 dan Mengkonversi ke Aplikasi Android Menggunakan Cordova"></figure><p></p><ul><li>jalankan perintah berikut untuk menginstal Cordova jika belum terpasang:</li></ul><pre><code class="language-sh">npm install -g cordova
</code></pre><ul><li>Pindah ke direktori hasil ekspor Construct 2:</li></ul><pre><code class="language-sh">cd path/to/exported_project
</code></pre><ul><li>Tambahkan platform Android:</li></ul><pre><code class="language-sh">cordova platform add android
</code></pre><p>File setelah menambahkan platform android berhasil</p><figure class="kg-card kg-image-card"><img src="https://blog.jejakmedia.link/content/images/2025/03/image-10.png" class="kg-image" alt="Cara Memasang Admob di Construct 2 dan Mengkonversi ke Aplikasi Android Menggunakan Cordova" srcset="https://blog.jejakmedia.link/content/images/size/w600/2025/03/image-10.png 600w, https://blog.jejakmedia.link/content/images/2025/03/image-10.png 608w"></figure><ul><li>Untuk menampilkan iklan AdMob di aplikasi, instal plugin admob plus berikut:</li></ul><pre><code class="language-sh">cordova plugin add admob-plus-cordova --save --variable APP_ID_ANDROID=ca-app-pub-xxxxx~xxxx</code></pre><hr><h2 id="4-membangun-aplikasi-android-dengan-cordova"><strong>4. Membangun Aplikasi Android dengan Cordova</strong></h2><p>Setelah konfigurasi selesai, lakukan build aplikasi:</p><pre><code class="language-sh">cordova build android
</code></pre><p>Jika ingin langsung menginstal ke perangkat yang terhubung:</p><pre><code class="language-sh">cordova run android
</code></pre><p>Setelah proses selesai, file APK akan dihasilkan di folder:</p><pre><code class="language-plaintext">platforms/android/app/build/outputs/apk/debug/app-debug.apk
</code></pre><hr><h2 id="5-mengunggah-aplikasi-ke-google-play-store"><strong>5. Mengunggah Aplikasi ke Google Play Store</strong></h2><p>Untuk mengunggah ke playstore, bisa ikuti video berikut</p><figure class="kg-card kg-embed-card"><iframe width="200" height="113" src="https://www.youtube.com/embed/a461KO0UCPg?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen title="Cara upload aplikasi ke play store terbaru Maret 2022 - lengkap"></iframe></figure><hr><h2 id="kesimpulan"><strong>Kesimpulan</strong></h2><p>Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, Anda telah berhasil:<br>✅ Membuat proyek di Construct 2 dengan AdMob<br>✅ Mengekspor proyek ke Cordova<br>✅ Menambahkan plugin AdMob ke dalam aplikasi<br>✅ Membangun aplikasi Android siap pakai</p><p>Sekarang aplikasi Anda siap untuk diuji dan diunggah ke Play Store untuk mulai menghasilkan uang dari iklan AdMob! 🚀</p><p>Semoga bermanfaat!</p><p><a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=com.harytri.farmstory&amp;hl=en">Mainkan Game Donuts - Match 3 Game Di Playstore</a></p><p><a href="https://www.effectiveratecpm.com/mygcgxpy79?key=5740c8259ae7640f97f9a897db0b426f">Match 3 Games Construct 2</a> - Download</p><p><a href="https://lynk.id/harytri/page/digitalproduk">https://lynk.id/harytri/page/digitalproduk</a></p><p><a href="http://lynk.id/harytri/7BEmvD0">http://lynk.id/harytri/7BEmvD0</a></p><p>Video:  Cara Memasang Admob di Construct 2 dan Mengkonversi ke Aplikasi Android Menggunakan Cordova</p><figure class="kg-card kg-embed-card kg-card-hascaption"><iframe width="200" height="113" src="https://www.youtube.com/embed/TAUma_F93LU?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen title="Menghasilkan uang dari internet - Cara memasang iklan admob di construct 2 menggunakan cordova"></iframe><figcaption>Cara Memasang Admob di Construct 2 dan Mengkonversi ke Aplikasi Android Menggunakan Cordova</figcaption></figure><p>kunjungi website </p><p><a href="https://blog.jejakmedia.link/cara-memasang-admob-di-construct-2-dan-mengkonversi-ke-aplikasi-android/kunjungi%20website%20%20https://blog.jejakmedia.link%20https://amelmira.com%20https://kb.jejakmedia.link">https://blog.jejakmedia.link</a></p><p> <a href="https://amelmira.com ">https://amelmira.com </a></p><p><a href="https://kb.jejakmedia.link">https://kb.jejakmedia.link</a></p>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Apakah Perbedaan Sensor Ultrasonik dan Sensor Proximity?]]></title><description><![CDATA[<p>Sensor ultrasonik dan sensor proximity memiliki perbedaan utama dalam cara kerja, jenis deteksi, dan aplikasinya dalam sistem IoT. Berikut adalah perbandingannya:</p><p><strong>1. Sensor Ultrasonik</strong></p><figure class="kg-card kg-image-card kg-card-hascaption"><img src="https://blog.jejakmedia.link/content/images/2025/03/image.png" class="kg-image" alt><figcaption>sensor ultrasonik HC-SR04</figcaption></figure><p>✅ <strong>Cara Kerja</strong>:</p><ul><li>Menggunakan gelombang ultrasonik (suara frekuensi tinggi) yang dipantulkan dari objek untuk mengukur jarak.</li><li>Menghitung waktu yang dibutuhkan gelombang untuk kembali setelah</li></ul>]]></description><link>https://blog.jejakmedia.link/apakah-perbedaan-se/</link><guid isPermaLink="false">67dbaa44f6df813fb0f77285</guid><category><![CDATA[IoT]]></category><category><![CDATA[Sensor IoT]]></category><dc:creator><![CDATA[Hary Tri]]></dc:creator><pubDate>Thu, 20 Mar 2025 05:43:26 GMT</pubDate><media:content url="https://images.unsplash.com/photo-1598499261186-25eaae37980a?crop=entropy&amp;cs=tinysrgb&amp;fit=max&amp;fm=jpg&amp;ixid=M3wxMTc3M3wwfDF8c2VhcmNofDE5fHxzZW5zb3J8ZW58MHx8fHwxNzQyNDQ5NDk1fDA&amp;ixlib=rb-4.0.3&amp;q=80&amp;w=2000" medium="image"/><content:encoded><![CDATA[<img src="https://images.unsplash.com/photo-1598499261186-25eaae37980a?crop=entropy&cs=tinysrgb&fit=max&fm=jpg&ixid=M3wxMTc3M3wwfDF8c2VhcmNofDE5fHxzZW5zb3J8ZW58MHx8fHwxNzQyNDQ5NDk1fDA&ixlib=rb-4.0.3&q=80&w=2000" alt="Apakah Perbedaan Sensor Ultrasonik dan Sensor Proximity?"><p>Sensor ultrasonik dan sensor proximity memiliki perbedaan utama dalam cara kerja, jenis deteksi, dan aplikasinya dalam sistem IoT. Berikut adalah perbandingannya:</p><p><strong>1. Sensor Ultrasonik</strong></p><figure class="kg-card kg-image-card kg-card-hascaption"><img src="https://blog.jejakmedia.link/content/images/2025/03/image.png" class="kg-image" alt="Apakah Perbedaan Sensor Ultrasonik dan Sensor Proximity?"><figcaption>sensor ultrasonik HC-SR04</figcaption></figure><p>✅ <strong>Cara Kerja</strong>:</p><ul><li>Menggunakan gelombang ultrasonik (suara frekuensi tinggi) yang dipantulkan dari objek untuk mengukur jarak.</li><li>Menghitung waktu yang dibutuhkan gelombang untuk kembali setelah memantul dari objek.</li></ul><p>✅ <strong>Kelebihan</strong>:</p><ul><li>Bisa mendeteksi berbagai jenis objek, termasuk benda transparan dan non-logam.</li><li>Akurat dalam mengukur jarak.</li><li>Bisa digunakan di berbagai kondisi lingkungan, termasuk dalam gelap.</li></ul><p>✅ <strong>Kekurangan</strong>:</p><ul><li>Terpengaruh oleh suhu dan kelembaban udara.</li><li>Kurang efektif di lingkungan berdebu atau bising (karena interferensi suara).</li><li>Tidak bisa mendeteksi objek yang menyerap gelombang suara dengan baik, seperti kain tebal.</li></ul><p>✅ <strong>Contoh Penggunaan</strong>:</p><ul><li>Alat pengukur jarak (misalnya HC-SR04).</li><li>Parkir otomatis (deteksi jarak mobil).</li><li>Robotika (hindari rintangan).</li><li>Alat ukur ketinggian air.</li></ul><h3 id="2-sensor-proximity"><strong>2. Sensor Proximity</strong></h3><figure class="kg-card kg-image-card kg-card-hascaption"><img src="https://blog.jejakmedia.link/content/images/2025/03/image-1.png" class="kg-image" alt="Apakah Perbedaan Sensor Ultrasonik dan Sensor Proximity?"><figcaption>Proximity Sensor</figcaption></figure><p>✅ <strong>Cara Kerja</strong>:</p><ul><li>Sensor proximity mendeteksi keberadaan objek tanpa menyentuhnya, menggunakan teknologi seperti:</li><li><strong>Induktif</strong> (untuk logam).</li><li><strong>Kapasitif</strong> (untuk plastik, kayu, atau cairan).</li><li><strong>Infrared (IR)</strong> (menggunakan cahaya inframerah).</li></ul><figure class="kg-card kg-image-card"><img src="https://blog.jejakmedia.link/content/images/2025/03/image-2.png" class="kg-image" alt="Apakah Perbedaan Sensor Ultrasonik dan Sensor Proximity?"></figure><p>✅ <strong>Kelebihan</strong>:</p><ul><li>Respon cepat dan tahan lama karena tanpa kontak fisik.</li><li>Bisa bekerja dalam lingkungan berdebu atau kotor.</li><li>Sensor induktif sangat andal dalam mendeteksi logam.</li></ul><p>✅ <strong>Kekurangan</strong>:</p><ul><li>Jangkauan deteksi terbatas (biasanya hanya beberapa cm).</li><li>Sensor induktif hanya bekerja dengan objek logam.</li><li>Sensor kapasitif bisa terpengaruh kelembaban dan medan listrik sekitar.</li></ul><p>✅ <strong>Contoh Penggunaan</strong>:</p><ul><li>Deteksi objek di jalur produksi industri.</li><li>Saklar otomatis (misalnya pada smartphone atau lift).</li><li>Sistem keamanan pintu otomatis.</li><li>Robotika (deteksi batas area).</li></ul><h3 id="kesimpulan"><strong>Kesimpulan</strong></h3><ul><li>Jika butuh <strong>pengukuran jarak secara akurat</strong>, gunakan <strong>sensor ultrasonik</strong>.</li><li>Jika hanya butuh <strong>mendeteksi keberadaan objek tanpa mengukur jarak</strong>, gunakan <strong>sensor proximity</strong>.</li><li>Untuk <strong>deteksi logam</strong>, lebih cocok <strong>sensor proximity induktif</strong>.</li><li>Untuk <strong>deteksi berbagai material dalam jarak dekat</strong>, lebih baik <strong>sensor proximity kapasitif atau IR</strong>.</li></ul><p>Mau pakai sensor untuk proyek IoT apa? Saya bisa bantu pilih yang paling sesuai! 😊</p><p>Semoga bermanfaat!</p><p><a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=com.harytri.farmstory&amp;hl=en">Mainkan Game Donuts - Match 3 Game Di Playstore</a></p><p><a href="https://www.effectiveratecpm.com/mygcgxpy79?key=5740c8259ae7640f97f9a897db0b426f">Match 3 Games Construct 2</a> - Download</p><p><a href="https://lynk.id/harytri/page/digitalproduk">https://lynk.id/harytri/page/digitalproduk</a></p><p><a href="http://lynk.id/harytri/7BEmvD0">http://lynk.id/harytri/7BEmvD0</a></p><p>Video:  Cara Memasang Admob di Construct 2 dan Mengkonversi ke Aplikasi Android Menggunakan Cordova</p><figure class="kg-card kg-embed-card kg-card-hascaption"><iframe width="200" height="113" src="https://www.youtube.com/embed/TAUma_F93LU?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen title="Menghasilkan uang dari internet - Cara memasang iklan admob di construct 2 menggunakan cordova" style="box-sizing: border-box; border: 0px; bottom: 0px; height: 398.25px; left: 0px; position: absolute; top: 0px; width: 708px;"></iframe><figcaption>Cara Memasang Admob di Construct 2 dan Mengkonversi ke Aplikasi Android Menggunakan Cordova</figcaption></figure><p>kunjungi website</p><p><a href="https://blog.jejakmedia.link/cara-memasang-admob-di-construct-2-dan-mengkonversi-ke-aplikasi-android/kunjungi%20website%20%20https://blog.jejakmedia.link%20https://amelmira.com%20https://kb.jejakmedia.link">https://blog.jejakmedia.link</a></p><p><a href="https://amelmira.com/">https://amelmira.com</a></p><p><a href="https://kb.jejakmedia.link/">https://kb.jejakmedia.link</a></p>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Apa itu Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) - Buku Deep Learning: Engage the World Change the World]]></title><description><![CDATA[<p>Buku <em>Deep Learning: Engage the World Change the World</em> karya <a href="https://en.wikipedia.org/wiki/Michael_Fullan">Michael Fullan</a>, Joanne Quinn, dan Joanne McEachenmembahas bagaimana pembelajaran mendalam (<em>deep learning</em>) dapat digunakan untuk memahami dan mengubah dunia. Intisari dari buku ini meliputi:</p><p><strong>Konsep Dasar Deep Learning</strong> – Buku ini menjelaskan prinsip-prinsip dasar kecerdasan buatan, jaringan saraf tiruan, dan bagaimana</p>]]></description><link>https://blog.jejakmedia.link/apa-itu-pembelajaran-mendalam-deep-leaarning-buku-deep-learning-engage-the-world-change-the-world/</link><guid isPermaLink="false">67bfe22e0113b952c038ea72</guid><category><![CDATA[Pembelajaran]]></category><category><![CDATA[Pendidikan]]></category><dc:creator><![CDATA[Hary Tri]]></dc:creator><pubDate>Thu, 27 Feb 2025 03:58:08 GMT</pubDate><media:content url="https://images.unsplash.com/photo-1532619675605-1ede6c2ed2b0?crop=entropy&amp;cs=tinysrgb&amp;fit=max&amp;fm=jpg&amp;ixid=M3wxMTc3M3wwfDF8c2VhcmNofDExfHxkZWVwJTIwbGVhcm5pbmd8ZW58MHx8fHwxNzQwNTU1OTExfDA&amp;ixlib=rb-4.0.3&amp;q=80&amp;w=2000" medium="image"/><content:encoded><![CDATA[<img src="https://images.unsplash.com/photo-1532619675605-1ede6c2ed2b0?crop=entropy&cs=tinysrgb&fit=max&fm=jpg&ixid=M3wxMTc3M3wwfDF8c2VhcmNofDExfHxkZWVwJTIwbGVhcm5pbmd8ZW58MHx8fHwxNzQwNTU1OTExfDA&ixlib=rb-4.0.3&q=80&w=2000" alt="Apa itu Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) - Buku Deep Learning: Engage the World Change the World"><p>Buku <em>Deep Learning: Engage the World Change the World</em> karya <a href="https://en.wikipedia.org/wiki/Michael_Fullan">Michael Fullan</a>, Joanne Quinn, dan Joanne McEachenmembahas bagaimana pembelajaran mendalam (<em>deep learning</em>) dapat digunakan untuk memahami dan mengubah dunia. Intisari dari buku ini meliputi:</p><p><strong>Konsep Dasar Deep Learning</strong> – Buku ini menjelaskan prinsip-prinsip dasar kecerdasan buatan, jaringan saraf tiruan, dan bagaimana deep learning bekerja dalam memproses data.</p><p><strong>Aplikasi dalam Kehidupan Nyata</strong> – Deep learning telah mengubah berbagai industri, seperti kesehatan (diagnosis penyakit), transportasi (mobil otonom), pendidikan (pembelajaran adaptif), dan lainnya.</p><p><strong>Dampak Sosial dan Etika</strong> – Selain manfaatnya, buku ini juga membahas implikasi etis dan sosial dari teknologi AI, termasuk bias algoritma, privasi, dan tanggung jawab dalam penggunaannya.</p><p><strong>Pemberdayaan melalui Teknologi</strong> – Buku ini mendorong pembaca untuk terlibat dalam pengembangan dan pemanfaatan deep learning guna menciptakan dampak positif bagi masyarakat.</p><p>Keseluruhan, buku ini mengajak pembaca untuk memahami dan menggunakan deep learning secara bertanggung jawab agar dapat memberikan perubahan yang lebih baik bagi dunia.</p><p>Anda bisa membacanya di aplikasi berikut. Download EBook For All<br><a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=com.harytri.ebook1">https://play.google.com/store/apps/details?id=com.harytri.ebook1</a></p><p><a href="https://www.youtube.com/redirect?event=video_description&amp;redir_token=QUFFLUhqa3g5SVJtakl1VFg1U19HdEZOTWstaFB2Sl8wUXxBQ3Jtc0tsSTdWeS15Y3FxdHdOLW5JZTZRVmk3clNLMjhKd3Vkcm9ra1ZaczBkeDNZZWhhel8zUXhwX1RBTWl5ZUdCa1NqV3lKbURUbjE5NTdJWGhTa0VoelNHR2p2amNfQS1VMXRHRzhkNkJtR3hNQnRrNjZFWQ&amp;q=https%3A%2F%2Fkb.jejakmedia.link%2F&amp;v=bun9Ns66W3U" rel="nofollow">https://kb.jejakmedia.link</a></p><p>Youtube Playlist <a href="https://www.youtube.com/@jejakmedia7912/playlists">https://www.youtube.com/@jejakmedia7912/playlists</a></p>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Buku Paduan Penggunaan Drone Sebat Pupuk dan Penyemprotan Sekar Agri 10 Liter FROGS Indonesia]]></title><description><![CDATA[<hr><h2 id="1-pendahuluan"><strong>1. Pendahuluan</strong></h2><p>Drone Sekar Agri 10 Liter merupakan drone pertanian yang dirancang untuk membantu penyemprotan pupuk cair dan pestisida secara efisien. Panduan ini berisi informasi tentang spesifikasi, cara penggunaan, perawatan, serta tips keselamatan dalam pengoperasiannya.</p><!--kg-card-begin: markdown--><img src="https://frogs.id/wp-content/uploads/2023/06/sprayer_10.png"><!--kg-card-end: markdown--><hr><h2 id="2-spesifikasi-teknis"><strong>2. Spesifikasi Teknis</strong></h2><ul><li>Kapasitas tangki: 10 liter</li><li>Jarak kendali: Hingga 2 km</li><li>Durasi penerbangan: 15-20</li></ul>]]></description><link>https://blog.jejakmedia.link/buku-panduan-penggunadrone-sebar-pupuk/</link><guid isPermaLink="false">67b6e9b74a46ddcc8f9b4f4c</guid><category><![CDATA[Drone]]></category><dc:creator><![CDATA[Hary Tri]]></dc:creator><pubDate>Thu, 20 Feb 2025 08:37:45 GMT</pubDate><media:content url="https://images.unsplash.com/photo-1473968512647-3e447244af8f?crop=entropy&amp;cs=tinysrgb&amp;fit=max&amp;fm=jpg&amp;ixid=M3wxMTc3M3wwfDF8c2VhcmNofDF8fGRyb25lfGVufDB8fHx8MTc0MDA0MDY3M3ww&amp;ixlib=rb-4.0.3&amp;q=80&amp;w=2000" medium="image"/><content:encoded><![CDATA[<hr><h2 id="1-pendahuluan"><strong>1. Pendahuluan</strong></h2><img src="https://images.unsplash.com/photo-1473968512647-3e447244af8f?crop=entropy&cs=tinysrgb&fit=max&fm=jpg&ixid=M3wxMTc3M3wwfDF8c2VhcmNofDF8fGRyb25lfGVufDB8fHx8MTc0MDA0MDY3M3ww&ixlib=rb-4.0.3&q=80&w=2000" alt="Buku Paduan Penggunaan Drone Sebat Pupuk dan Penyemprotan Sekar Agri 10 Liter FROGS Indonesia"><p>Drone Sekar Agri 10 Liter merupakan drone pertanian yang dirancang untuk membantu penyemprotan pupuk cair dan pestisida secara efisien. Panduan ini berisi informasi tentang spesifikasi, cara penggunaan, perawatan, serta tips keselamatan dalam pengoperasiannya.</p><!--kg-card-begin: markdown--><img src="https://frogs.id/wp-content/uploads/2023/06/sprayer_10.png" alt="Buku Paduan Penggunaan Drone Sebat Pupuk dan Penyemprotan Sekar Agri 10 Liter FROGS Indonesia"><!--kg-card-end: markdown--><hr><h2 id="2-spesifikasi-teknis"><strong>2. Spesifikasi Teknis</strong></h2><ul><li>Kapasitas tangki: 10 liter</li><li>Jarak kendali: Hingga 2 km</li><li>Durasi penerbangan: 15-20 menit per baterai</li><li>Tipe baterai: Li-Po 6S 16000mAh</li><li>Sistem navigasi: GPS &amp; RTK</li><li>Mode penerbangan: Manual &amp; otomatis</li><li>Nozzle penyemprotan: 4 titik dengan jangkauan 4-6 meter</li></ul><hr><h2 id="3-perlengkapan-standar"><strong>3. Perlengkapan Standar</strong></h2><ul><li>Drone Sekar Agri 10 Liter beserta remote kontrol</li><li>Baterai drone (minimal 2 unit cadangan)</li><li>Charger baterai dan power supply</li><li>Larutan pestisida atau pupuk cair sesuai rekomendasi</li><li>Laptop/tablet/smartphone dengan aplikasi kontrol drone</li><li>GPS dan peta area kerja</li><li>Peralatan keselamatan (masker, sarung tangan, kacamata pelindung)</li></ul><hr><h2 id="4-panduan-pengoperasion"><strong>4. Panduan Pengoperasion</strong></h2><h3 id="4-1-persiapan-sebelum-operasi"><strong>4.1. Persiapan Sebelum Operasi</strong></h3><ol><li>Pastikan semua peralatan dalam kondisi baik dan baterai drone terisi penuh.</li><li>Cek kondisi cuaca (tidak hujan, angin tidak lebih dari 10 km/jam).</li><li>Identifikasi area kerja dan pastikan tidak ada hambatan seperti pohon tinggi atau kabel listrik.</li><li>Pastikan larutan pupuk/pestisida telah disiapkan dengan takaran sesuai rekomendasi.</li><li>Kalibrasi GPS dan sistem navigasi drone.</li><li>Pastikan semua operator dan teknisi menggunakan alat pelindung diri (APD) yang sesuai.</li></ol><h3 id="4-2-pengoperasian-drone"><strong>4.2. Pengoperasian DRONE</strong></h3><ol><li>Nyalakan remote kontrol dan hubungkan dengan drone.</li><li>Pastikan koneksi antara remote dan drone stabil.</li><li>Pilih mode penerbangan otomatis/manual sesuai kebutuhan.</li><li>Lepaskan drone secara perlahan dan pastikan stabil di udara sebelum mulai penyemprotan/sebar pupuk.</li><li>Operasikan drone sesuai dengan jalur terprogram atau kendali manual.</li><li>Pastikan penyemprotan/sebar pupuk dilakukan merata sesuai dosis yang ditentukan.</li><li>Pantau indikator baterai dan kembalikan drone ke titik awal sebelum baterai habis.</li></ol><h3 id="4-3-setelah-operasi"><strong>4.3. Setelah Operasi</strong></h3><ol><li>Mendaratkan drone dengan aman di tempat yang telah ditentukan.</li><li>Matikan drone dan remote kontrol.</li><li>Lepaskan baterai dan simpan di tempat yang aman.</li><li>Bersihkan drone, terutama bagian nozzle dan tangki penyimpanan.</li><li>Catat penggunaan drone dalam logbook operasional.</li><li>Simpan semua peralatan dengan rapi untuk penggunaan berikutnya.</li></ol><hr><h2 id="5-keselamatan-dan-perawatan"><strong>5. Keselamatan dan Perawatan</strong></h2><ol><li>Jangan mengoperasikan drone dalam kondisi cuaca buruk.</li><li>Pastikan operator memiliki sertifikasi atau telah mendapat pelatihan penggunaan drone.</li><li>Hindari penyemprotan di dekat pemukiman atau sumber air minum.</li><li>Lakukan perawatan rutin pada drone, termasuk pengecekan motor, baling-baling, dan sistem navigasi.</li><li>Simpan drone di tempat yang kering dan aman setelah digunakan.</li></ol><hr><h2 id="6-pelaporan-dan-evaluasi"><strong>6. Pelaporan dan Evaluasi</strong></h2><ol><li>Setiap operasi harus dilaporkan ke supervisor/operator utama.</li><li>Catat setiap kendala yang terjadi selama operasi.</li><li>Lakukan evaluasi berkala untuk meningkatkan efektivitas penggunaan drone.</li></ol><hr><p>Dokumen ini harus diikuti oleh seluruh operator demi memastikan penggunaan drone yang aman dan efisien.</p>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Pembelajaran Coding : Membuat Aplikasi Hitung Rumus Fisika Berbantuan (IA)]]></title><description><![CDATA[<p>Pada Artikel sebelumnya... di sini</p><figure class="kg-card kg-bookmark-card"><a class="kg-bookmark-container" href="https://blog.jejakmedia.link/pembelajaran-coding-membuat-aplikasi-berbantuan-artifficial-intelegencee/"><div class="kg-bookmark-content"><div class="kg-bookmark-title">Pembelajaran Coding : Membuat Aplikasi Berbantuan Artificial Intelligence (IA)</div><div class="kg-bookmark-description">Salam Ingin membuat artikel tentang judul di atas.... mo ngetik ... maless... nyari2artikel... males... akhirnya nanya ke chatGPT dengan prompt Buatkan artikeltentang, Pembelajaran Coding : Membuat Aplikasi Berbantuan ArtificialIntelligence (IA)? &gt; Prompt dalam AI adalah instruksi atau masukan…</div><div class="kg-bookmark-metadata"><img class="kg-bookmark-icon" src="https://blog.jejakmedia.link/favicon.ico"><span class="kg-bookmark-author">Jejak</span></div></div></a></figure>]]></description><link>https://blog.jejakmedia.link/pembelajaran-coding-membuat-aplikasi-rumus-fisika-berbasis-web-berbantuan-artificial-intelligence-ia/</link><guid isPermaLink="false">67b5511d3558333454791916</guid><category><![CDATA[artificial intelenge]]></category><category><![CDATA[ChatGPT]]></category><category><![CDATA[Pemrograman]]></category><dc:creator><![CDATA[Hary Tri]]></dc:creator><pubDate>Wed, 19 Feb 2025 03:49:00 GMT</pubDate><media:content url="https://images.unsplash.com/photo-1605379399642-870262d3d051?crop=entropy&amp;cs=tinysrgb&amp;fit=max&amp;fm=jpg&amp;ixid=M3wxMTc3M3wwfDF8c2VhcmNofDV8fHByb2dyYW1taW5nfGVufDB8fHx8MTczOTkzNzg5Mnww&amp;ixlib=rb-4.0.3&amp;q=80&amp;w=2000" medium="image"/><content:encoded><![CDATA[<img src="https://images.unsplash.com/photo-1605379399642-870262d3d051?crop=entropy&cs=tinysrgb&fit=max&fm=jpg&ixid=M3wxMTc3M3wwfDF8c2VhcmNofDV8fHByb2dyYW1taW5nfGVufDB8fHx8MTczOTkzNzg5Mnww&ixlib=rb-4.0.3&q=80&w=2000" alt="Pembelajaran Coding : Membuat Aplikasi Hitung Rumus Fisika Berbantuan (IA)"><p>Pada Artikel sebelumnya... di sini</p><figure class="kg-card kg-bookmark-card"><a class="kg-bookmark-container" href="https://blog.jejakmedia.link/pembelajaran-coding-membuat-aplikasi-berbantuan-artifficial-intelegencee/"><div class="kg-bookmark-content"><div class="kg-bookmark-title">Pembelajaran Coding : Membuat Aplikasi Berbantuan Artificial Intelligence (IA)</div><div class="kg-bookmark-description">Salam Ingin membuat artikel tentang judul di atas.... mo ngetik ... maless... nyari2artikel... males... akhirnya nanya ke chatGPT dengan prompt Buatkan artikeltentang, Pembelajaran Coding : Membuat Aplikasi Berbantuan ArtificialIntelligence (IA)? &gt; Prompt dalam AI adalah instruksi atau masukan…</div><div class="kg-bookmark-metadata"><img class="kg-bookmark-icon" src="https://blog.jejakmedia.link/favicon.ico" alt="Pembelajaran Coding : Membuat Aplikasi Hitung Rumus Fisika Berbantuan (IA)"><span class="kg-bookmark-author">Jejak Media</span><span class="kg-bookmark-publisher">Hary Tri</span></div></div><div class="kg-bookmark-thumbnail"><img src="https://images.unsplash.com/photo-1516110833967-0b5716ca1387?crop&#x3D;entropy&amp;cs&#x3D;tinysrgb&amp;fit&#x3D;max&amp;fm&#x3D;jpg&amp;ixid&#x3D;M3wxMTc3M3wwfDF8c2VhcmNofDJ8fGFydGlmaWNpYWwlMjBpbnRlbGxpZ2VuY2V8ZW58MHx8fHwxNzM5OTI5NDQ2fDA&amp;ixlib&#x3D;rb-4.0.3&amp;q&#x3D;80&amp;w&#x3D;2000" alt="Pembelajaran Coding : Membuat Aplikasi Hitung Rumus Fisika Berbantuan (IA)"></div></a></figure><p>Sebetulnya inginnya membuat sebuah aplikasi, misalnya aplikasi berbasis Web, untuk menghitung sebuah rumus fisika, apakah bisa?</p><p>Menggunakan Meta AI yang menyatu dalam Aplikasi WA... dengan prompt "<strong>Bisa tolong buatkan kode program berbasis html, css, dan javascript untuk menghitung hukum newton ddngan rumus f = m.a, dengan m adalah massa, a adalah perceatan dan f adalah gaya, dengan input m dan a. Hasil yang dihitung adalah f?</strong></p><figure class="kg-card kg-image-card"><img src="https://blog.jejakmedia.link/content/images/2025/02/WhatsApp-Image-2025-02-19-at-10.38.37-AM.jpeg" class="kg-image" alt="Pembelajaran Coding : Membuat Aplikasi Hitung Rumus Fisika Berbantuan (IA)"></figure><p>Diberikan Code Berikut</p><pre><code class="language-html">&lt;!DOCTYPE html&gt;
&lt;html lang="en"&gt;
&lt;head&gt;
    &lt;meta charset="UTF-8"&gt;
    &lt;meta name="viewport" content="width=device-width, initial-scale=1.0"&gt;
    &lt;title&gt;Hukum Newton&lt;/title&gt;
    &lt;link rel="stylesheet" href="style.css"&gt;
&lt;/head&gt;
&lt;body&gt;
    &lt;h1&gt;Hukum Newton&lt;/h1&gt;
    &lt;form id="form-newton"&gt;
        &lt;label for="massa"&gt;Massa (m) :&lt;/label&gt;
        &lt;input type="number" id="massa" required&gt;

        &lt;label for="percepatan"&gt;Percepatan (a) :&lt;/label&gt;
        &lt;input type="number" id="percepatan" required&gt;

        &lt;button id="hitung"&gt;Hitung&lt;/button&gt;
    &lt;/form&gt;

    &lt;p id="hasil"&gt;&lt;/p&gt;

    &lt;script src="script.js"&gt;&lt;/script&gt;
&lt;/body&gt;
&lt;/html&gt;</code></pre><pre><code class="language-css">body {
    font-family: Arial, sans-serif;
}

#form-newton {
    width: 300px;
    margin: 20px auto;
    padding: 20px;
    border: 1px solid #ccc;
    border-radius: 10px;
    box-shadow: 0 0 10px rgba(0, 0, 0, 0.1);
}

label {
    display: block;
    margin-bottom: 10px;
}

input[type="number"] {
    width: 100%;
    height: 30px;
    margin-bottom: 20px;
    padding: 10px;
    border: 1px solid #ccc;
}

button[type="button"] {
    width: 100%;
    height: 40px;
    background-color: #4CAF50;
    color: #fff;
    padding: 10px;
    border: none;
    border-radius: 10px;
    cursor: pointer;
}

button[type="button"]:hover {
    background-color: #3e8e41;
}

#hasil {
    font-size: 24px;
    font-weight: bold;
    margin-top: 20px;
}</code></pre><pre><code class="language-javacsript">const formNewton = document.getElementById('form-newton');
const hasil = document.getElementById('hasil');

formNewton.addEventListener('submit', (e) =&gt; {
    e.preventDefault();

    const massa = parseFloat(document.getElementById('massa').value);
    const percepatan = parseFloat(document.getElementById('percepatan').value);

    if (isNaN(massa) || isNaN(percepatan)) {
        hasil.textContent = 'Masukkan nilai yang valid!';
        return;
    }

    const gaya = massa * percepatan;
    hasil.textContent = `Gaya (F) = ${gaya} N`;
});</code></pre><p>Cara menggunakan</p><!--kg-card-begin: markdown--><ol>
<li>Buat file baru dengan nama index.html dan salin kode HTML ke dalamnya.</li>
<li>Buat file baru dengan nama style.css dan salin kode CSS ke dalamnya.</li>
<li>Buat file baru dengan nama script.js dan salin kode JavaScript ke dalamnya.</li>
<li>Buka file index.html di browser untuk menjalankan aplikasi.</li>
<li>Masukkan nilai massa dan percepatan, lalu klik tombol &quot;Hitung&quot; untuk melihat hasilnya.</li>
</ol>
<!--kg-card-end: markdown--><p>Hasilnya adalah</p><figure class="kg-card kg-image-card"><img src="https://blog.jejakmedia.link/content/images/2025/02/image-1.png" class="kg-image" alt="Pembelajaran Coding : Membuat Aplikasi Hitung Rumus Fisika Berbantuan (IA)"></figure><p>Begitu mudahnya ya sekarang membuat sebuah aplikasi berbantuan AI</p><p>Test di codepen</p><figure class="kg-card kg-embed-card"><iframe id="cp_embed_Byajpqw" src="https://codepen.io/Hary-Tridayanto/embed/preview/Byajpqw?default-tabs=css%2Cresult&amp;height=300&amp;host=https%3A%2F%2Fcodepen.io&amp;slug-hash=Byajpqw" title="hitung rumus hukum newton 2" scrolling="no" frameborder="0" height="300" allowtransparency="true" class="cp_embed_iframe" style="width: 100%; overflow: hidden;"></iframe></figure><p><strong>kunjungi website</strong></p><p><a href="https://www.youtube.com/redirect?event=video_description&amp;redir_token=QUFFLUhqa2xSQ0ZCQ1NtZGd0eDdNWksxQU94bE90VG5VUXxBQ3Jtc0tuUWx5bXoydGFNaW8tLXJkMFFpcTNuOXp2Ry1PTW9PUlNtX2tFdE1OMVp6VHpSUWItMzBLZ2d5WEI4Wk5vRTBNU3h2TGlWeHhaZV9xdHBBMmE5cXFGY3lsdWtGenNPLVF4SEpTc0R6bzFOWU15SVo2cw&amp;q=https%3A%2F%2Fblog.jejakmedia.link%2F&amp;v=bun9Ns66W3U" rel="nofollow">https://blog.jejakmedia.link</a></p><p><a href="https://www.youtube.com/redirect?event=video_description&amp;redir_token=QUFFLUhqa3g5SVJtakl1VFg1U19HdEZOTWstaFB2Sl8wUXxBQ3Jtc0tsSTdWeS15Y3FxdHdOLW5JZTZRVmk3clNLMjhKd3Vkcm9ra1ZaczBkeDNZZWhhel8zUXhwX1RBTWl5ZUdCa1NqV3lKbURUbjE5NTdJWGhTa0VoelNHR2p2amNfQS1VMXRHRzhkNkJtR3hNQnRrNjZFWQ&amp;q=https%3A%2F%2Fkb.jejakmedia.link%2F&amp;v=bun9Ns66W3U" rel="nofollow">https://kb.jejakmedia.link</a></p><p>Youtube Playlist <a href="https://www.youtube.com/@jejakmedia7912/playlists">https://www.youtube.com/@jejakmedia7912/playlists</a></p>]]></content:encoded></item></channel></rss>